Wednesday, 7 December 2016

7 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Sudah sepatutnya kita semua bersyukur sebab segala ciptaan yang kita miliki berasal dari Tuhan. Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Dialah Sang Pencipta yang juga mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk menemukan dan membuat sumber daya buatan manusia. Kapan saja kita berbicara tentang kebaikan yang telah kita alami/prestasi yang telah kita capai kita perlu mengingat Firman Tuhan yang ada dalam Yesaya 42:8 ini, “Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.” Terpujilah namaMu yang agung selamanya, kiranya seluruh bumi dipenuhi kemuliaanMu, terpujilah Tuhan yang dengan KuasaNya sendiri menciptakan hal-hal yang demikian luar biasa. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Natal terindah saat kasih di hati kita bagi-bagi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 7 Desember 2016. ANAK ALLAH DICOBAI? Di situ empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar (Lukas 4:2). Yesus sebagai Anak Allah dicobai oleh Iblis dengan tiga cara. Pertama, agar mengubah batu menjadi roti. Kedua, agar menerjunkan diri dari bubungan Bait Allah dan meminta Allah menatangnya. Ketiga, menjanjikan semua kekuasaan di bumi jika Dia mau menyembah Iblis. Tetapi, tidak ada satu pun dari pencobaan itu yang dipenuhi-Nya. Dia menolak dengan cara yang unik, yaitu mengutip firman Tuhan yang tertulis dalam kitab Taurat dan Mazmur. Yesus membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hanya taat kepada Bapa-Nya. Dia tidak mencari kepuasan bagi kebutuhan jasmani-Nya, melakukan aksi spektakuler dengan kemampuan-Nya, atau bersahabat dengan Iblis demi kekuasaan politik. Kita hidup di dunia yang mengukur kesuksesan seseorang berdasarkan kepemilikan, pengaruh dan besarnya kekuasaan yang dimiliki orang itu. Tidak sedikit dari mereka yang dulunya berapi-api dalam Tuhan seketika berbalik kala tidak tahan hidup dalam kekurangan atau kala ditawari kekuasaan dan jabatan yang menggiurkan. Bukan hanya itu. Banyak orang yang mencari pengaruh dan kekuasaan tanpa memperhatikan keadilan dan moralitas. Anak Allah seperti apakah kita? Sikap kita dalam menghadapi pencobaan akan menggambarkan identitas kita dalam Kristus. Karena itu, mari kita meneladani sikap Yesus dalam menghadapi pencobaan. Jangan biarkan kepuasan jasmani, pengaruh, dan kekuasaan menggeser Kristus dari hidup kita. Sebab hanya di dalam Dia kita dapat memiliki kehidupan yang sejati. KITA MENGHADAPI PENCOBAAN BUKAN DENGAN KEKUATAN DIRI, MELAINKAN DENGAN MENGANDALKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment