Tuesday, 19 September 2017

19 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH, mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan. Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban persembahan pujian). Saat kita melangkah untuk menyembah kita sedang mengorbankan ego kita untuk ditukar dengan KepenuhanNya Tuhan. Didalam Lukas 17:14, “Dan sementara mereka ditengah jalan mereka menjadi tahir,” kadang kita menunggu Tuhan untuk melakukan mujizat, tetapi seringkali Tuhan sedang memberitahu untuk kita JALAN lebih dulu. Mari jadi PenyembahNya Tuhan disaat kita dalam lembah, menyembah Tuhan sekalipun situasi kita berat, situasi kita tidak mood, itulah yang disebut sacrifice of praise (korban persembahan pujian).

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab pengkhotbah 1-3
PB: Lukas 22:24-48

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 19 September 2017. LILIN SI ANAK MISKIN. Bacaan: 2 Korintus 8:1-15. “... meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan” (2 Korintus 8:2). Seorang gadis pindah rumah dan bertetangga dengan janda miskin dan dua anaknya. Suatu malam listrik mati. Dengan cahaya dari telepon genggam, gadis itu mencari lilin. Kemudian, terdengar ketukan. Ternyata anak tetangga yang miskin itu datang dan bertanya, “Kakak punya lilin?” Gadis itu berpikir, “Mereka sangat miskin sampai lilin saja tak punya. Jangan pinjamkan, nanti aku sendiri kehabisan.” Si gadis berteriak, “Tidak ada!” Ketika ia hendak menutup pintu, anak miskin itu berkata, “Kami sudah menduga kakak tidak punya lilin. Mama dan saya khawatir karena kakak tinggal sendirian. Ini, saya membawa dua lilin untuk kakak.” Rasul Paulus memberitahukan tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan, meskipun mereka sangat miskin, mereka kaya dalam kemurahan hati. Mereka memberikan persembahan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak supaya mereka beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak daripada yang diharapkan (ay. 1-5). Kita tidak harus kaya dan berlebih untuk berbagi. Meskipun miskin, kita bisa memiliki hati yang kaya; kaya dengan kemurahan, pengampunan, kebajikan, perhatian, bahkan kaya dengan sukacita dan semangat. Sebaliknya, ada orang yang meskipun berkecukupan, sesungguhnya hatinya miskin; ia enggan berbagi dan miskin dalam kebajikan. HENDAKLAH KITA MISKIN DALAM KEJAHATAN DAN KAYA DALAM KEBAJIKAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Pengkhotbah 1-3 dan Lukas 22:24-46.

No comments:

Post a Comment