Friday, 22 September 2017

22 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH, mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan. Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban persembahan pujian). Dibagian ke 3: BARAK (berlutut), merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari siapa Tuhan yang begitu MULIA, agung, besar dan mau mengasihi kita manusia yang terbatas. Dibagian 4 adalah HALAL = to show, to boast, to be foolish, to be unashamed = bangga, nekad, gila-gilaan dan tidak malu. Dibagian ke 5: SABACH artinya bersorak sorai dengan suara keras. Mazmur 47:2, “Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!” Bersorak-sorai tidak mungkin tenang/diam. Bersorak sorai pasti keras. Menjadi antusias bukan karena usia. Kata antusias = EN THEOS artinya DIDALAM Tuhan, antusias bukan karena usia/budaya/kebiasaan tetapi tentang BEING IN GOD/BERADA DIDALAM Tuhan. Kalau kita berada DIDALAM Tuhan/EN THEOS, kita nggak akan tahan untuk tidak antusias, nggak tahan untuk memuji dengan bertepuk tangan/bersorak sorai. Pujialah DIA karena sabach/praising GOD loudly! Jadilah penyembah yang aktif dan responsif yang sesuai dengan Firman Tuhan.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Pengkhotbah 10-12
PB: Lukas 23:26-56

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
PANDANG WAJAH TUHAN. 1 Tawarikh 16:11, “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” 1 Tawarikh 16:12, “Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya.” 1 Tawarikh 16:14, “Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.” 1 Tawarikh 16:18, “firman-Nya: 'Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu.’” Carilah TUHAN Allahmu, dalam segala situasi - maka Ia yang Agung, berkuasa, akan selalu hadir dan melindungi kita. Mencari wajah Allah, sudahkah kita lakukan? TUHAN tidak pernah sedetikpun meninggalkan kita, pernahkah kita menyadarinya? Kapankah kita panggil Dia untuk masuk dalam hati dan hidup kita? Dia tidak pernah ingkar, Dia tidak pernah lupa dan Dia Allah yang setia, apapun yang kita lakukan ,Dia dengan begitu sabar dan setia selalu menunggu kehadiran kita. Masihkah kita ragu, perlukah kita banyak berpikir? Melihat wajah TUHAN dalam kehidupan sehari-hari, memiliki arti yang dalam - selalu mengingat Dia dalam setiap langkah hidup kita. Saat senang, saat susah, saat makan, menjelang tidur, saat beraktivitas, kita harus mengingat keberadaan Dia. Nasehat yang begitu lembut agar kita tidak melupakan Dia barang sedetikpun, karena Dialah penjaga kita, Dialah sumber kekuatan kita, dan Dialah yang berkuasa mengubah keadaan kita. Bila saat ini kita sedang berduka, gundah, bingung, penuh kegelisahan hidup - mengapa tidak pandang dan panggil Dia? untuk ubah hidup dan selamatkan kita ? TUHAN menunggu langkah kita.
“Pandang saja kepada Yesus, Dia yang kucinta
 Pandang saja kepada Yesus, Dia yang berkuasa
 Pandang saja kepada Yesus dengan bersuka
 Pandang trus pada Yesus, hati gembira”
Terima kasih Tuhan, atas penghiburan-Mu hari ini. Masuk dan urapilah kami dengan seluruh kasih kuasa-Mu. Kami siap menjadi anak-Mu. Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 5-6.
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 22 September 2017. NYANYIAN PARA PEKERJA. Bacaan: Mazmur 5:1-4. TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku (Mazmur 5:4). Di dekat rumah saya, ada gedung yang tengah dibangun. Suatu pagi, saya mendengarkan suara nyanyian pujian yang berkumandang dari bangunan tersebut. Saya tercengang mengetahui para pekerja sedang berdiri memuji Tuhan sebelum berdoa bersama untuk memulai hari mereka dengan segala kesibukan dalam pekerjaan. Pagi hari sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk berdoa dan memuji Tuhan. Pada saat kita akan memulai segala kesibukan, kedua hal tersebut seharusnya menduduki peran penting dalam kehidupan kita. Bagi Daud, pagi hari dianggapnya sebagai waktu yang tepat untuk berseru kepada Tuhan dan mendengarkan suara-Nya (ay. 4). Saat pagi pikiran masih segar dan belum terbebani berbagai macam urusan. Seperti Daud dalam bacaan hari ini dan seperti para pekerja dalam cerita di atas, kita memprioritaskan untuk berdoa dan menyembah Tuhan pada waktu pagi karena menganggapnya sebagai hal yang penting bagi jiwa kita. Baik melalui kata-kata, meditasi, nyanyian, tangisan, doa, maupun pujian, ibadah pagi memampukan kita mendengar suara Allah secara lebih jelas, memurnikan hati kita untuk memancarkan terang sepanjang hari, dan memampukan kita memilih yang baik dan meninggalkan yang jahat demi kemuliaan nama-Nya. Allah yang kita sembah layak untuk mendapatkan waktu terbaik kita saat hendak memulai hari. Dan, waktu bersama-Nya tersebut akan menjadi kekuatan bagi kita untuk memulai hari yang masih menjadi misteri dan untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi. DOA PADA PAGI HARI MAMPU MEMBERI KEKUATAN SEPANJANG HARI. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Pengkhotbah 10-12 dan Lukas 23:26-56.

GNCC
Kekristenan tanpa perubahan hidup adalah kekristenan yang gagal. #gncc #maturity

No comments:

Post a Comment