I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Efesus 3:18-19, “18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu,
sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di
dalam seluruh kepenuhan Allah.” Rasul Paulus menulis diayat 19 agar jemaat
di Efesus dapat mengenal KASIH itu sekalipun ia melampaui segala akal. Tidak
ada batasan waktu, tidak ada situasi atau kondisi tertentu, tidak ada jarak,
musim atau alasan apapun juga yang dapat mengubah atau membatalkan KASIH Allah
kepada kita!Namun demikian, tidak seperti pengetahuan yang hanya bisa
dimengerti oleh sekelompok Profesor, tetapi KASIH Kristus dapat dimengerti
setiap orang dalam segala umur dengan berbagai latar belakang dan budaya. Tidak
diperlukan kepandaian yang seperti apa untuk mengerti/memahami dan merasakan
KASIH Allah, hanya dibutuhkan HATI yang TERBUKA untuk DIA ROH KUDUS (Efesus
3:16-17). Bila kita dapat mengenal KASIHNya yang melampaui segala pengetahuan,
maka kita akan hidup dalam KEPENUHAN Allah dan mengalami KEHIDUPAN yang besar.
Efesus 3:16-17, “16Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan
kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh ROH-Nya di dalam BATINmu. 17Sehingga
oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di
dalam kasih.” Amin. KASIH Tuhan memungkinkan kita untuk.... (ikuti uraian
selanjutnya besok 13 September).
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 13-15
PB: Lukas 19:1-27
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
(Sumber: Life Full Lives/Hidup dalam Kepenuhan Allah/Ps
Jimmy Oentoro)
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 12 September 2017. SALIB DAN
KONSEKUENSI. Bacaan: Matius 16:21-28. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-
Nya, “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya
dan mengikut Aku” (Matius 16:24). Seorang kenalan berkeluh-kesah tentang
keluarganya. Mereka dulu kaya dan hidup senang. Sayangnya, mereka memperoleh
harta dengan jalan yang menyimpang. Kemudian, mereka bangkrut. Tak ada lagi
properti yang mereka miliki. Kendaraan dipakai dengan was-was karena cicilan
tersendat dan takut disita. Hutang menumpuk, SPP anak menunggak, tetapi mereka
sulit menghilangkan gaya hidup mewah. Suatu kali ia menghibur diri, “Ini memang
salib yang harus saya pikul.” Istilah “memikul salib” pertama kali
diperkenalkan Tuhan Yesus menjelang kematian-Nya. Dia memberitahukan banyaknya
penderitaan yang bakal dialami-Nya. Yesus juga menyatakan bahwa orang-orang
yang hendak mengikuti Dia harus memikul salibnya masing-masing. Salib itu mengacu
pada penderitaan, penganiayaan, atau masalah yang mendera kita ketika melakukan
kebaikan dan menjauhi kejahatan. Pertanyaannya, apakah semua penderitaan kita
adalah salib yang harus kita pikul? Jika penderitaan itu adalah akibat
kesalahan kita sendiri, tentu kita tidak berhak menyebutnya sebagai salib. Itu
adalah konsekuensi. Apakah perbedaannya? Salah satunya dapat dilihat dari
urutan peristiwanya. Jika kita bersenang-senang menikmati pelanggaran, tetapi
kemudian mengalami kemalangan sebagai akibatnya, berarti kita sedang menanggung
konsekuensi. Namun, saat kita bersedia menderita dan memikul salib karena taat
kepada Allah, maka kita akan menikmati sukacita pada akhirnya. MENANGGUNG
KONSEKUENSI DOSA MENDATANGKAN KEMALANGAN; MEMIKUL SALIB KARENA TAAT MEMULIAKAN
TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal
12-15 dan Lukas 19:1-27.

No comments:
Post a Comment