SPECTACULAR
CHRISTMAS
Ibrani
6:19, “PENGHARAPAN
itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah
dilabuhkan sampai ke belakang tabir.”
Ibrani 6:23, “Marilah
kita teguh berpegang pada pengakuan tentang PENGHARAPAN kita, sebab
Ia, yang menjanjikannya, setia.”
Amin. Roma 12:12, “Bersukacitalah
dalam PENGHARAPAN, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam
doa!”
Amin. Miliki PENGHARAPAN
senantiasa dalam kehidupan ini sebab pengharapan itulah kekuatan bagi
jiwa kita & yang menjanjikan Pengharapan itu SETIA. Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
BUANGLAH
AKAR PAHIT. “Jagalah Hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari
situlah terpancar kehidupan” (Amsal 3:24). Akar pahit yang
menyerang hati manusia bagai duri; sedikit saja menggores hati kita,
racunnya akan menyebar ke seluruh hidup kita. Setiap kita dipanggil
untuk hidup menaati TUHAN, hidup dalam kasih & berdamai dengan
semua orang. Menjauhi pemuasan nafsu yang rendah, yang hanya
mengutamakan kebutuhan lahiriah & mengabaikan hal-hal yang
bernilai kekal. Orang yang hatinya dipenuhi akar pahit hanya akan
menularkannya pada orang lain, membuat hidup serba pahit, murung,
penuh ketidakpuasan, pertengkaran, selalu mencari kesalahan orang
sebagai bahan kritik yang menyakitkan. Akan tetapi, orang yang
hatinya dipenuhi Kasih Karunia TUHAN akan selalu menularkan
perdamaian, persahabatan & nasihat yang membangun serta
membesarkan hati. JAGALAH HATI kita agar tidak ditumbuhi akar pahit,
karena hati pahit hanya membuat hidup suram, Sedangkan hati yang
dekat TUHAN Membangkitkan Hidup yang Berkemenangan. “Karena
mata-Nya mengawasi jalan manusia, dan Ia melihat segala langkahnya”
(Ayub 34:21). God bless you.
Xavier
Quentin Pranata
“Pernikahan
adalah penyatuan dua orang yang tidak sempurna yang bersama-sama
mengejar kebahagiaan.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 17 Desember 2016. LEWAT JALAN YANG PATUT. Akuilah Dia
dalam segala lakumu (Amsal 3:6). Media massa dironai kabar-kabar
buram. Siswa mengejar kelulusan lewat bocoran soal. Calon mahasiswa
menyiasati seleksi dengan bantuan joki. Pungli berkelanjutan sampai
sekarang. Dan, kabar-kabar buruk lainnya. Orang menggapai sesuatu
lewat jalan-jalan tak bermoral. Pertanyaannya: Patutkah orang
bersyukur atas sesuatu yang diperoleh lewat jalan semacam itu?
Alkitab menasihati, “Akuilah Dia dalam segala lakumu.” Itu bukan
sekadar mengakui bahwa Dia ada. “Mengakui Dia” adalah mengakui
kedaulatan-Nya atas semua sisi kehidupan. Karenanya, itu hanya bisa
diwujudkan dengan memberlakukan kehendak-Nya dalam semua hal. Syukur
adalah pengakuan dan penghormatan kepada Tuhan. Berarti, hal yang
kita peroleh patut kita syukuri hanya jika kita menggapainya lewat
jalan-jalan yang di dalamnya kita “mengakui Tuhan”. Lulus ujian
lewat bocoran tak patut disyukuri karena di sana Tuhan tidak diakui.
Lolos seleksi lewat joki tak patut disyukuri karena jalan itu tidak
mengakui Tuhan. Buah dari pemerasan tak layak disyukuri karena
jalan-jalan pemerasan tidak mengakui Tuhan. Memang, moralitas jalan
yang ditempuh menentukan apakah hasilnya patut disyukuri. Hanya
hal-hal yang diupayakan lewat jalan yang berkenan bagi
Tuhanlah-yakni, yang di dalamnya kita “mengakui Tuhan”- yang
dapat disebut sebagai hal yang baik, dan dengan demikian patut
disyukuri. Sesungguhnyalah, syukur hanya patut dinaikkan untuk
hal-hal yang diperoleh lewat jalan-jalan yang memang patut.
MENSYUKURI HAL-HAL YANG DIPEROLEH LEWAT JALAN-JALAN YANG TAK PATUT
ADALAH SYUKUR YANG SUNGGUH TIDAK PATUT. Selamat pagi. Enjoy your
weeken. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Berdamai
dengan TUHAN itulah iman. Berdamai dengan sesama adalah kasih.
Berdamai dengan diri sendiri itulah PENGHARAPAN.

No comments:
Post a Comment