SPECTACULAR
CHRISTMAS
Sudah
sepatutnya kita semua bersyukur sebab segala ciptaan yang kita miliki
berasal dari Tuhan. Roma 11:36, “Sebab
segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi
Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
Dialah Sang Pencipta yang juga mengaruniakan kepada kita kemampuan
untuk menemukan dan membuat sumber daya buatan manusia. Kapan saja
kita berbicara tentang kebaikan yang telah kita alami/prestasi yang
telah kita capai kita perlu mengingat Firman Tuhan yang ada dalam
Yesaya 42:8 ini, “Aku
ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku
kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.”
Terpujilah namaMu yang agung selamanya, kiranya seluruh bumi dipenuhi
kemuliaanMu, terpujilah Tuhan yang dengan KuasaNya sendiri
menciptakan hal-hal yang demikian luar biasa. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Natal
terindah saat kasih di hati kita bagi-bagi.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 7 Desember 2016. ANAK ALLAH DICOBAI? Di situ empat puluh
hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan
apa-apa dan setelah itu Ia lapar (Lukas 4:2). Yesus sebagai Anak
Allah dicobai oleh Iblis dengan tiga cara. Pertama, agar mengubah
batu menjadi roti. Kedua, agar menerjunkan diri dari bubungan Bait
Allah dan meminta Allah menatangnya. Ketiga, menjanjikan semua
kekuasaan di bumi jika Dia mau menyembah Iblis. Tetapi, tidak ada
satu pun dari pencobaan itu yang dipenuhi-Nya. Dia menolak dengan
cara yang unik, yaitu mengutip firman Tuhan yang tertulis dalam kitab
Taurat dan Mazmur. Yesus membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah yang
hanya taat kepada Bapa-Nya. Dia tidak mencari kepuasan bagi kebutuhan
jasmani-Nya, melakukan aksi spektakuler dengan kemampuan-Nya, atau
bersahabat dengan Iblis demi kekuasaan politik. Kita hidup di dunia
yang mengukur kesuksesan seseorang berdasarkan kepemilikan, pengaruh
dan besarnya kekuasaan yang dimiliki orang itu. Tidak sedikit dari
mereka yang dulunya berapi-api dalam Tuhan seketika berbalik kala
tidak tahan hidup dalam kekurangan atau kala ditawari kekuasaan dan
jabatan yang menggiurkan. Bukan hanya itu. Banyak orang yang mencari
pengaruh dan kekuasaan tanpa memperhatikan keadilan dan moralitas.
Anak Allah seperti apakah kita? Sikap kita dalam menghadapi pencobaan
akan menggambarkan identitas kita dalam Kristus. Karena itu, mari
kita meneladani sikap Yesus dalam menghadapi pencobaan. Jangan
biarkan kepuasan jasmani, pengaruh, dan kekuasaan menggeser Kristus
dari hidup kita. Sebab hanya di dalam Dia kita dapat memiliki
kehidupan yang sejati. KITA MENGHADAPI PENCOBAAN BUKAN DENGAN
KEKUATAN DIRI, MELAINKAN DENGAN MENGANDALKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment