Thursday, 21 September 2017

21 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH, mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan. Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban persembahan pujian). Dibagian ke 3: BARAK (berlutut), merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari siapa Tuhan yang begitu MULIA, agung, besar dan mau mengasihi kita manusia yang terbatas. Dibagian 4 adalah HALAL = to show, to boast, to be foolish, to be unashamed = bangga, nekad, gila-gilaan dan tidak malu. Mazmur 150:1, “Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!” HALAL (terpujilah) YAH (YAHWEH): pujilah YAHWEH dengan bangga, nekad, gila-gilaan dan tidak malu. Tuhan ingin kita tidak malu-malu/bukan juga seberapa sungkan kita tapi seberapa kita bangga, nekad, gila-gilaan dan tidak malu saat memuji DIA. Tidak malu MENGAKUI bahwa DIA jatuh cinta mati-matian sama kita. Dan juga sebaliknya yaitu kita sangat mencintaiNya. Mari jadilah peyembah yang aktif, yang responsif yang sesuai Firman Tuhan. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Pengkhotbah 7-9
PB: Lukas 23: 1-25

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday

Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 21 September 2017. TAMPAKNYA SEDERHANA. Bacaan: 1 Raja-raja 19:9-13. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa (1 Raja-raja 19:12). KKR dan kesembuhan ilahi diminati oleh banyak orang. Dipromosikan bahwa orang yang percaya akan bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi dan mengalami mukjizat-Nya. Brosur dan baliho KKR dipasang di sudut-sudut jalan agar orang dapat melihatnya dan kemudian berbondong-bondong mendatangi acaranya. Ya, apa lagi di dunia yang banyak tuntutan ini, banyak orang ingin bertemu dengan Yesus. Namun, apakah Yesus pasti datang melalui peristiwa yang hebat? Dalam keadaan tertekan dan lemah, Elia sangat membutuhkan Tuhan. Panggilan sebagai nabi ternyata tidak menjadikannya selalu tampil hebat. Ia juga merasa lelah dan mengalami stres berat (ay. 4). Malaikat Tuhan sudah membujuknya untuk makan (ay. 7) agar ia dapat melanjutkan aktivitasnya. Namun, saat itu Elia masih merasa nyaman dalam kesendiriannya. Ia merasa bahwa hanya dirinya yang hidup dengan benar (ay. 10). Ia kemudian mencari Tuhan dalam angin besar dan gempa bumi, tetapi Tuhan tidak ada (ay. 11-12). Ternyata, Tuhan malah menyatakan diri-Nya melalui angin sepoi-sepoi basa (ay. 12)-sungguh kehadiran yang tampak sederhana. Angin sepoi-sepoi basa dapat membuat Elia berjumpa secara pribadi dengan Tuhan. Begitu pula dalam kehidupan kita. Tuhan dapat menemui kita melalui hal-hal yang tampak sederhana, bukan melalui hal-hal yang hebat. Kita perlu peka jika Tuhan hadir dalam hal yang tampak sederhana itu. Saat memasak, bekerja, atau berjalan, ingatlah bahwa Tuhan sanggup hadir untuk menjumpai kita. DALAM KEADAAN YANG TAMPAK SEDERHANA, KITA DAPAT BERJUMPA DENGAN ALLAH SECARA PRIBADI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Pengkhotbah 7-9 dan Lukas 23:1-25.

No comments:

Post a Comment