Thursday, 7 September 2017

7 Setpember 2017


I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Setelah kita mengerti betapa lebar, panjang, tinggi dan dalam kasih Allah, kita juga diajak untuk mengasihiNya lebih sungguh-sungguh lagi. Atau orang yang dikasihi Tuhan pasti nggak akan bisa diam dengan cintaNya Tuhan. Mengasihi Tuhan dengan kembali kepada KASIH yang mula-mula! Apakah kasih mula-mula itu? Kasih mula-mula adalah pengabdian pada Kristus dengan sungguh hati yang sering dikatakan “menyala / berapi-api / semangat / tak berbendung, ada kehangatan, ada sukacita dan orang lain dapat melihatnya. Kasih mula-mula membawa kita kepada perubahan (Efesus 3:7). Ayat 7: “Dari Injil itu aku telah menjadi PELAYAN-Nya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” Rasul Paulus mengatakan bahwa: aku telah menjadi pelayanNya: KASIH membuat hidup Paulus yang tadinya musuh Allah berubah menjadi PELAYAN-Nya bahkan menjadi kekasihNya, demikan juga dengan kita. Apakah kasih mula-mula kita membawa kita pada suatu perubahan? Setiap orang percaya dituntut untuk mengalami perubahan. Misalanya:
-  Pertama-tama kita semua adalah Murid (Mat 28:19)
-  Ke 2 kita juga Sahabat Allah (Yoh 15:15)
-  Ke 3 kita adalah Anak-Anak Allah (Yoh 1:12)
-  Ke 4 kita adalah Mempelai Kristus (Yoh 3:29)
Saat ini dimanakah posisi kita? Apakah kita sudah menjadi mempelai Kristus? Atau kita baru murid Kristus?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 1-2
PB: Lukas 16

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

GNCC
Jangan menjadi BATU SANDUNGAN tetapi jadilah BATU SENTUHAN sehingga orang yang bersentuhan dengan hidupmu mendapatkan kehidupan. #gncc #maturity

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 7 September 2017. LIDAH YANG BIJAKSANA. Bacaan: Amsal 15:1-33. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan (Amsal 15:2). Konon seorang perempuan kulit putih mengajak anaknya naik taksi yang dikemudikan pria kulit hitam. Anak itu baru pertama kali melihat orang kulit hitam sehingga ia ketakutan. “Bu, apakah orang ini penjahat? Apakah yang dilakukannya sehingga kulitnya begitu hitam?” Sopir terdiam sedih. Ibu itu menjelaskan, “Bukan, Nak. Ia orang yang baik. Kamu ingat ketika kita bermain di kebun bunga? Ingat biji-biji bunga yang kita lihat itu? Banyak yang berwarna hitam, tetapi bunga yang memenuhi taman itu berwarna-warni!” Anak itu mengangguk-angguk. Kini ia tersenyum, tidak takut lagi pada sopir taksi. Menurut Amsal, hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat (ay. 28). Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan (ay. 2), tetapi lidah curang melukai hati (ay. 4). Menyadari hal ini, pemazmur memiliki tekad, untuk menjaga diri, supaya jangan berdosa dengan lidahnya, hendak menahan mulutnya dengan kekang (Mzm. 39:2), dan memohon Tuhan untuk mengawasi mulut dan berjaga pada pintu bibirnya (Mzm. 141:3). Banyak orang menggunakan mulutnya untuk mengucapkan kata-kata yang melemahkan dan menghancurkan kehidupan orang lain. Setiap berbicara, dari mulutnya keluar silet, pisau, atau golok, yaitu perkataan yang menyayat, menyakiti, melukai dan memedihkan perasaan orang lain. Hendaklah kita menggunakan mulut secara bijak sehingga jawaban dan penjelasan kita dapat membangun, menguatkan orang lain, menenangkan dan menyejukkan suasana. MULUT YANG DIKENDALIKAN TUHAN PASTI MENGELUARKAN PERKATAAN YANG MEMBERKATI ORANG LAIN. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 1-2 dan Lukas 16.

Bp. Anto – Citraland
Selamat pagi, berkat Firman hari ini. Amsal 17:22, “HATI YANG GEMBIRA adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Mulailah setiap hari dengan SENYUMAN, dan akhiri dengan SENYUMAN -- W.C.Field --
Sikap bagaimana yang kita lakukan untuk MEMULAI hidup kita dipagi hari,akan mempengaruhi hidup kita sepanjang hari itu. Jika perasaan kita uring-uringan, pikiran dengki, iri hati dan dendam masih berkecamuk di pagi hari, pastilah dalam seharian kita akan terus ada dalam suasana tidak nyaman. Yang perlu kita ketahui adalah, bahwa HATI YANG GEMBIRA adalah obat yang manjur, maka milikilah senantiasa hati yang gembira, dan tampakkan dalam senyum tulus setiap saat. Bergembiralah karena Allah. Tuhan memberkati.

No comments:

Post a Comment