Tuesday, 12 September 2017

12 Desember 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Efesus 3:18-19, 18Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Rasul Paulus menulis diayat 19 agar jemaat di Efesus dapat mengenal KASIH itu sekalipun ia melampaui segala akal. Tidak ada batasan waktu, tidak ada situasi atau kondisi tertentu, tidak ada jarak, musim atau alasan apapun juga yang dapat mengubah atau membatalkan KASIH Allah kepada kita!Namun demikian, tidak seperti pengetahuan yang hanya bisa dimengerti oleh sekelompok Profesor, tetapi KASIH Kristus dapat dimengerti setiap orang dalam segala umur dengan berbagai latar belakang dan budaya. Tidak diperlukan kepandaian yang seperti apa untuk mengerti/memahami dan merasakan KASIH Allah, hanya dibutuhkan HATI yang TERBUKA untuk DIA ROH KUDUS (Efesus 3:16-17). Bila kita dapat mengenal KASIHNya yang melampaui segala pengetahuan, maka kita akan hidup dalam KEPENUHAN Allah dan mengalami KEHIDUPAN yang besar. Efesus 3:16-17, 16Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh ROH-Nya di dalam BATINmu. 17Sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” Amin. KASIH Tuhan memungkinkan kita untuk.... (ikuti uraian selanjutnya besok 13 September).

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 13-15
PB: Lukas 19:1-27

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD

(Sumber: Life Full Lives/Hidup dalam Kepenuhan Allah/Ps Jimmy Oentoro)

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 12 September 2017. SALIB DAN KONSEKUENSI. Bacaan: Matius 16:21-28. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid- Nya, “Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24). Seorang kenalan berkeluh-kesah tentang keluarganya. Mereka dulu kaya dan hidup senang. Sayangnya, mereka memperoleh harta dengan jalan yang menyimpang. Kemudian, mereka bangkrut. Tak ada lagi properti yang mereka miliki. Kendaraan dipakai dengan was-was karena cicilan tersendat dan takut disita. Hutang menumpuk, SPP anak menunggak, tetapi mereka sulit menghilangkan gaya hidup mewah. Suatu kali ia menghibur diri, “Ini memang salib yang harus saya pikul.” Istilah “memikul salib” pertama kali diperkenalkan Tuhan Yesus menjelang kematian-Nya. Dia memberitahukan banyaknya penderitaan yang bakal dialami-Nya. Yesus juga menyatakan bahwa orang-orang yang hendak mengikuti Dia harus memikul salibnya masing-masing. Salib itu mengacu pada penderitaan, penganiayaan, atau masalah yang mendera kita ketika melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan. Pertanyaannya, apakah semua penderitaan kita adalah salib yang harus kita pikul? Jika penderitaan itu adalah akibat kesalahan kita sendiri, tentu kita tidak berhak menyebutnya sebagai salib. Itu adalah konsekuensi. Apakah perbedaannya? Salah satunya dapat dilihat dari urutan peristiwanya. Jika kita bersenang-senang menikmati pelanggaran, tetapi kemudian mengalami kemalangan sebagai akibatnya, berarti kita sedang menanggung konsekuensi. Namun, saat kita bersedia menderita dan memikul salib karena taat kepada Allah, maka kita akan menikmati sukacita pada akhirnya. MENANGGUNG KONSEKUENSI DOSA MENDATANGKAN KEMALANGAN; MEMIKUL SALIB KARENA TAAT MEMULIAKAN TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 12-15 dan Lukas 19:1-27.

No comments:

Post a Comment