I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya) – Discipleship.
Setelah di Minggu ke-1 kita belajar kalau kita dicintaiNya, kita nggak akan
bisa tinggal diam, kita pasti rindu untuk menyaksikan cintaNya dengan BERSAKSI.
Di Minggu ke-2: kalau kita sudah dicintaiNya, kita pasti juga ingin
mencintaiNya yaitu dengan MELAYANI-Nya. Di Minggu ke-3 kemarin kita belajar
kalau kita dicintaiNya kita pasti suka memuji/worship/MENYEMBAH DIA dengan yadah,
tawdah, barack, halal, shabach, zamar dan tehilah.
Di Minggu ini/Minggu ke 4 kalau kita dicintaiNya: kita tidak hanya diutus untuk
pergi memberitakan kerajaanNya tetapi juga menjadikan orang-orang yang baru
percaya pada Yesus itu menjadi MURID kerajaanNya. Setelah kebangkitanNya dan
pengangkatanNya ke surga, Yesus memberikan tugas khusus kepada para
muridNya/kita semua. Kitab Matius mencatat didalam Matius 28:18-20, “18Yesus
mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman.’” Banyak orang menjadi murid
Kristus/penjala manusia pergi dan menuntun orang lain untuk menerima Yesus,
tetapi mengabaikan langkah selanjutnya :(. Padahal langkah berikutnya itulah
yang penting yakni menjadikan orang yang telah percaya itu MURID juga. Tugas
kita sebagai murid kerajaanNya adalah bermultiplikasi yaitu menjadikan orang
yang dimenangkan tidak hanya percaya saja, tetapi juga menjadi MURID
kerajaanNya. Sudahkah kita yang dicintaiNya ini menjalankan Amanat Agung Tuhan
Yesus ini? Pergi atau diutus dan menjangkau jiwa-jiwa untuk menjadikan mereka
tidak hanya percaya tetapi juga menjadi MURID. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Kidung Agung 4-5
PB: Lukas 24:36-53
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 24 September 2017. BERBEDA TETAPI
BERSAMA. Bacaan: 2 Samuel 2:1-7. “Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan
kasih dan setia-Nya kepadamu. Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu,
karena kamu telah melakukan hal yang demikian” (2 Samuel 2:6). Pencarian
seorang pemimpin bangsa melalui pemilihan umum sering menyebabkan terbelahnya rakyat
pendukung calon pemimpin yang bertarung. Persaingan ini kadang menimbulkan
permusuhan yang masih membekas seusai perhelatan politik itu. Permusuhan ini
akan berkepanjangan jika pemimpin terpilih tidak berinisiatif untuk melakukan
rekonsiliasi antar anak bangsa. Rekonsiliasi penting karena pemimpin yang
terpilih adalah pemimpin seluruh bangsa, bukan hanya atas pendukungnya. Saat
Daud menjadi raja menggantikan Saul, sesuai dengan petunjuk Allah, ia pergi ke
Hebron. Di situ ia diurapi untuk kedua kalinya. Ini memperlihatkan penerimaan
penduduk wilayah itu terhadap Daud sebagai orang yang diurapi. Namun, sebagai
raja, ia juga harus bijak menghadapi orang-orang yang tidak mendukungnya.
Orang-orang Yabesh-Gilead, misalnya, sangat setia kepada Saul. Namun, hal itu
tidak menjadi ganjalan bagi Daud karena ia lebih mengutamakan kedamaian dan
kesatuan. Oleh karena itu, Daud mengambil inisiatif untuk menghubungi mereka
dan menawarkan persahabatan dengan mereka. Daud sadar bahwa ia adalah raja atas
seluruh bangsanya. Kesadaran ini juga seharusnya yang kita miliki. Kita juga
harus menjalin hubungan atau berteman dengan semua orang apa pun suku, agama,
atau latar belakangnya. Tuhan Yesus sudah memberi teladan dengan mengasihi
semua orang, baik yang menyukai Dia maupun yang membenci Dia. Sudah menjadi
kodrat kita kalau kita diciptakan berbeda satu sama lain. Berbeda, tetapi tetap
bersama. Alangkah indahnya. PELANGI TERLIHAT INDAH KARENA TERDIRI ATAS BERBAGAI
WARNA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Kidung Agung 4-5 dan Lukas 24:36-53.

No comments:
Post a Comment