Saturday, 23 September 2017

23 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bagaimana kita menyembah dan memuji Tuhan? Dibagian 1 kemarin adalah YADAH, mengucap syukur karena apa yang telah diterima dengan mengangkat tangan. Dibagian ke 2 adalah TODAH, sacrifice of praise (korban persembahan pujian). Dibagian ke 3: BARAK (berlutut), merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari siapa Tuhan yang begitu MULIA, agung, besar dan mau mengasihi kita manusia yang terbatas. Dibagian 4 adalah HALAL = to show, to boast, to be foolish, to be unashamed = bangga, nekad, gila-gilaan dan tidak malu. Dibagian ke 5: SABACH artinya bersorak sorai dengan suara keras. Dibagian ke 6 dan 7: ZAMAR dan TEHILAH. Mazmur 98:5-6, “Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!” Tehilah: all in praise/lengkap.
Tehilah = Yadah + Todah + Barach + Halal + Sabach + Zamar (1 paket lengkap)
Mazmur 100:4, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” Pujilah DIA/Praising GOD Loudly. Orang yang dicintai Tuhan Yesus suka menyembah dan menunjukkan tindakan menyembah yang nyata (1 paket lengkap). Tehilah = all in praise/semuanya jadi satu. Jadilah penyembah yang aktif yang responsive yang sesuai dengan Firman Tuhan.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Kidung Agung 1-3
PB: Lukas 24:1-35

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

Note: Sumber Bahan Warta Komsel 17 Sept 2017

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
PERTOLONGAN TUHAN BEGITU AJAIB. 2 Raja-Raja 19:15, “Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: 'Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.'” 2 Raja-Raja 19:16, “Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup.” 2 Raja-Raja 19:19, “Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.” Sikap Raja Hizkia, saat menerima tantangan dan ancaman dari musuhnya, merupakan tindakan nyata yang perlu kita pertimbangkan untuk kita tiru. Datang menghadap TUHAN, membentangkan masalah dihadapan-Nya, berseru dan minta pertolongan seperti kita minta pertolongan kepada orangtua kita. Sikap taat, patuh, percaya dan kagum serta yakin bahwa TUHAN akan datang, menghampiri dan menjaganya. Hizkiapun juga berkomitmen untuk bersaksi bahwa hanya TUHAN lah satu-satunya Allah. Sikap kesatria, anak Allah sejati. Mari.., bersikaplah seperti Hizkia !! Bukannya mengeluh, mempertanyakan bantuan dan keseriusan TUHAN, akan tetapi berdialog, dan menyerahkan diri sepenuhnya dengan penuh keyakinan dan kekariban. Percaya bahwa TUHAN selalu ada dan menolong kita, adalah suatu sikap Iman yang tulen. Mengapa kita ragu?

Reff :
PertolonganMu Begitu Ajaib , Kau t’lah memikat hatiku
Disaat aku tak sanggup lagi , Disitu tanganMu bekerja

PertolonganMu begitu ajaib , Kau t’lah memikat hatiku
Kini mataku tertuju padaMu , Kurasakan kasihMu tuhan

Bapa, betapa kecilnya iman yang kami miliki. Terlebih tatkala kami menghadapi kesulitan hidup, terlihat kualitas iman kami yang masih sangat immature. Benamkan kami dalam kasih dan penyertaan-Mu, agar iman kami tumbuh seperti kehendak-Mu


Jesus Loves you. Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 7-12
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #imandanpercaya
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 23 September 2017. EDOM. Bacaan: Bilangan 20:14-21. Tetapi orang Edom berkata kepada mereka: "Tidak boleh kamu melalui daerah kami, nanti kami keluar menjumpai kamu dengan pedang! (Bilangan 20:18). Sehari sesudah Paskah, Musa memimpin orang Israel meninggalkan Mesir. Perjalanan menuju Kanaan pun dimulai. Dan, setelah menjelajahi puluhan daerah, sampailah mereka di Kadesh, kota kecil yang berbatasan dengan Edom. Utusan Musa menemui raja Edom agar mereka diizinkan melintasi negeri itu, “Izinkanlah kiranya kami melalui negerimu; kami tidak akan berjalan melalui ladang-ladang dan kebun-kebun anggurmu dan kami tidak akan minum air sumurmu...” (ay. 17). Namun, raja Edom tidak mengizinkan mereka melintasi daerahnya. Sekali lagi utusan Musa meminta izin, dan raja itu tetap menolak. Musa dan rombongannya kemudian berputar haluan, menjauh dari negeri Edom. Orang Edom menolak rombongan Musa yang tengah membutuhkan pertolongan. Mereka tak ingin ditimpa masalah dengan mengizinkan enam ratus ribu orang Israel melintasi negeri itu. Mereka merapatkan barisan pertahanan; keamanan Edom tidak untuk dipertaruhkan. Reaksi seperti itu terkadang mewarnai sikap kita. Kita menahan diri untuk memberi jalan keluar atas kesulitan orang lain. Kita tak mau ketenangan hati kita terusik oleh persoalan hidup orang lain. Kita terlalu ketat menjaga privasi, menolak untuk memahami kesusahan orang lain. Kita bisa lebih bijak dengan membuka diri untuk orang-orang di sekitar kita. Izinkanlah orang lain melintasi kehidupan kita. Jangan meniru Edom. Percayalah, ketika kita menolong orang lain, asalkan tidak menjerumuskan kita ke dalam dosa, Tuhan akan memampukan kita mengatasi setiap tantangan. SEPERTI LILIN YANG TAK BERGUNA JIKA TIDAK TERBAKAR, DEMIKIANLAH KITA BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kidung Agung 1-3 dan Lukas 24:1-35.

Xavier Quentin Pranata
“Kita baru menyadari kita beranjak tua saat anak-anak kita satu per satu berumah tangga.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Lukas 18:1 (TB) – Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tak jemu-jemu. Berdoalah terus, jangan pernah putus asa, Tuhan Yesus memberi contoh ini supaya kita tahu bahwa kadang doa tidak sekaligus dijawab tapi Tuhan sedang melatih kita untuk bersabar dan membentuk kita. Jawaban-jawaban doa pasti datang bagi orang-orang yang dengan setia memohon dan brsyukur.

No comments:

Post a Comment