I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya) – Discipleship.
Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih
lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang
murid.” Setelah kita mengerti bahwa setiap kita ini sudah dipilih, diutus
untuk PERGI memberitakan kabar baik/Injil keselamatanNya. Sebenarnya
bagaimana praktek/aplikasi yang mudah untuk kita anak-anak Tuhan melakukannya?
Belajar praktek dalam sekolah “kehidupan”/Kominitas Sel: dimulai dari komunitas
yang terkecil. Keluarga rohani: tempat dimana kita bisa SALING mempraktekkan
Gaya Hidup Kristus. Saling memuridkan satu dengan yang lain. Dari pengalaman selama 15 tahun berkomunitas
dalam
keluarga rohani, saya bertumbuh dalam hal-hal spiritual, tidak hanya belajar berdoa, belajar berkomitmen untuk membaca
alkitab 1 tahun
selesai, belajar
lebih peduli dengan sesama dll. Banyak
hal yang saya dapatkan dalam hal dimuridkan dan memuridkan. Tidak ada pertumbuhan dengan rasa
nyaman, tetapi
kita akan terus bertumbuh jika kita ada dalam gaya hidup Kristus:
Dimuridkan/Memuridkan. Ikutilah
pembahasan besok, pentingnya
seorang Mentor dalam “rohani” tidak hanya dalam
kehidupan spiritual kita saja tetapi kehidupan jasmani juga. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Yesaya 5-6
PB: Filemon
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Kamis,
28 September 2017. KOK
MENUNGGU TERDESAK. Bacaan: 2
Tawarikh 33:1-20. Dalam
keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia
sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya (2 Tawarikh 33:12). Tawar-menawar ternyata tak hanya terjadi
antara pembeli dan penjual. Kita kadang-kadang juga tawar-menawar dengan Allah
sehubungan dengan keputusan-Nya. Saat sakit keras, misalnya, kita membujuk
Allah dengan mengobral janji akan melayani-Nya bila diberi kesembuhan. Atau,
saat mengalami kesusahan, kita mencoba menawar Allah agar memberi kita
kemurahan dan meringankan beban hidup kita. Manasye adalah raja Yehuda yang jahat
di hadapan Tuhan. Ia menyembah berhala dan mendirikan bukit pengorbanan. Ia
mempersembahkan anak-anaknya sendiri sebagai korban dalam api. Ia pun melakukan
sihir, ramal, dan telaah, serta memanggil roh orang mati. Allah pun
menghukumnya. Asyur menyerang dan mengalahkan Yehuda. Manasye ditangkap dan
ditawan ke Babel. Di dalam keadaan terdesak ini, Manasye ingat akan Tuhan dan
merendahkan diri dalam penyesalan. Ia berharap Tuhan mau menolong dan
menyelamatkan dirinya dan bangsa Yehuda dari Babel. Tuhan mendengarkan
dan memulihkan keadaan Manasye, yang selanjutnya hidup takut akan Tuhan. Kita sering kali hidup seperti Manasye,
yaitu tidak taat pada Tuhan. Saat ada peristiwa yang membuat keadaan kita susah
dan berat, kita berusaha menawar Tuhan dan mengatakan janji untuk bertobat,
asalkan Tuhan terlebih dahulu menyelamatkan kita. Pertanyaannya, kenapa kita
harus mengalami keadaan yang tidak menyenangkan dulu, baru mau bertobat? Ketika
menyadari perbuatan kita melawan Allah, seharusnya kita langsung bertobat tanpa
menunggu terdesak oleh akibat dosa itu. KITA BERTOBAT BUKAN KARENA MENANGGUNG
KONSEKUENSI DOSA, MELAINKAN KARENA TELAH MENYAKITI HATI ALLAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 5-6 dan Filemon.

No comments:
Post a Comment