Sunday, 10 September 2017

10 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Efesus 2:4-7, “Tetapi Allah yang kaya dengan RAHMAT, oleh karena KASIH-Nya yang BESAR yang diLIMPAHKAN-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita-- oleh KASIH KARUNIA kamu diselamatkan--” Ada 2 kata yang dipakai untuk menggambarkan cara Tuhan memperlakukan kita adalah RAHMAT & KASIH. Rahmat/belas kasihan dinyatakan ketika kita tidak menerima apa yang sepantasnya kita terima. Allah yang kaya akan rahmat mengampuni kita sekalipun kita telah memberontak. KASIH Karunia dinyatakan ketika kita menerima apa yang tidak sepantasnya kita terima. Kita patut bersyukur karena Allah telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus (ayat 5) sekalipun kita telah mati dan tidak berdaya didalam pelanggaran dan dosa kita. Kata menghidupkan = membuat jadi hidup memiliki arti membangkitkan dari kematian untuk hidup bersama Kristus. Manusia terdiri dari tubuh jiwa dan Roh. Roh adalah bagian kehidupan manusia yang berhubungan dengan Allah, bila seseorang belum menerima Kasih Karunia Allah ,Rohnya mati,walaupun tubuh dan jiwanya hidup.Kasih Karunia membuat Roh seseorang meresponi Allah dalam hal-hal rohani. Inilah yang dimaksud dengan kelahiran baru. Melalui Roh Kudus, IA membangkitkan Roh kita dengan FirmanNya, kebangkitan rohani terjadi saat orang berdosa mendengar firmanNya dan PERCAYA (Yoh 5:24) lebih dari itu kini kita hidup bersama Kristus, sebagai bagian dari tubuhNya (Efesus 1:22-23) sehingga kita dapat mengalami KUASA dan KEBANGKITANNya (Efesus 1:19-20). Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 8-9
PB: Lukas 18:1-17

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 10 September 2017. MELAWAN KANTUK. Bacaan: Matius 26:36-44. Lalu Ia berkata kepada Petrus, "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?" (Matius 26:40). Sebuah penelitian di Amerika melaporkan berapa lama orang menghabiskan waktu dalam sehari untuk menatap monitor piranti elektroniknya. Anak-anak menghabiskan waktu rata-rata 6 jam, remaja 9 jam, dan orang dewasa 2 jam. Angka-angka tersebut menandakan betapa banyak perhatian orang tersedot oleh piranti elektronik. Bagaimana jika dibandingkan dengan penggunaan waktu untuk berdoa? Peristiwa di Taman Getsemani antara lain menyoroti aspek ini. Salah satu rintangan orang untuk berdoa dengan khusyuk adalah rasa kantuk, seperti yang dialami murid-murid Yesus. Mendapati mereka tertidur, Yesus menantang mereka untuk berdoa dan melawan kantuk paling tidak satu jam (ay. 40). Nyatanya, mereka kembali tertidur. Tampaknya doa bukan aktivitas yang memikat perhatian sehingga orang tahan berjaga-jaga selama beberapa jam untuk melakukannya. Pertanyaannya, seberapa erat hati kita melekat pada Yesus? Seberapa besar minat dan kerinduan kita untuk bersekutu bersama-Nya? Jika kita menganggap berdoa dan bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya itu sebagai aktivitas yang penting, kita akan memprioritaskannya, mengatasi rintangan yang mungkin muncul, dan meluangkan waktu khusus untuk melakukannya. Selain itu, kita perlu mengubah cara pandang tentang doa. Doa bukanlah beban atau kewajiban yang memberatkan. Sebaliknya, doa adalah kehormatan dan kesempatan untuk bersekutu dengan Tuhan yang begitu mengasihi kita. Tidakkah kita bersukacita meluangkan waktu dengan-Nya? BERDOA ADALAH KESEMPATAN ISTIMEWA UNTUK MELUANGKAN WAKTU KHUSUS BERSAMA DENGAN TUHAN YANG MENGASIHI KITA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 8-9 dan Lukas 18:1-17.

No comments:

Post a Comment