Friday, 1 September 2017

1 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku Dicintai). Bacaan: Efesus 3:18-21. Tidak ada 1 hal yang dapat membuat cinta Tuhan kepada kita berkurang. CintaNya tak bersyarat, tak terbatas, tak terukur, dan cintaNya adalah Cinta Empat Dimensi. Efesus 3:18-19, 18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat MEMAHAMI, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Rasul Paulus berdoa agar kita dapat memahami/exsiskhuo katalambano: betapa lebar, panjang, tinggi dan dalammya kasih Kristus. Kata exsiskhuo artinya dapat sepenuhnya memahami. Memahami berarti pengetahuan yang didapat karena pengalaman/sesuatu yang dialmi, bukan sekedar informasi. Jadi memahami = menunjuk kepada penguasaan yang penuh. Mengerti = Mengetahui secara mental tentang sesuatu hal. Maka memahami adalah lebih dari itu, yaitu membuat hal itu menjadi milik kita. Dalam tulisan Rasul Paulus ini nengandung arti bahwa jemaat “sudah mengerti” tentang Kasih Kristus, tetapi belum sepunuhnya MEMAHAMI sehingga Rasul Paulus berdoa agar mereka /jemaat Efesus (kita semua) mulai saat ini dengan sekuat tenaga dapat memahami Kasih Kristus. Pengetahuan secara otak saja tidak cukup untuk membuat Kasih Allah bekerja dalam kehidupan kita. Bila KASIH Allah sudah menjadi milik kita, barulah kita dapat hidup sesuai KasihNya. Amin. Sudahkah kita semua memahami bahwa kita semua dikasihiNya dengan Kasih yang tak terbatas?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 135-136
PB: Lukas 13:1-21

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 1 September 2017. ORANGTUA YANG KEKINIAN. Bacaan: Amsal 29:15-21. Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu (Amsal 29:17). Sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak di sekolah favorit yang memerhatikan pendidikan karakter. Namun, peran orangtua sebagai guru pertama bagi anak-anak tidak dapat dihapus. Persoalannya, banyak orang tua kurang memahami perbedaan karakter yang disebabkan oleh faktor perbedaan generasi. Saat berada dalam masa pembuangan di Babel, Tuhan ingin menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (ay. 13). Tuhan menekankan supaya bangsa Israel mencari dengan segenap hati, bukan dengan setengah hati. Rupanya Tuhan sudah sering mendengar doa dari bangsa Israel, tetapi nyatanya mereka masih hidup dengan bebal. Bukannya menyembah Tuhan dengan segenap hati, mereka juga menyembah berhala. Bagaimanakah mencari Tuhan dengan segenap hati itu? Itu berarti mencari Dia dengan tulus dan sungguh-sungguh serta mengandalkan pertolongan-Nya sepenuhnya. Meskipun jawaban-Nya tidak sesuai dengan keinginan atau jadwal kita, kita tidak akan berpaling dari Dia. Tuhan berjanji akan memberi diri-Nya ditemukan dan memulihkan keadaan bangsa Israel-suatu janji yang juga berlaku bagi kita. Ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, mungkin masalah kita tidak akan langsung selesai, tetapi setidaknya kita akan menyadari dan mengerti bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. SEBELUM MENJADI BERKAT BAGI SESAMA, KIRANYA KITA TERLEBIH DULU MENJADI BERKAT BAGI ANAK-ANAK KITA. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 135-136 dan Lukas 13:1-21.

No comments:

Post a Comment