I AM LOVED
I'M Loved ❤ (Aku Dikasihi/Aku
DicintaiNya).
Bacaan: Lukas 17:11-19 – Sepuluh Orang Kusta. Lukas 17:15-16, “Seorang dari
mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil MEMULIAKAN Allah
dengan suara nyaring, lalu TERSUNGKUR di depan kaki Yesus dan MENGUCAP SYUKUR
kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.” Kalau kita adalah
orang-orang yang dikasihaniNya, dicintaiNya pasti DIA suka dekat dengan kita,
suka mendengar cerita kita seperti ilustrasi yang sudah saya sampaikan kemarin
kalau pasangan kita sangat mencintai kita, maka responi dia dengan memberi
kasih kita yang terbaik. Demikian juga dengan Tuhan kita kalau DIA SUDAH
MENGASIHI/MENCINTAI kita sedemikian rupa, maka Tuhan pun senang bila kita
datang kepadaNya dengan puji-pujian, penyembahan dan ucapan SYUKUR kita bahkan
sorak sorai kemenangan kepada DIA. Dari cerita 10 orang kusta hanya 1 orang
yang kembali datang kepada Yesus dengan ucapan terima kasih dan mengucap syukur
untuk memuliakanNya. Dan dengan sikap hormat ia tersungkur/MEYEMBAH DIA. Dimana
yang 9 orang lainnya? Sampai Tuhan Yesus bertanya di dalam Lukas 17:17-18,
“Lalu Yesus berkata: ‘Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi
tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang
kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?’” Hanya satu
orang yang datang kepada Tuhan dan ia adalah orang Samaria. Sudahkah setiap
kita datang kepada Tuhan dengan sikap hati yang tulus/sikap hati yang
menyembah? Sikap hati penuh dengan ucapan syukur/puji-pujian yang agung? Dan
senantiasa memiliki kerinduan untuk bergaul karib berintimasi dengan DIA. Doa
saya pagi ini: biarlah 1 orang itu adalah diri kita masing-masing/pribadi yang
sangat dikasihiNya. Bagi DIA pujian, hormat, syukur kekal selamanya. Roma
11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#IMLoved
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Amsal 27-29
PB: Lukas 21:20-38
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoveD
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 17 September 2017. MENJERUMUSKAN
PEMIMPIN. Bacaan: Ulangan 3:23-29. Tetapi Tuhan murka terhadap aku oleh karena
kamu... (Ulangan 3:26). Seorang bos perusahaan besar memiliki kode khusus untuk
menunjukkan bahwa ia sedang marah dan tidak ingin diganggu. Ia akan menempelkan
selembar kertas merah di depan pintu ruangannya. Jika ada tanda itu, para
karyawan tidak akan mengetuk dan menemuinya untuk sementara waktu. Saat ditanya
alasannya melakukan hal itu, ia berkata, “Lebih baik bagi mereka tidak bertemu
saya selama beberapa menit daripada mereka tidak lagi mau bertemu saya
selama-lamanya karena kemarahan saya.” Pada ujung pidatonya yang terakhir di
hadapan bangsa Israel, Musa mengenang kembali kegagalannya memasuki tanah
Kanaan yang menjadi tujuannya bersama bangsa itu sejak mereka keluar dari
perbudakan di Mesir. Ia melakukan kesalahan ketika bangsa itu menggerutu dan
meminta air (Bil. 20:11-12). Ia tidak mampu mengendalikan amarahnya sehingga
melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Akibatnya, ia tidak
diperkenankan memasuki Tanah Perjanjian. Pemimpin adalah wakil Tuhan di dunia.
Dalam hidup ini, kita masing-masing memiliki pemimpin dalam keluarga,
pekerjaan, gereja, komunitas, dan negara. Seorang pemimpin tentu saja tidak ada
yang sempurna dan tidak ada yang luput dari kesalahan. Namun, sebagai orang
yang dipimpin, bagaimana sikap kita terhadap para pemimpin? Apakah kita mendukung
mereka, mendorong ke arah yang lebih baik, setia mendoakan mereka? (1 Tim.
1:1-2). Atau, sebaliknya, kelakuan kita malah seperti bangsa Israel yang
menjerumuskan pemimpin mereka ke dalam pencobaan? SALAH SATU RESPONS YANG INDAH
DARI SESEORANG BAGI PEMIMPINNYA ADALAH DENGAN MENYEBUTKAN NAMA PEMIMPIN ITU
DALAM DOANYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Amsal 27-29 dan Lukas 21:20-38.

No comments:
Post a Comment