I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kalau kita dicintai/dikasihi oleh pasangan
kita yang sangat kita sayangi juga, pasti kita juga ingin dekat senantiasa
dengan Dia, terlebih saat kita membutuhkan sesuatu pasti kita akan semakin
dekat (pasti nempel). Demikian juga kehidupan rohani kita. Kalau kita
dikasihi/dicintai Tuhan, apakah kita suka dekat dengan Tuhan? Apakah kita juga
suka menanti-nantikan Tuhan? Mazmur 5:3, “TUHAN, pada waktu pagi Engkau
mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku
menunggu-nunggu.” Tuhan kita adalah Tuhan yang suka kita sembah, DIA suka
mendengar seruan dan doa-doa kita. Bahkan DIA ingin kita bertemu dan ngobrol
dengan DIA setiap saat. Tapi terlebih DIA ingin kita mengutamakan-Nya, dimana
ada waktu/saat-saat kita hanya berdua dengan DIA. Di waktu pagi hari, saling
mencurahkan isi hati kita. Sudahkah kita rindu untuk datang menyembah/memuji,
bahkan kita ngobrol dengan DIA setiap pagi? Seperti Raja Daud yang senantiasa
rindu dengan mengatur waktunya untuk menyembah DIA setiap pagi? Karena di saat
pagi itulah Tuhan ingin berbicara kepada kita secara spesial. Amin. Kalau kita
sudah dicintaiNya: Jangan pernah tinggal diam, atur waktu kita untuk ngobrol
dengan DIA sesering mungkin. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 25-26
PB: Lukas 21: 1-19
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
Sabtu, 16 September 2017. Bacaan: Ibrani 12:5-15. Setahun:
Daniel 4-6. Nas: “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia
mencambuk orang yang diakui-Nya sebagai anak” (Ibrani 12:6). Tuan atau Polisi?
Pernahkah kita menganggap Tuhan sebagai Pribadi yang suka memberikan berbagai
perintah untuk dilakukan? Jika demikian, kita menjadikan diri-Nya sebagai Tuan.
Ataukah kita selalu merasa takut jika Tuhan akan menghukum ketika kita berbuat
dosa? Jika benar begitu, Tuhan hanya berperan sebagai Polisi dalam hidup kita.
Sebenarnya, peran Tuhan bukanlah sebagai Tuan atau Polisi, melainkan sebagai
seorang Bapa yang baik. Sebagai seorang Bapa, Tuhan mendidik kita,
anak-anak-Nya, dengan pendidikan terbaik. Oleh karena itu, janganlah menjadi tawar
hati apabila Tuhan memberikan peringatan atas setiap pelanggaran yang kita
perbuat. Tuhan mendidik kita sebab kita adalah anak-anak kesayangan-Nya (ay.
5-6). Didikan merupakan wujud kasih sayang seorang bapa terhadap anaknya.
Didikan diberikan bagi anak yang dikasihi, bukan untuk anak gampangan (ay.
7-8). Oleh karena hikmat Allah itu sempurna, didikan-Nya pun pasti lebih baik
daripada didikan semua bapa di dunia ini (ay. 10). Daud tahu benar peran Allah
sebagai Bapa yang penuh kasih. Setiap perintah dan ketetapan Allah berfungsi
sebagai batasan kasih agar kita tidak tersesat. Dalam Mazmur 19:8-12, Daud
memuji kesempurnaan hukum-hukum Tuhan. Dan, setiap orang yang berpegang pada
perintah dan ketetapan-Nya, ia akan beroleh upah yang besar. Ganjaran yang diberikan
Tuhan memang tidak mendatangkan sukacita pada waktu diberikan, tetapi
percayalah pada akhirnya semua itu pasti mendatangkan kebenaran dan damai
sejahtera (ay. 11) --LIN. SEBAGAI APAKAH PERAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN ANDA
SEKARANG? APAKAH SEBAGAI TUAN, POLISI, ATAU BAPA YANG BAIK?
Ibu Caroline – Bandung
DOKSOLOGI. John Piper dalam buku Jadikan Sekalian Bangsa
Bersukacita! menuliskan bahwa doa punya peran yang menakjubkan dalam tujuan
Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Doa itu bukan
sekadar permohonan biasa, melainkan permohonan dengan perspektif yang lebih
luas seperti yang digambarkan oleh pemazmur. Mazmur 67, misalnya, menekankan
dua hal penting. Pertama, kekaguman pemazmur terhadap anugerah Tuhan melalui
berkat keselamatan yang membuktikan jalan-jalan dan kemuliaan-Nya (ay. 2-4).
Kedua, kerinduan pemazmur supaya nama-Nya dikenal di seluruh bumi sehingga
bangsa-bangsa datang menyembah Tuhan dengan hormat (ay. 5-7). Berkat Tuhan
mendorong si pemazmur memberitakan nama dan perbuatan Tuhan yang besar kepada
bangsa-bangsa yang belum mengenal Dia. Mazmur ini dikenal sebagai mazmur
misionaris (bdk. Kej.12:2-3 dan Kis. 28:28) dan Doa Bapa Kami versi Perjanjian
Lama. Mazmur ini biasanya dinyanyikan sebagai doksologi pada Hari Raya Pentakosta
ketika umat merayakan panen buah sulung musim panas. Panen itu menjadi simbol
panen rohani dari tiap suku bangsa bagi kemuliaan nama Tuhan (lih. Kis.
2:1-47). Kekaguman dan rasa syukur yang besar akan berkat Allah yang tidak
bersyarat ini telah menggugah pemazmur untuk berdoa- sebuah doa yang
mengingatkan bahwa tujuan Tuhan memberkati adalah agar melaluinya kita menjadi
berkat bagi orang lain. Kiranya kehidupan kita pun menjadi jawaban atas doa
pemazmur ini. DOA ADALAH SEBUAH PENJANGKAUAN: AGAR KITA DIPAKAI OLEH TUHAN
UNTUK MEMBERKATI SESAMA.

No comments:
Post a Comment