I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH,
mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan.
Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban
persembahan pujian). Dibagian ke 3: BARAK (berlutut), merendahkan
diri di hadapan Tuhan, menyadari siapa Tuhan yang begitu MULIA, agung, besar
dan mau mengasihi kita manusia yang terbatas. Dibagian 4 adalah HALAL
= to show, to boast, to be foolish, to be unashamed = bangga, nekad,
gila-gilaan dan tidak malu. Mazmur 150:1, “Haleluya! Pujilah Allah dalam
tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat!” HALAL
(terpujilah) YAH (YAHWEH): pujilah YAHWEH dengan bangga,
nekad, gila-gilaan dan tidak malu. Tuhan ingin kita tidak malu-malu/bukan juga
seberapa sungkan kita tapi seberapa kita bangga, nekad, gila-gilaan dan tidak
malu saat memuji DIA. Tidak malu MENGAKUI bahwa DIA jatuh cinta mati-matian
sama kita. Dan juga sebaliknya yaitu kita sangat mencintaiNya. Mari jadilah
peyembah yang aktif, yang responsif yang sesuai Firman Tuhan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Pengkhotbah 7-9
PB: Lukas 23: 1-25
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyHoliday
Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 21 September 2017. TAMPAKNYA SEDERHANA.
Bacaan: 1 Raja-raja 19:9-13. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak
ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi
basa (1 Raja-raja 19:12). KKR dan kesembuhan ilahi diminati oleh banyak orang.
Dipromosikan bahwa orang yang percaya akan bertemu dengan Tuhan Yesus secara
pribadi dan mengalami mukjizat-Nya. Brosur dan baliho KKR dipasang di
sudut-sudut jalan agar orang dapat melihatnya dan kemudian berbondong-bondong
mendatangi acaranya. Ya, apa lagi di dunia yang banyak tuntutan ini, banyak
orang ingin bertemu dengan Yesus. Namun, apakah Yesus pasti datang melalui
peristiwa yang hebat? Dalam keadaan tertekan dan lemah, Elia sangat membutuhkan
Tuhan. Panggilan sebagai nabi ternyata tidak menjadikannya selalu tampil hebat.
Ia juga merasa lelah dan mengalami stres berat (ay. 4). Malaikat Tuhan sudah
membujuknya untuk makan (ay. 7) agar ia dapat melanjutkan aktivitasnya. Namun,
saat itu Elia masih merasa nyaman dalam kesendiriannya. Ia merasa bahwa hanya
dirinya yang hidup dengan benar (ay. 10). Ia kemudian mencari Tuhan dalam angin
besar dan gempa bumi, tetapi Tuhan tidak ada (ay. 11-12). Ternyata, Tuhan malah
menyatakan diri-Nya melalui angin sepoi-sepoi basa (ay. 12)-sungguh kehadiran
yang tampak sederhana. Angin sepoi-sepoi basa dapat membuat Elia berjumpa
secara pribadi dengan Tuhan. Begitu pula dalam kehidupan kita. Tuhan dapat
menemui kita melalui hal-hal yang tampak sederhana, bukan melalui hal-hal yang
hebat. Kita perlu peka jika Tuhan hadir dalam hal yang tampak sederhana itu.
Saat memasak, bekerja, atau berjalan, ingatlah bahwa Tuhan sanggup hadir untuk
menjumpai kita. DALAM KEADAAN YANG TAMPAK SEDERHANA, KITA DAPAT BERJUMPA DENGAN
ALLAH SECARA PRIBADI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: Pengkhotbah 7-9 dan Lukas 23:1-25.

No comments:
Post a Comment