Saturday, 3 December 2016

3 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Apa Arti Natal Bagimu? (Gal 4:1-7). Ayat 4: “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.” Jauh sebelum kelahiran Kristus, DIA telah ditetapkan untuk datang menyelamatkan kita dari dosa. Sesuatu yang spektakuluer tentunya karena DIA datang bukan hanya menyelamatkan kita yang berdosa tetapi DIA memberikan PENGHARAPAN, bahkan mukjizatNya masih berlaku sampai hari ini, DIA datang pada WAKTU yang tepat . Natal sepenuhnya adalah tentang KASIH Kristus yang sudah terbukti dengan sangat jelas, pengorbananNya bagi kita semua. Sesuatu yang sangat spektakuluer tentunya kalau DIA Raja yang diatas segala raja mau datang bagi kita semua. Apa arti Natal bagimu hari ini?? Adakah sesuatu yang spektakuler? Sesuatu yang Luar Biasa atau biasa-biasa saja?

Xavier Quentin Pranata
Jika Tuhan yang singkapkan, nggak ada yang bisa menutupinya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 3 Desember 2016. TIDAK SEPERTI AYAH. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya (2 Tawarikh 28:1). Saya sering mendengar penilaian beberapa rekan saya yang mengatakan, “Kamu mirip sekali dengan ayahmu.” Rupanya perawakan yang tinggi dan wajah saya yang mirip dengan ayah menyebabkan mereka mengatakan hal itu. Dalam hal penampilan, pepatah “Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga” berlaku bagi saya. Kemiripan jasmani antara orangtua dan anak tentu lazim. Namun, dalam hal karakter, tidak jarang terjadi perbedaan yang nyata, bahkan bertolak belakang. Raja Yotam, misalnya. Ia adalah raja yang takut akan Tuhan. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan (2 Taw. 27:2). Ia meraih banyak prestasi karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan (2 Taw. 27:6). Namun, karakter sang ayah ini berbanding terbalik dengan karakter anaknya. Iman Yotam ternyata tidak diwarisi oleh putranya. Ahas, anak Yotam, justru melakukan perkara yang jahat di mata Tuhan (ay. 1). Ia tidak menyembah Allah, namun menyembah Baal (ay. 2) dan juga melakukan ritual seperti bangsa-bangsa lain yang menyembah Baal (ay. 3-4). Ia tidak mencatat prestasi cemerlang seperti ayahnya. Sebaliknya, ia dan rakyat Yehuda justru menerima hukuman dari Tuhan (ay. 5-8, 16-25). Bagaimana dengan kita? Jika Tuhan menyebut kita adalah anak-anak-Nya, dan Dia adalah Bapa kita, kita dipanggil untuk hidup serupa dengan Dia. Syukurlah, Allah tidak menuntut kita untuk mengusahakannya sendiri, melainkan memberikan Roh-Nya untuk memimpin kita (lih. Rm. 8:14). Kiranya hidup kita dari hari ke hari memancarkan karakter Allah. ROH ALLAH MEMIMPIN ANAK-ANAK-NYA UNTUK HIDUP SELARAS DENGAN KARAKTER-NYA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment