I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH,
mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan.
Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban
persembahan pujian). Saat kita melangkah untuk menyembah kita sedang
mengorbankan ego kita untuk ditukar dengan KepenuhanNya Tuhan. Didalam Lukas
17:14, “Dan sementara mereka ditengah jalan mereka menjadi tahir,”
kadang kita menunggu Tuhan untuk melakukan mujizat, tetapi seringkali Tuhan
sedang memberitahu untuk kita JALAN lebih dulu. Mari jadi PenyembahNya
Tuhan disaat kita dalam lembah, menyembah Tuhan sekalipun situasi kita berat,
situasi kita tidak mood, itulah yang disebut sacrifice of praise (korban
persembahan pujian).
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab pengkhotbah 1-3
PB: Lukas 22:24-48
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 19 September 2017. LILIN SI ANAK MISKIN.
Bacaan: 2 Korintus 8:1-15. “... meskipun mereka sangat miskin, namun mereka
kaya dalam kemurahan” (2 Korintus 8:2). Seorang gadis pindah rumah dan
bertetangga dengan janda miskin dan dua anaknya. Suatu malam listrik mati.
Dengan cahaya dari telepon genggam, gadis itu mencari lilin. Kemudian,
terdengar ketukan. Ternyata anak tetangga yang miskin itu datang dan bertanya,
“Kakak punya lilin?” Gadis itu berpikir, “Mereka sangat miskin sampai lilin
saja tak punya. Jangan pinjamkan, nanti aku sendiri kehabisan.” Si gadis
berteriak, “Tidak ada!” Ketika ia hendak menutup pintu, anak miskin itu
berkata, “Kami sudah menduga kakak tidak punya lilin. Mama dan saya khawatir
karena kakak tinggal sendirian. Ini, saya membawa dua lilin untuk kakak.” Rasul
Paulus memberitahukan tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat di
Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita
mereka meluap dan, meskipun mereka sangat miskin, mereka kaya dalam kemurahan
hati. Mereka memberikan persembahan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan
sendiri mereka meminta dan mendesak supaya mereka beroleh kasih karunia untuk
mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan
lebih banyak daripada yang diharapkan (ay. 1-5). Kita tidak harus kaya dan berlebih
untuk berbagi. Meskipun miskin, kita bisa memiliki hati yang kaya; kaya dengan
kemurahan, pengampunan, kebajikan, perhatian, bahkan kaya dengan sukacita dan
semangat. Sebaliknya, ada orang yang meskipun berkecukupan, sesungguhnya
hatinya miskin; ia enggan berbagi dan miskin dalam kebajikan. HENDAKLAH KITA
MISKIN DALAM KEJAHATAN DAN KAYA DALAM KEBAJIKAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Pengkhotbah 1-3 dan Lukas 22:24-46.

No comments:
Post a Comment