Wednesday, 20 September 2017

20 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH, mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan. Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban persembahan pujian). Dibagian ke 3: BARAK (berlutut). Lukas 17:15-16, 15Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16lalu TERSUNGKUR di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.” Tersungkur = berlutut/posisi merendahkan diri dihadapan Tuhan. Menyadari siapa Tuhan dan siapa kita. Bahwa Tuhan sedemikian mulia, besar, agung dan luar biasa! Mau MENGASIHI kita manusia yang terbatas ini! Orang yang dicintai Tuhan Yesus suka MENYEMBAH dan menunjukkan tindakan menyembah yang nyata. Marilah kita menjadi penyembah yang aktif, responsif yang sesuai Firman Tuhan. Pernahkah kita memprakteknya, berlutut/tersungkur saat menyembah DIA/saat kita berdoa? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Pengkhotbah 4-6
PB: Lukas 22: 47-70

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
TUHAN MENGIRIMKAN BANTUAN, TAHUKAH KITA? Keluaran 17:9, “Musa berkata kepada Yosua: 'Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.'” Keluaran 17:10, “Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.” Keluaran 17:12, “Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.” Keluaran 17:13, “Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.” Aneh, tapi nyata… begitulah yang terjadi saat bangsa Israel berperang melawan orang Amalekh. Bila kita pelajari secara seksama, sangat bagus kita renungkan sekaligus kita pakai analogi kejadia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. TUHAN bekerja melalu “tangan Musa”. Keyakinan Yosua pada Musa, Kerjasama Harun dan Hur menopang Musa, dan kerjakeras bertempur sampai matahari terbenam. Ada 4 elemen yang secara bersama-sama bekerja sehingga memenangkan bangsa Israel. Moral yang bisa kita sarikan adalah bahwa TUHAN memiliki rencana yang indah melalui karya dan ciptaan-Nya yang tentunya tidak mungkin kita jangkau dengan otak kita - Percaya saja, seperti Yosua pada setiap perkataan Musa yang sudah diberikan mandat oleh-Nya. Dalam hidup kita, TUHAN pun sudah mengutus “Musa-Musa” yang membawa pesan dari TUHAN untuk menjawab doa kita. Selanjutnya, kita harus mencari ‘keluarga-family’ yang sama-sama percaya dan mau mendukung kita dan terakhir tentunya kita harus berjuang-bekerja keras dengan maksimal, agar setiap langkah kta mampu memberikan hasil yang ‘terbaik’ menurut ukuran TUHAN. Bapa, terima kasih untuk kesempatan menerima berkat dari-Mu. Ingatkan kami bahwa, Engkau telah mengirimkan Musa-musa yang akan membantu perjuangan hidup kami. Dukung kami ya Tuhan Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 45-48.
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 20 September 2017. IDENTITAS BARU KITA. Bacaan: 2 Korintus 5:11-21. Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Saya masih ingat betapa canggungnya saya selama seminggu pertama duduk di bangku kuliah. Selang satu bulan usai perpisahan dengan teman-teman SMA, pakaian saya berubah dari putih abu-abu menjadi pakaian bebas. Di universitas kami dilatih mandiri, tidak ada guru yang mengingatkan tentang nilai ulangan yang jelek, absensi, tugas yang belum selesai, dan sebagainya. Butuh penyesuaian identitas. Saya terus mengingatkan diri bahwa saya adalah mahasiswa, bukan lagi anak SMA. Saya tidak bisa membawa gaya hidup anak SMA di universitas. Begitu juga dengan identitas kita di dalam Kristus. Kita adalah ciptaan baru. Sebagai ciptaan baru, kita perlu memiliki panduan hidup yang baru dan gaya hidup yang baru pula. Kita tidak bisa menggunakan cara hidup yang lama untuk menjalani kehidupan yang baru. Sebagai ciptaan baru, kita perlu menggunakan firman Tuhan sebagai panduan hidup kita. Kita diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, agar kita tidak hidup menuruti keinginan daging dan mengikuti arus tuntutan dunia. Sebaliknya, kita hidup menurut prinsip etika yang benar berdasarkan firman Tuhan. Acap kali kita lupa akan identitas kita di dalam Kristus. Kita lupa bahwa kita adalah anak Tuhan. Kita lupa bahwa kita ini lebih dari seorang pemenang. Mirip dengan cara seorang mahasiswa baru, kita dapat mengingatkan diri kita tentang jati diri kita setiap hari. Ya, bahwa kita adalah anak dari Yang Mahatinggi dan kita diciptakan untuk melakukan perkara yang gagah perkasa. MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN DAPAT MENOLONG KITA MENGINGATKAN JATI DIRI KITA SEBAGAI CIPTAAN BARU DI DALAM KRISTUS. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Pengkhotbah 4-6 dan Lukas 22:47-71.

No comments:

Post a Comment