I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 2:4-7, “Tetapi Allah yang kaya dengan RAHMAT, oleh karena KASIH-Nya
yang BESAR yang diLIMPAHKAN-Nya kepada kita, 5telah menghidupkan kita
bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan
kita-- oleh KASIH KARUNIA kamu diselamatkan--” Ada 2 kata yang dipakai
untuk menggambarkan cara Tuhan memperlakukan kita adalah RAHMAT & KASIH.
Rahmat/belas kasihan dinyatakan ketika kita tidak menerima apa yang sepantasnya
kita terima. Allah yang kaya akan rahmat mengampuni kita sekalipun kita telah
memberontak. KASIH Karunia dinyatakan ketika kita menerima apa yang tidak
sepantasnya kita terima. Kita patut bersyukur karena Allah telah menghidupkan
kita bersama-sama dengan Kristus (ayat 5) sekalipun kita telah mati dan tidak
berdaya didalam pelanggaran dan dosa kita. Kata menghidupkan = membuat jadi
hidup memiliki arti membangkitkan dari kematian untuk hidup bersama Kristus.
Manusia terdiri dari tubuh jiwa dan Roh. Roh adalah bagian kehidupan manusia
yang berhubungan dengan Allah, bila seseorang belum menerima Kasih Karunia
Allah ,Rohnya mati,walaupun tubuh dan jiwanya hidup.Kasih Karunia membuat Roh
seseorang meresponi Allah dalam hal-hal rohani. Inilah yang dimaksud dengan
kelahiran baru. Melalui Roh Kudus, IA membangkitkan Roh kita dengan FirmanNya,
kebangkitan rohani terjadi saat orang berdosa mendengar firmanNya dan PERCAYA
(Yoh 5:24) lebih dari itu kini kita hidup bersama Kristus, sebagai bagian dari
tubuhNya (Efesus 1:22-23) sehingga kita dapat mengalami KUASA dan
KEBANGKITANNya (Efesus 1:19-20). Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 8-9
PB: Lukas 18:1-17
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 10 September 2017. MELAWAN KANTUK.
Bacaan: Matius 26:36-44. Lalu Ia berkata kepada Petrus, "Tidakkah kamu
sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?" (Matius 26:40). Sebuah
penelitian di Amerika melaporkan berapa lama orang menghabiskan waktu dalam
sehari untuk menatap monitor piranti elektroniknya. Anak-anak menghabiskan
waktu rata-rata 6 jam, remaja 9 jam, dan orang dewasa 2 jam. Angka-angka
tersebut menandakan betapa banyak perhatian orang tersedot oleh piranti
elektronik. Bagaimana jika dibandingkan dengan penggunaan waktu untuk berdoa?
Peristiwa di Taman Getsemani antara lain menyoroti aspek ini. Salah satu
rintangan orang untuk berdoa dengan khusyuk adalah rasa kantuk, seperti yang
dialami murid-murid Yesus. Mendapati mereka tertidur, Yesus menantang mereka
untuk berdoa dan melawan kantuk paling tidak satu jam (ay. 40). Nyatanya,
mereka kembali tertidur. Tampaknya doa bukan aktivitas yang memikat perhatian
sehingga orang tahan berjaga-jaga selama beberapa jam untuk melakukannya.
Pertanyaannya, seberapa erat hati kita melekat pada Yesus? Seberapa besar minat
dan kerinduan kita untuk bersekutu bersama-Nya? Jika kita menganggap berdoa dan
bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya itu sebagai aktivitas yang penting,
kita akan memprioritaskannya, mengatasi rintangan yang mungkin muncul, dan
meluangkan waktu khusus untuk melakukannya. Selain itu, kita perlu mengubah
cara pandang tentang doa. Doa bukanlah beban atau kewajiban yang memberatkan.
Sebaliknya, doa adalah kehormatan dan kesempatan untuk bersekutu dengan Tuhan
yang begitu mengasihi kita. Tidakkah kita bersukacita meluangkan waktu
dengan-Nya? BERDOA ADALAH KESEMPATAN ISTIMEWA UNTUK MELUANGKAN WAKTU KHUSUS
BERSAMA DENGAN TUHAN YANG MENGASIHI KITA. Selamat pagi. Selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 8-9 dan Lukas 18:1-17.

No comments:
Post a Comment