I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” KASIH Tuhan memungkinkan kita untuk
mengalami kepenuhan Allah / pleroma / penuh / berkelimpahan / komplit /
mencapai tujuan yang diharapkan, termasuk menjadi “seperti Kristus”. Contohnya:
Yusuf, Rasul Paulus dan berbagai pahlawan iman lainnya. Mereka semua pernah
mengalami ujian hidup yang luar biasa, pernah merasakan kekecewaan yang
mendalam, ditolak, doa yang belum terjawab. Tetapi mereka tetap setia karena
mereka semua telah mengalami 4 dimensi Allah yang Ilahi, mereka mengenal betapa
lebar, panjang, tinggi dan dalamNya KASIH Allah. Bila seseorang telah hidup
dalam 4 Dimensi KASIH Ilahi ini maka ia juga akan mengalami kehidupan yang
besar, maksudnya: hidup dalam kebesaran jiwa, memandang kehidupannya sebagai
kepercayaan yang besar dari Allah untuk diturunkan bagi generasi yang akan
datang. Kehidupan yang besar adalah menjadi bagian dari sesuatu yang lebih
besar dari diri kita sendiri yaitu: Allah dan rencanaNya bagi hidup kita.
Sudahkah kita mengalami kepenuhan KASIH Allah yang lebar, panjang, tinggi dan
dalam? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 16-18
PB: Lukas 19:28-48
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
(Sumber: Life Full Lives/Hidup dalam Kepenuhan Allah/Ps
Jimmy Oentoro)
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 13 September 2017. HIDUP YANG BERGUNA.
Bacaan: 1 Korintus 13:1-7. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa
manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama
dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing (1 Korintus 13:1).
Banyak orang tergerak untuk melakukan kebaikan, menunjukkan kepedulian bagi
mereka yang lemah dan tak berdaya. Sayangnya, khususnya di tengah situasi
bencana, kepedulian tak jarang menjadi komoditas persaingan untuk menonjolkan
keunggulan masing-masing. Padahal, tanpa didasari oleh ketulusan, kepedulian
kita menjadi sia-sia. Terlebih lagi jika motivasi kita sekadar mencari
eksistensi diri, pujian, bahkan keuntungan. Saat pamrih yang diharapkan tak
juga diraih, kita berhenti berbuat baik karena kecewa dan merasa rugi. Rasul
Paulus menekankan kepada jemaat Korintus bahwa memiliki karunia roh tanpa mempunyai
kasih itu tidak berguna. Karunia rohani dapat memenuhi kehendak Allah hanya
jika dikendalikan oleh prinsip kasih. Umat Tuhan harus bersungguh-sungguh dalam
kasih dan berusaha memperoleh karunia roh karena memiliki kerinduan yang tulus
untuk menolong, menghibur, dan memberkati orang lain. Saat kasih menjadi jati
diri, seseorang akan memiliki kepedulian terhadap sesama sekalipun
kepeduliannya tidak menghasilkan keuntungan, bahkan sebaliknya menuntutnya
untuk banyak berkorban. Kerugian tidak pernah membuat pengikut Kristus jera
melakukan kasih. Kita perlu menjadikan kasih sebagai lem perekat atau garam
yang menghilangkan rasa tawar. Kiranya di antara kita ada jalinan persekutuan
yang indah. Sekalipun karunia kita berbeda-beda, kasih Kristus mempersatukan,
merekatkan, dan memberi rasa untuk bersinergi dalam berkarya bagi
kemuliaan-Nya. GEREJA MEMANCARKAN DAYA SURGAWI KETIKA KASIH MENJADI JIWA DAN
JATI DIRI KEHIDUPANNYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Amsal 16-18 dan Lukas 19:28-48.

No comments:
Post a Comment