Saturday, 9 September 2017

9 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Efesus 3:18-19, 18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kasih mula-mula kita kepadaNya selain membawa Perubahan Hidup dan Kerendahan Hati, juga membawa kita kepada keberanian yang kudus (Efesus 3:12). Kata keberanian yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah parrhesia artinya = kebebasan dalam berbicara,keterbukaan tanpa ditutup-tutupi tanpa menggunakan maksud lain. Keberanian yang kudus, yang dimaksud disini adalah keberanian untuk masuk dalam Hadirat Allah (Ef 3:12). Keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan (Ef 3:8). Kasih mula-mula juga membawa kita kepada pengorbanan (Ef 3:13). Seorang yang penuh dengan cinta mula-mula akan rela mengorbankan dirinya demi cinta/demi kasih itu. RasulPaulus menganggap pengorbanan yang dilakukan untuk jemaat-jemaat Kristus bukan sebagai hal yang menakutkan melainkan ia menganggap pengorbanan yang dilakukannya sebagai kemuliaan untuk jemaat Tuhan (Ef 3:13). Pengorbanan adalah sebuah kehormatan bagi kita yang dikasihiNya/dicintaiNya/bagi setiap kita yang penuh dengan CINTA-Nya. Amin. Apakah kasih mula-mula kita membawa kita kepada keberanian yang kudus: keberanian untuk masuk dalam HadiratNya? Keberanian untuk menyampaikan firmanNya? Juga apakah kasih mula-mula sudah membawa kita kepada pengorbanan karena berkorban itu suatu kehormatan bagi orang-orang yang penuh cinta/dicintaiNya. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 6-7
PB: Lukas 17:20-37

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Xavier Quentin Pranata
“Perjalanan yang berliku-liku seringkali berakhir dengan pemandangan yang memukau.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 September 2017. MEMBERIKAN YANG TERBAIK. Bacaan: Imamat 2:1-16. “Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya” (Imamat 2:1). Seorang pengusaha bercerita bahwa dirinya tidak pernah menggunakan standar UMR untuk membayar para karyawannya. Ia selalu memberikan upah di atas UMR. Alasannya, ia mengharapkan karyawannya memberikan kontribusi maksimal, maka ia memberikan upah di atas rata-rata. Jarang ada karyawan yang mau memberikan kontribusi maksimal jika gajinya minimal. Jika mengharapkan hasil yang maksimal, kita harus berusaha secara maksimal. Tuhan sudah memberikan yang terbaik, yaitu karya penebusan Yesus Kristus, untuk menebus kita dari dosa. Karena itu wajar jika Tuhan meminta kita memberikan yang maksimal, yang terbaik bagi Dia. Dalam hal mempersembahkan kurban sajian, bangsa Israel mendapatkan berbagai panduan. Tercatat sampai empat kali (ay. 1, 4, 5, 7) Tuhan menginginkan persembahan yang terbaik. Tuhan tidak mau kita memberi secara asal-asalan, tetapi harus mempersiapkannya sebaik mungkin. Tuhan mau kita taat kepada Dia dengan sepenuh hati, bukan asal taat atau kelihatan taat. Sudahkah saya melakukan dan memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk Tuhan dan manusia? Saat bekerja, apakah saya sudah bekerja sebaik mungkin? Jika kita senang mendapatkan yang terbaik, mari kita melakukan yang terbaik untuk orang lain. Kalau selama ini kita berusaha mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, kita perlu mengubah pemikiran itu. Hasil terbaik hanya kita dapatkan kalau kita mengusahakan yang terbaik untuk Tuhan dan manusia. JIKA KITA MENGHARAPKAN YANG MAKSIMAL, KITA HARUS BERUSAHA SECARA MAKSIMAL. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 6-7 dan Lukas 17:20-37

No comments:

Post a Comment