I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku Dicintai). Bacaan: Efesus 3:18-21. Tidak
ada 1 hal yang dapat membuat cinta Tuhan kepada kita berkurang. CintaNya tak
bersyarat, tak terbatas, tak terukur, dan cintaNya adalah Cinta Empat Dimensi.
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat MEMAHAMI, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” Rasul Paulus berdoa agar kita dapat
memahami/exsiskhuo katalambano: betapa lebar, panjang, tinggi dan
dalammya kasih Kristus. Kata exsiskhuo artinya dapat sepenuhnya
memahami. Memahami berarti pengetahuan yang didapat karena pengalaman/sesuatu
yang dialmi, bukan sekedar informasi. Jadi memahami = menunjuk kepada
penguasaan yang penuh. Mengerti = Mengetahui secara mental tentang sesuatu hal.
Maka memahami adalah lebih dari itu, yaitu membuat hal itu menjadi milik kita.
Dalam tulisan Rasul Paulus ini nengandung arti bahwa jemaat “sudah mengerti”
tentang Kasih Kristus, tetapi belum sepunuhnya MEMAHAMI sehingga Rasul
Paulus berdoa agar mereka /jemaat Efesus (kita semua) mulai saat ini dengan
sekuat tenaga dapat memahami Kasih Kristus. Pengetahuan secara otak saja tidak
cukup untuk membuat Kasih Allah bekerja dalam kehidupan kita. Bila KASIH Allah
sudah menjadi milik kita, barulah kita dapat hidup sesuai KasihNya. Amin.
Sudahkah kita semua memahami bahwa kita semua dikasihiNya dengan Kasih yang tak
terbatas?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 135-136
PB: Lukas 13:1-21
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 1 September 2017. ORANGTUA YANG KEKINIAN.
Bacaan: Amsal 29:15-21. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman
kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu (Amsal 29:17). Sebagian orang tua
memilih menyekolahkan anak di sekolah favorit yang memerhatikan pendidikan
karakter. Namun, peran orangtua sebagai guru pertama bagi anak-anak tidak dapat
dihapus. Persoalannya, banyak orang tua kurang memahami perbedaan karakter yang
disebabkan oleh faktor perbedaan generasi. Saat berada dalam masa pembuangan di
Babel, Tuhan ingin menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel, “Apabila kamu
mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan
segenap hati” (ay. 13). Tuhan menekankan supaya bangsa Israel mencari dengan
segenap hati, bukan dengan setengah hati. Rupanya Tuhan sudah sering mendengar
doa dari bangsa Israel, tetapi nyatanya mereka masih hidup dengan bebal.
Bukannya menyembah Tuhan dengan segenap hati, mereka juga menyembah berhala.
Bagaimanakah mencari Tuhan dengan segenap hati itu? Itu berarti mencari Dia
dengan tulus dan sungguh-sungguh serta mengandalkan pertolongan-Nya sepenuhnya.
Meskipun jawaban-Nya tidak sesuai dengan keinginan atau jadwal kita, kita tidak
akan berpaling dari Dia. Tuhan berjanji akan memberi diri-Nya ditemukan dan
memulihkan keadaan bangsa Israel-suatu janji yang juga berlaku bagi kita.
Ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, mungkin masalah kita tidak akan
langsung selesai, tetapi setidaknya kita akan menyadari dan mengerti bahwa
Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. SEBELUM MENJADI
BERKAT BAGI SESAMA, KIRANYA KITA TERLEBIH DULU MENJADI BERKAT BAGI ANAK-ANAK
KITA. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Mazmur 135-136 dan Lukas 13:1-21.

No comments:
Post a Comment