Sunday, 17 September 2017

17 September 2017

I AM LOVED






I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku DicintaiNya). Bacaan: Lukas 17:11-19 – Sepuluh Orang Kusta. Lukas 17:15-16, “Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil MEMULIAKAN Allah dengan suara nyaring, lalu TERSUNGKUR di depan kaki Yesus dan MENGUCAP SYUKUR kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.” Kalau kita adalah orang-orang yang dikasihaniNya, dicintaiNya pasti DIA suka dekat dengan kita, suka mendengar cerita kita seperti ilustrasi yang sudah saya sampaikan kemarin kalau pasangan kita sangat mencintai kita, maka responi dia dengan memberi kasih kita yang terbaik. Demikian juga dengan Tuhan kita kalau DIA SUDAH MENGASIHI/MENCINTAI kita sedemikian rupa, maka Tuhan pun senang bila kita datang kepadaNya dengan puji-pujian, penyembahan dan ucapan SYUKUR kita bahkan sorak sorai kemenangan kepada DIA. Dari cerita 10 orang kusta hanya 1 orang yang kembali datang kepada Yesus dengan ucapan terima kasih dan mengucap syukur untuk memuliakanNya. Dan dengan sikap hormat ia tersungkur/MEYEMBAH DIA. Dimana yang 9 orang lainnya? Sampai Tuhan Yesus bertanya di dalam Lukas 17:17-18, “Lalu Yesus berkata: ‘Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?’” Hanya satu orang yang datang kepada Tuhan dan ia adalah orang Samaria. Sudahkah setiap kita datang kepada Tuhan dengan sikap hati yang tulus/sikap hati yang menyembah? Sikap hati penuh dengan ucapan syukur/puji-pujian yang agung? Dan senantiasa memiliki kerinduan untuk bergaul karib berintimasi dengan DIA. Doa saya pagi ini: biarlah 1 orang itu adalah diri kita masing-masing/pribadi yang sangat dikasihiNya. Bagi DIA pujian, hormat, syukur kekal selamanya. Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 27-29
PB: Lukas 21:20-38

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 17 September 2017. MENJERUMUSKAN PEMIMPIN. Bacaan: Ulangan 3:23-29. Tetapi Tuhan murka terhadap aku oleh karena kamu... (Ulangan 3:26). Seorang bos perusahaan besar memiliki kode khusus untuk menunjukkan bahwa ia sedang marah dan tidak ingin diganggu. Ia akan menempelkan selembar kertas merah di depan pintu ruangannya. Jika ada tanda itu, para karyawan tidak akan mengetuk dan menemuinya untuk sementara waktu. Saat ditanya alasannya melakukan hal itu, ia berkata, “Lebih baik bagi mereka tidak bertemu saya selama beberapa menit daripada mereka tidak lagi mau bertemu saya selama-lamanya karena kemarahan saya.” Pada ujung pidatonya yang terakhir di hadapan bangsa Israel, Musa mengenang kembali kegagalannya memasuki tanah Kanaan yang menjadi tujuannya bersama bangsa itu sejak mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Ia melakukan kesalahan ketika bangsa itu menggerutu dan meminta air (Bil. 20:11-12). Ia tidak mampu mengendalikan amarahnya sehingga melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Akibatnya, ia tidak diperkenankan memasuki Tanah Perjanjian. Pemimpin adalah wakil Tuhan di dunia. Dalam hidup ini, kita masing-masing memiliki pemimpin dalam keluarga, pekerjaan, gereja, komunitas, dan negara. Seorang pemimpin tentu saja tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang luput dari kesalahan. Namun, sebagai orang yang dipimpin, bagaimana sikap kita terhadap para pemimpin? Apakah kita mendukung mereka, mendorong ke arah yang lebih baik, setia mendoakan mereka? (1 Tim. 1:1-2). Atau, sebaliknya, kelakuan kita malah seperti bangsa Israel yang menjerumuskan pemimpin mereka ke dalam pencobaan? SALAH SATU RESPONS YANG INDAH DARI SESEORANG BAGI PEMIMPINNYA ADALAH DENGAN MENYEBUTKAN NAMA PEMIMPIN ITU DALAM DOANYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Amsal 27-29 dan Lukas 21:20-38.

No comments:

Post a Comment