Saturday, 16 September 2017

16 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Efesus 3:18-19, 18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kalau kita dicintai/dikasihi oleh pasangan kita yang sangat kita sayangi juga, pasti kita juga ingin dekat senantiasa dengan Dia, terlebih saat kita membutuhkan sesuatu pasti kita akan semakin dekat (pasti nempel). Demikian juga kehidupan rohani kita. Kalau kita dikasihi/dicintai Tuhan, apakah kita suka dekat dengan Tuhan? Apakah kita juga suka menanti-nantikan Tuhan? Mazmur 5:3, “TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.” Tuhan kita adalah Tuhan yang suka kita sembah, DIA suka mendengar seruan dan doa-doa kita. Bahkan DIA ingin kita bertemu dan ngobrol dengan DIA setiap saat. Tapi terlebih DIA ingin kita mengutamakan-Nya, dimana ada waktu/saat-saat kita hanya berdua dengan DIA. Di waktu pagi hari, saling mencurahkan isi hati kita. Sudahkah kita rindu untuk datang menyembah/memuji, bahkan kita ngobrol dengan DIA setiap pagi? Seperti Raja Daud yang senantiasa rindu dengan mengatur waktunya untuk menyembah DIA setiap pagi? Karena di saat pagi itulah Tuhan ingin berbicara kepada kita secara spesial. Amin. Kalau kita sudah dicintaiNya: Jangan pernah tinggal diam, atur waktu kita untuk ngobrol dengan DIA sesering mungkin. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 25-26
PB: Lukas 21: 1-19

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
Sabtu, 16 September 2017. Bacaan: Ibrani 12:5-15. Setahun: Daniel 4-6. Nas: “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk orang yang diakui-Nya sebagai anak” (Ibrani 12:6). Tuan atau Polisi? Pernahkah kita menganggap Tuhan sebagai Pribadi yang suka memberikan berbagai perintah untuk dilakukan? Jika demikian, kita menjadikan diri-Nya sebagai Tuan. Ataukah kita selalu merasa takut jika Tuhan akan menghukum ketika kita berbuat dosa? Jika benar begitu, Tuhan hanya berperan sebagai Polisi dalam hidup kita. Sebenarnya, peran Tuhan bukanlah sebagai Tuan atau Polisi, melainkan sebagai seorang Bapa yang baik. Sebagai seorang Bapa, Tuhan mendidik kita, anak-anak-Nya, dengan pendidikan terbaik. Oleh karena itu, janganlah menjadi tawar hati apabila Tuhan memberikan peringatan atas setiap pelanggaran yang kita perbuat. Tuhan mendidik kita sebab kita adalah anak-anak kesayangan-Nya (ay. 5-6). Didikan merupakan wujud kasih sayang seorang bapa terhadap anaknya. Didikan diberikan bagi anak yang dikasihi, bukan untuk anak gampangan (ay. 7-8). Oleh karena hikmat Allah itu sempurna, didikan-Nya pun pasti lebih baik daripada didikan semua bapa di dunia ini (ay. 10). Daud tahu benar peran Allah sebagai Bapa yang penuh kasih. Setiap perintah dan ketetapan Allah berfungsi sebagai batasan kasih agar kita tidak tersesat. Dalam Mazmur 19:8-12, Daud memuji kesempurnaan hukum-hukum Tuhan. Dan, setiap orang yang berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, ia akan beroleh upah yang besar. Ganjaran yang diberikan Tuhan memang tidak mendatangkan sukacita pada waktu diberikan, tetapi percayalah pada akhirnya semua itu pasti mendatangkan kebenaran dan damai sejahtera (ay. 11) --LIN. SEBAGAI APAKAH PERAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN ANDA SEKARANG? APAKAH SEBAGAI TUAN, POLISI, ATAU BAPA YANG BAIK?

Ibu Caroline – Bandung
DOKSOLOGI. John Piper dalam buku Jadikan Sekalian Bangsa Bersukacita! menuliskan bahwa doa punya peran yang menakjubkan dalam tujuan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Doa itu bukan sekadar permohonan biasa, melainkan permohonan dengan perspektif yang lebih luas seperti yang digambarkan oleh pemazmur. Mazmur 67, misalnya, menekankan dua hal penting. Pertama, kekaguman pemazmur terhadap anugerah Tuhan melalui berkat keselamatan yang membuktikan jalan-jalan dan kemuliaan-Nya (ay. 2-4). Kedua, kerinduan pemazmur supaya nama-Nya dikenal di seluruh bumi sehingga bangsa-bangsa datang menyembah Tuhan dengan hormat (ay. 5-7). Berkat Tuhan mendorong si pemazmur memberitakan nama dan perbuatan Tuhan yang besar kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Dia. Mazmur ini dikenal sebagai mazmur misionaris (bdk. Kej.12:2-3 dan Kis. 28:28) dan Doa Bapa Kami versi Perjanjian Lama. Mazmur ini biasanya dinyanyikan sebagai doksologi pada Hari Raya Pentakosta ketika umat merayakan panen buah sulung musim panas. Panen itu menjadi simbol panen rohani dari tiap suku bangsa bagi kemuliaan nama Tuhan (lih. Kis. 2:1-47). Kekaguman dan rasa syukur yang besar akan berkat Allah yang tidak bersyarat ini telah menggugah pemazmur untuk berdoa- sebuah doa yang mengingatkan bahwa tujuan Tuhan memberkati adalah agar melaluinya kita menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya kehidupan kita pun menjadi jawaban atas doa pemazmur ini. DOA ADALAH SEBUAH PENJANGKAUAN: AGAR KITA DIPAKAI OLEH TUHAN UNTUK MEMBERKATI SESAMA.

No comments:

Post a Comment