SPECTACULAR
CHRISTMAS
Apa
Arti Natal Bagimu? (Gal 4:1-7).
Ayat 4: “Tetapi
setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari
seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”
Jauh sebelum kelahiran Kristus, DIA telah ditetapkan untuk datang
menyelamatkan kita dari dosa. Sesuatu yang spektakuluer tentunya
karena DIA datang bukan hanya menyelamatkan kita yang berdosa tetapi
DIA memberikan PENGHARAPAN, bahkan mukjizatNya masih berlaku sampai
hari ini, DIA datang pada WAKTU yang tepat .
Natal sepenuhnya adalah tentang KASIH Kristus yang sudah terbukti
dengan sangat jelas, pengorbananNya bagi kita semua. Sesuatu yang
sangat spektakuluer tentunya kalau DIA Raja yang diatas segala raja
mau datang bagi kita semua. Apa arti Natal bagimu hari ini?? Adakah
sesuatu yang spektakuler? Sesuatu yang Luar Biasa atau biasa-biasa
saja?
Xavier
Quentin Pranata
“Jika
Tuhan yang singkapkan, nggak ada yang bisa menutupinya.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 3 Desember 2016. TIDAK SEPERTI AYAH. Ia tidak melakukan
apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya (2
Tawarikh 28:1). Saya sering mendengar penilaian beberapa rekan saya
yang mengatakan, “Kamu mirip sekali dengan ayahmu.” Rupanya
perawakan yang tinggi dan wajah saya yang mirip dengan ayah
menyebabkan mereka mengatakan hal itu. Dalam hal penampilan, pepatah
“Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga” berlaku bagi saya.
Kemiripan jasmani antara orangtua dan anak tentu lazim. Namun, dalam
hal karakter, tidak jarang terjadi perbedaan yang nyata, bahkan
bertolak belakang. Raja Yotam, misalnya. Ia adalah raja yang takut
akan Tuhan. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan (2 Taw. 27:2).
Ia meraih banyak prestasi karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan
(2 Taw. 27:6). Namun, karakter sang ayah ini berbanding terbalik
dengan karakter anaknya. Iman Yotam ternyata tidak diwarisi oleh
putranya. Ahas, anak Yotam, justru melakukan perkara yang jahat di
mata Tuhan (ay. 1). Ia tidak menyembah Allah, namun menyembah Baal
(ay. 2) dan juga melakukan ritual seperti bangsa-bangsa lain yang
menyembah Baal (ay. 3-4). Ia tidak mencatat prestasi cemerlang
seperti ayahnya. Sebaliknya, ia dan rakyat Yehuda justru menerima
hukuman dari Tuhan (ay. 5-8, 16-25). Bagaimana dengan kita? Jika
Tuhan menyebut kita adalah anak-anak-Nya, dan Dia adalah Bapa kita,
kita dipanggil untuk hidup serupa dengan Dia. Syukurlah, Allah tidak
menuntut kita untuk mengusahakannya sendiri, melainkan memberikan
Roh-Nya untuk memimpin kita (lih. Rm. 8:14). Kiranya hidup kita dari
hari ke hari memancarkan karakter Allah. ROH ALLAH MEMIMPIN
ANAK-ANAK-NYA UNTUK HIDUP SELARAS DENGAN KARAKTER-NYA. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment