Thursday, 28 September 2017

28 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya) – Discipleship. Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” Setelah kita mengerti bahwa setiap kita ini sudah dipilih, diutus untuk PERGI memberitakan kabar baik/Injil keselamatanNya. Sebenarnya bagaimana praktek/aplikasi yang mudah untuk kita anak-anak Tuhan melakukannya? Belajar praktek dalam sekolah “kehidupan”/Kominitas Sel: dimulai dari komunitas yang terkecil. Keluarga rohani: tempat dimana kita bisa SALING mempraktekkan Gaya Hidup Kristus. Saling memuridkan satu dengan yang lain. Dari pengalaman selama 15 tahun berkomunitas dalam keluarga rohani, saya bertumbuh dalam hal-hal spiritual, tidak hanya belajar berdoa, belajar berkomitmen untuk membaca alkitab 1 tahun selesai, belajar lebih peduli dengan sesama dll. Banyak hal yang saya dapatkan dalam hal dimuridkan dan memuridkan. Tidak ada pertumbuhan dengan rasa nyaman, tetapi kita akan terus bertumbuh jika kita ada dalam gaya hidup Kristus: Dimuridkan/Memuridkan. Ikutilah pembahasan besok, pentingnya seorang Mentor dalam “rohanitidak hanya dalam kehidupan spiritual kita saja tetapi kehidupan jasmani juga. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Yesaya 5-6
PB: Filemon

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 28 September 2017. KOK MENUNGGU TERDESAK. Bacaan: 2 Tawarikh 33:1-20. Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya (2 Tawarikh 33:12). Tawar-menawar ternyata tak hanya terjadi antara pembeli dan penjual. Kita kadang-kadang juga tawar-menawar dengan Allah sehubungan dengan keputusan-Nya. Saat sakit keras, misalnya, kita membujuk Allah dengan mengobral janji akan melayani-Nya bila diberi kesembuhan. Atau, saat mengalami kesusahan, kita mencoba menawar Allah agar memberi kita kemurahan dan meringankan beban hidup kita. Manasye adalah raja Yehuda yang jahat di hadapan Tuhan. Ia menyembah berhala dan mendirikan bukit pengorbanan. Ia mempersembahkan anak-anaknya sendiri sebagai korban dalam api. Ia pun melakukan sihir, ramal, dan telaah, serta memanggil roh orang mati. Allah pun menghukumnya. Asyur menyerang dan mengalahkan Yehuda. Manasye ditangkap dan ditawan ke Babel. Di dalam keadaan terdesak ini, Manasye ingat akan Tuhan dan merendahkan diri dalam penyesalan. Ia berharap Tuhan mau menolong dan menyelamatkan dirinya dan bangsa Yehuda dari Babel. Tuhan  mendengarkan dan memulihkan keadaan Manasye, yang selanjutnya hidup takut akan Tuhan. Kita sering kali hidup seperti Manasye, yaitu tidak taat pada Tuhan. Saat ada peristiwa yang membuat keadaan kita susah dan berat, kita berusaha menawar Tuhan dan mengatakan janji untuk bertobat, asalkan Tuhan terlebih dahulu menyelamatkan kita. Pertanyaannya, kenapa kita harus mengalami keadaan yang tidak menyenangkan dulu, baru mau bertobat? Ketika menyadari perbuatan kita melawan Allah, seharusnya kita langsung bertobat tanpa menunggu terdesak oleh akibat dosa itu. KITA BERTOBAT BUKAN KARENA MENANGGUNG KONSEKUENSI DOSA, MELAINKAN KARENA TELAH MENYAKITI HATI ALLAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Yesaya 5-6 dan Filemon.

No comments:

Post a Comment