I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kata dalam dalam bahasa aslinya
adalah bahtos yang artinya kedalaman/tempat yang dalam. Dalam
penerapannya dimensi ini berbicara tentang memiliki akar yang kokoh/akar yang
dalam. Bertahan tidaknya sebuah pohon tergantung dari kuat tdknya akar pohon
tersebut untuk tetap bercokol di tanah. Disamping itu dimensi dalam juga
berbicara tentang membangun akar yang kokoh dalam keluarga dan Gereja. Rasul
Paulus didalam kitab Roma 8:35,38-39 mengatakan bahwa tidak ada yang dapat
memisahkan kita dari kasih Allah. Ketika kita merasa berada dalam lembah dosa
sekalipun, kasih Allah tetap bersama kita. Ketika Adam dan Hawa melanggar
perintah Allah dengan memakan buah terlarang, mereka takut dan bersembunyi,
tetapi Allah mencari mereka. Apakah ketika kita gagal Allah berhenti mengasihi
kita? Tidak! Sebaliknya, IA mencari dan mengangkat kita kembali. Seperti itulah
DALAM-Nya KASIH Kristus kepada kita.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 148-149
PB: Lukas 15:11-32
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
KU MAU SPERTI MU YESUS.
Yeremia 9:3, “Mereka melenturkan lidahnya seperti busur;
dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri.”
Yeremia 9:4, “Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap
temannya, dan janganlah percaya kepada saudara manapun, sebab setiap saudara
adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian kemari sebagai pemfinah.”
Yeremia 9:5, “Yang seorang menipu yang lain dan tidak
seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata
dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.”
Yeremia 9:23, “Beginilah firman TUHAN, Janganlah orang
bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah
karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya.”
Ratapan yang disampaikan nabi Yeremia menunjukkan bahwa,
umat Israel begitu bobrok tingkah laku dan moralnya, mereka tidak pernah
melakukan pertobatan. Perbuatan yang mereka lakukan bukannya mengurangi
kesedihan TUHAN, melainkan menambah amarah-Nya. Satu pribadi dengan yang lain,
tidak ada kesepakatan yang benar, yang ada adalah tipu dusta dan fitnah. Firman
TUHAN: jangan bermegah diri-sombong, merasa paling hebat, karena itu semua
adalah sia-sia. TUHAN ingin mereka mengenal dan mengikuti, hidup penuh dengan
Kasih-Setia, Keadilan dan kebenaran. Kehidupan kita saat ini, hampir mirip
dengan kejadian yang disampaikan nabi Yeremia, penuh dengan tipu-iri
dengki-fitnah dan dendam-kebencian. Kita tidak tahu siapa lawan dan siapa
kawan, hidup sulit untuk memiliki kepercayaan dan kebersamaan bahkan terhadap
orang yang dekat dengan kita sekalipun. Puji syukur bahwa kita memiliki TUHAN
yang setia, selalu mengerti dan memberikan reminder setiap saat, walaupun
sering kita tidak melihat-merasakannya karena kesombongan dan harga diri yang
terlalu tinggi. Merendahkan diri dihadapan-Nya, hidup dalam Firman-Nya, ikuti
teguran dan nasehat TUHAN, itulah jalan kedamaian dan hidup yang bersahaja.
Bapa disurga, hanya Engkau yang peduli pada hidup kami. Terima kasih juga
TUHAN, engkau mengirimkan pesan-teman dan reminder tanpa henti kepada kami.
Kami mau mengikut Engkau, hidup penuh kasih-pengampunan, hidup dalam Firman dan
kebenaran-Mu. Amin. “Ku mau sperti-Mu Yesus, Disempurnakan slalu. Dalam setiap
jalanku, memuliakan nama-Mu.” Jesus Loves you.
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 46 - 49
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #kasih
#pengampunan
Anda diberkati - Like Page FB #Jesuslovesyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 6 September 2017. GEMBALA SEJATI ATAU UPAHAN.
Bacaan: Yohanes 10:1-18. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak
memperhatikan domba-domba itu (Yohanes 10:13). Persis 1 Januari 2017, kapal
wisata Zahro Express yang sarat penumpang terbakar di perairan Kepulauan
Seribu. Puluhan penumpang meninggal dunia. Saat kapal mulai terbakar, kapten
kapal justru melompat lebih dulu untuk menyelamatkan diri. Sikap sang kapten
ini disesalkan oleh Direktur Hubungan Laut-Kementerian Perhubungan. “Kapten
yang melompat duluan bukanlah kapten,” sesalnya. Firman Tuhan hari ini
berbicara hal serupa. Ciri seorang gembala sejati ialah rela mengorbankan
nyawanya demi menyelamatkan domba-dombanya, ketika serigala hendak memangsa
mereka. Itulah Kristus yang patut kita teladani. Namun gembala upahan akan
segera lari menyelamatkan diri dan membiarkan kawanan domba gembalaannya
berjuang sendiri dimangsa gerombolan serigala. Anda dan saya, dalam skala
berbeda-beda, adalah pemimpin atau gembala. Baik di rumah tangga, sekolah,
gereja, masyarakat, atau dunia kerja. Tuhan menempatkan setiap kita dalam peran
yang unik agar kita mengambil tanggung jawab sebagai gembala sejati. Yakni yang
rela memberi sepenuh hidup kita, untuk menjagai kawanan domba yang
dipercayakan-Nya. Sebab, kawanan domba itu harus menghadapi berbagai tantangan dunia
ini: pornografi, kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual, bullying,
penyalahgunaan narkotika, korupsi, intoleransi, dan masih banyak lagi. Di
manakah posisi kita saat ini? Di bagian depan di mana kita menjagai kawanan
domba kita, atau acuh tak acuh sebab kita hanyalah gembala upahan? Setia
menjaga tanggung jawab sebagai gembala, adalah suatu kehormatan. SEORANG KAPTEN
SEJATI MEMASTIKAN SELURUH PENUMPANG SELAMAT, NASIBNYA SENDIRI TIDAKLAH IA
DAHULUKAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur
148-150 dan Lukas 15:11-32.
GNCC
Yesus memberikan kepada kita AIR HIDUP supaya memancar dan
bukan untuk disimpan di tandon. #gncc #maturity
Xavier Quentin Pranata
“Dalam suka maupun duka, keluarga inti tetap yang paling
berharga” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment