I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Setelah kita mengerti betapa lebar, panjang, tinggi dan dalam kasih Allah, kita
juga diajak untuk mengasihiNya lebih sungguh-sungguh lagi. Atau orang yang
dikasihi Tuhan pasti nggak akan bisa diam dengan cintaNya Tuhan. Mengasihi
Tuhan dengan kembali kepada KASIH yang mula-mula! Apakah kasih mula-mula itu?
Kasih mula-mula adalah pengabdian pada Kristus dengan sungguh hati yang sering
dikatakan “menyala / berapi-api / semangat / tak berbendung, ada kehangatan,
ada sukacita dan orang lain dapat melihatnya. Kasih mula-mula membawa kita
kepada perubahan (Efesus 3:7). Ayat 7: “Dari Injil itu aku telah menjadi
PELAYAN-Nya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku
sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” Rasul Paulus mengatakan bahwa: aku
telah menjadi pelayanNya: KASIH membuat hidup Paulus yang tadinya musuh Allah
berubah menjadi PELAYAN-Nya bahkan menjadi kekasihNya, demikan juga dengan
kita. Apakah kasih mula-mula kita membawa kita pada suatu perubahan? Setiap
orang percaya dituntut untuk mengalami perubahan. Misalanya:
- Pertama-tama kita semua adalah Murid
(Mat 28:19)
- Ke 2 kita juga Sahabat Allah (Yoh
15:15)
- Ke 3 kita adalah Anak-Anak Allah (Yoh
1:12)
- Ke 4 kita adalah Mempelai Kristus (Yoh
3:29)
Saat ini dimanakah posisi kita? Apakah kita sudah menjadi
mempelai Kristus? Atau kita baru murid Kristus?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 1-2
PB: Lukas 16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
GNCC
Jangan menjadi BATU SANDUNGAN tetapi jadilah BATU SENTUHAN
sehingga orang yang bersentuhan dengan hidupmu mendapatkan kehidupan. #gncc
#maturity
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 7 September 2017. LIDAH YANG BIJAKSANA.
Bacaan: Amsal 15:1-33. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut
orang bebal mencurahkan kebodohan (Amsal 15:2). Konon seorang perempuan kulit
putih mengajak anaknya naik taksi yang dikemudikan pria kulit hitam. Anak itu
baru pertama kali melihat orang kulit hitam sehingga ia ketakutan. “Bu, apakah
orang ini penjahat? Apakah yang dilakukannya sehingga kulitnya begitu hitam?”
Sopir terdiam sedih. Ibu itu menjelaskan, “Bukan, Nak. Ia orang yang baik. Kamu
ingat ketika kita bermain di kebun bunga? Ingat biji-biji bunga yang kita lihat
itu? Banyak yang berwarna hitam, tetapi bunga yang memenuhi taman itu
berwarna-warni!” Anak itu mengangguk-angguk. Kini ia tersenyum, tidak takut
lagi pada sopir taksi. Menurut Amsal, hati orang benar menimbang-nimbang
jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat (ay. 28).
Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan (ay. 2), tetapi lidah curang melukai
hati (ay. 4). Menyadari hal ini, pemazmur memiliki tekad, untuk menjaga diri,
supaya jangan berdosa dengan lidahnya, hendak menahan mulutnya dengan kekang
(Mzm. 39:2), dan memohon Tuhan untuk mengawasi mulut dan berjaga pada pintu
bibirnya (Mzm. 141:3). Banyak orang menggunakan mulutnya untuk mengucapkan
kata-kata yang melemahkan dan menghancurkan kehidupan orang lain. Setiap
berbicara, dari mulutnya keluar silet, pisau, atau golok, yaitu perkataan yang
menyayat, menyakiti, melukai dan memedihkan perasaan orang lain. Hendaklah kita
menggunakan mulut secara bijak sehingga jawaban dan penjelasan kita dapat
membangun, menguatkan orang lain, menenangkan dan menyejukkan suasana. MULUT
YANG DIKENDALIKAN TUHAN PASTI MENGELUARKAN PERKATAAN YANG MEMBERKATI ORANG
LAIN. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Amsal 1-2 dan Lukas 16.
Bp. Anto – Citraland
Selamat pagi, berkat Firman hari ini. Amsal 17:22, “HATI
YANG GEMBIRA adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan
tulang.” Mulailah setiap hari dengan SENYUMAN, dan akhiri dengan SENYUMAN --
W.C.Field --
Sikap bagaimana yang kita lakukan untuk MEMULAI hidup kita
dipagi hari,akan mempengaruhi hidup kita sepanjang hari itu. Jika perasaan kita
uring-uringan, pikiran dengki, iri hati dan dendam masih berkecamuk di pagi
hari, pastilah dalam seharian kita akan terus ada dalam suasana tidak nyaman.
Yang perlu kita ketahui adalah, bahwa HATI YANG GEMBIRA adalah obat yang
manjur, maka milikilah senantiasa hati yang gembira, dan tampakkan dalam senyum
tulus setiap saat. Bergembiralah karena Allah. Tuhan memberkati.

No comments:
Post a Comment