I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kasih mula-mula kita kepadaNya selain
membawa Perubahan Hidup dan Kerendahan Hati, juga membawa kita kepada keberanian
yang kudus (Efesus 3:12). Kata keberanian yang dipakai dalam bahasa Yunani
adalah parrhesia artinya = kebebasan dalam berbicara,keterbukaan tanpa
ditutup-tutupi tanpa menggunakan maksud lain. Keberanian yang kudus, yang
dimaksud disini adalah keberanian untuk masuk dalam Hadirat Allah (Ef 3:12).
Keberanian untuk menyampaikan Firman Tuhan (Ef 3:8). Kasih mula-mula juga
membawa kita kepada pengorbanan (Ef 3:13). Seorang yang penuh dengan cinta
mula-mula akan rela mengorbankan dirinya demi cinta/demi kasih itu. RasulPaulus
menganggap pengorbanan yang dilakukan untuk jemaat-jemaat Kristus bukan sebagai
hal yang menakutkan melainkan ia menganggap pengorbanan yang dilakukannya
sebagai kemuliaan untuk jemaat Tuhan (Ef 3:13). Pengorbanan adalah sebuah
kehormatan bagi kita yang dikasihiNya/dicintaiNya/bagi setiap kita yang penuh
dengan CINTA-Nya. Amin. Apakah kasih mula-mula kita membawa kita kepada
keberanian yang kudus: keberanian untuk masuk dalam HadiratNya? Keberanian
untuk menyampaikan firmanNya? Juga apakah kasih mula-mula sudah membawa kita
kepada pengorbanan karena berkorban itu suatu kehormatan bagi
orang-orang yang penuh cinta/dicintaiNya. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 6-7
PB: Lukas 17:20-37
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Xavier Quentin Pranata
“Perjalanan yang berliku-liku seringkali berakhir dengan
pemandangan yang memukau.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 9 September 2017. MEMBERIKAN YANG
TERBAIK. Bacaan: Imamat 2:1-16. “Apabila seseorang hendak mempersembahkan
persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu
tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan
ke atasnya” (Imamat 2:1). Seorang pengusaha bercerita bahwa dirinya tidak
pernah menggunakan standar UMR untuk membayar para karyawannya. Ia selalu
memberikan upah di atas UMR. Alasannya, ia mengharapkan karyawannya memberikan
kontribusi maksimal, maka ia memberikan upah di atas rata-rata. Jarang ada
karyawan yang mau memberikan kontribusi maksimal jika gajinya minimal. Jika
mengharapkan hasil yang maksimal, kita harus berusaha secara maksimal. Tuhan
sudah memberikan yang terbaik, yaitu karya penebusan Yesus Kristus, untuk
menebus kita dari dosa. Karena itu wajar jika Tuhan meminta kita memberikan
yang maksimal, yang terbaik bagi Dia. Dalam hal mempersembahkan kurban sajian,
bangsa Israel mendapatkan berbagai panduan. Tercatat sampai empat kali (ay. 1,
4, 5, 7) Tuhan menginginkan persembahan yang terbaik. Tuhan tidak mau kita
memberi secara asal-asalan, tetapi harus mempersiapkannya sebaik mungkin. Tuhan
mau kita taat kepada Dia dengan sepenuh hati, bukan asal taat atau kelihatan
taat. Sudahkah saya melakukan dan memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk
Tuhan dan manusia? Saat bekerja, apakah saya sudah bekerja sebaik mungkin? Jika
kita senang mendapatkan yang terbaik, mari kita melakukan yang terbaik untuk
orang lain. Kalau selama ini kita berusaha mendapatkan hasil yang maksimal
dengan usaha yang minimal, kita perlu mengubah pemikiran itu. Hasil terbaik
hanya kita dapatkan kalau kita mengusahakan yang terbaik untuk Tuhan dan
manusia. JIKA KITA MENGHARAPKAN YANG MAKSIMAL, KITA HARUS BERUSAHA SECARA
MAKSIMAL. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Amsal 6-7 dan Lukas 17:20-37

No comments:
Post a Comment