Monday, 18 September 2017

18 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bacaan: Lukas 17:11-19 – Sepuluh Orang Kusta. Lukas 17:15-16, “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil MEMULIAKAN Allah dengan suara nyaring, lalu TERSUNGKUR di depan kaki Yesus dan MENGUCAP SYUKUR kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.” Orang yang dikasihi/dicintai Tuhan suka menyembah dan menunjukkan tindakan menyembah yang nyata. Bagaimana cara menyembah dan memuji Tuhan? Ada 7 cara di Alkitab yang mengajar kita bagaimana memuji dan menyembah Tuhan yang nyata/kelihatan: (1) YADAH mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan MENGANGKAT TANGAN. Jangan hanya menyembah/mengangkat tangan saat hari Minggu saja tapi responi anugerah dan cintaNya Tuhan dengan mengangkat tangan saat kita memuji/menyembah DIA. Apakah kita sudah membiasakan diri untuk memuji Tuhan dengan mengangkat tangan kita baik saat kita Ibadah Minggu juga disaat ada pertemuan cell group atau saat kita berintimasi dengan Tuhan setiap hari? Mulailah dari sekarang dan tidak ada salahnya untuk mencoba dan berlatih serta membiasakan diri dengan mengangkat tangan saat kita menaik kan pujian.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 30-31
PB: Lukas 22:1-23

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Note: Sumber Bahan Warta Komsel 16 Sept 2017

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 18 September 2017. SEMUA BAGI KEMULIAAN-NYA. Bacaan: Roma 11:25-36. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36). Sebuah lagu cinta syairnya kira-kira berbunyi, “Waktu makan, ingat kamu. Mau tidur, ingat kamu. Mau jalan, ingat kamu.” Ketika kita mencintai seseorang, ia mewarnai segala aspek kehidupan kita. Persoalannya menjadi berbeda dalam hubungan dengan Allah. Aneh memang. Dengan Allah, kita malah penuh perhitungan. Ini buat Allah, ini bagianku. Ini urusan Allah, ini urusanku. Ini hidupku, jangan jadi urusan Allah. Aku makan, ya makan tanpa perlu ingat Dia yang memberi makan. Aku hidup, ya hidup tanpa bersyukur kepada sang Pemberi kehidupan. Menurut Paulus, Allah dan segala keputusan-Nya begitu besar, luas dan akbar, tak terselami oleh akal budi manusia. Manusia tidak mampu menyelami pikiran dan keputusan Allah. Manusia tidak mampu mengetahui persis isi hati Allah. Dia Mahabesar dan kita manusia teramat kecil. Yang pasti, pikiran dan hikmat Allah itu tentu jauh lebih baik bila dibandingkan dengan pikiran dan hikmat manusia. Keputusan-Nya pastilah benar dan tidak pernah salah. Paulus mengingatkan bahwa Allah tidak memerlukan nasihat manusia. Manusialah yang membutuhkan nasihat dan perintah Allah. Semua bermula dan berakhir pada Allah. Apa yang dimiliki, dirasakan, dijalani, diperoleh dan dilakukan manusia semata-mata dari Allah, oleh Allah, dan kepada Allah. Manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Kesadaran akan hal ini semestinya membuat kita melakukan segala sesuatu dengan kesadaran akan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Demikianlah kita memuliakan Allah. KITA HIDUP BUKAN UNTUK MEMUASKAN AMBISI PRIBADI, MELAINKAN UNTUK MEMULIAKAN ALLAH. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 30-31 dan Lukas 22:1-23.

No comments:

Post a Comment