I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Bacaan: Lukas 17:11-19 – Sepuluh Orang Kusta. Lukas 17:15-16, “Seorang dari
mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil MEMULIAKAN Allah
dengan suara nyaring, lalu TERSUNGKUR di depan kaki Yesus dan MENGUCAP SYUKUR
kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.” Orang yang dikasihi/dicintai
Tuhan suka menyembah dan menunjukkan tindakan menyembah yang nyata. Bagaimana
cara menyembah dan memuji Tuhan? Ada 7 cara di Alkitab yang mengajar kita
bagaimana memuji dan menyembah Tuhan yang nyata/kelihatan: (1) YADAH
mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan MENGANGKAT TANGAN. Jangan
hanya menyembah/mengangkat tangan saat hari Minggu saja tapi responi anugerah
dan cintaNya Tuhan dengan mengangkat tangan saat kita memuji/menyembah DIA.
Apakah kita sudah membiasakan diri untuk memuji Tuhan dengan mengangkat tangan
kita baik saat kita Ibadah Minggu juga disaat ada pertemuan cell group
atau saat kita berintimasi dengan Tuhan setiap hari? Mulailah dari sekarang dan
tidak ada salahnya untuk mencoba dan berlatih serta membiasakan diri dengan
mengangkat tangan saat kita menaik kan pujian.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 30-31
PB: Lukas 22:1-23
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
Note: Sumber Bahan Warta Komsel 16 Sept 2017
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 18 September 2017. SEMUA BAGI
KEMULIAAN-NYA. Bacaan: Roma 11:25-36. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan
oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma
11:36). Sebuah lagu cinta syairnya kira-kira berbunyi, “Waktu makan, ingat
kamu. Mau tidur, ingat kamu. Mau jalan, ingat kamu.” Ketika kita mencintai
seseorang, ia mewarnai segala aspek kehidupan kita. Persoalannya menjadi
berbeda dalam hubungan dengan Allah. Aneh memang. Dengan Allah, kita malah
penuh perhitungan. Ini buat Allah, ini bagianku. Ini urusan Allah, ini
urusanku. Ini hidupku, jangan jadi urusan Allah. Aku makan, ya makan tanpa
perlu ingat Dia yang memberi makan. Aku hidup, ya hidup tanpa bersyukur kepada
sang Pemberi kehidupan. Menurut Paulus, Allah dan segala keputusan-Nya begitu
besar, luas dan akbar, tak terselami oleh akal budi manusia. Manusia tidak
mampu menyelami pikiran dan keputusan Allah. Manusia tidak mampu mengetahui persis
isi hati Allah. Dia Mahabesar dan kita manusia teramat kecil. Yang pasti,
pikiran dan hikmat Allah itu tentu jauh lebih baik bila dibandingkan dengan
pikiran dan hikmat manusia. Keputusan-Nya pastilah benar dan tidak pernah
salah. Paulus mengingatkan bahwa Allah tidak memerlukan nasihat manusia.
Manusialah yang membutuhkan nasihat dan perintah Allah. Semua bermula dan
berakhir pada Allah. Apa yang dimiliki, dirasakan, dijalani, diperoleh dan
dilakukan manusia semata-mata dari Allah, oleh Allah, dan kepada Allah. Manusia
tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Kesadaran akan hal ini semestinya
membuat kita melakukan segala sesuatu dengan kesadaran akan pertanggungjawaban
kepada Tuhan. Demikianlah kita memuliakan Allah. KITA HIDUP BUKAN UNTUK
MEMUASKAN AMBISI PRIBADI, MELAINKAN UNTUK MEMULIAKAN ALLAH. Selamat pagi.
Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 30-31
dan Lukas 22:1-23.

No comments:
Post a Comment