Saturday, 17 December 2016

17 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Ibrani 6:19, “PENGHARAPAN itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.” Ibrani 6:23, “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang PENGHARAPAN kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” Amin. Roma 12:12, “Bersukacitalah dalam PENGHARAPAN, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” Amin. Miliki PENGHARAPAN senantiasa dalam kehidupan ini sebab pengharapan itulah kekuatan bagi jiwa kita & yang menjanjikan Pengharapan itu SETIA. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
BUANGLAH AKAR PAHIT. “Jagalah Hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 3:24). Akar pahit yang menyerang hati manusia bagai duri; sedikit saja menggores hati kita, racunnya akan menyebar ke seluruh hidup kita. Setiap kita dipanggil untuk hidup menaati TUHAN, hidup dalam kasih & berdamai dengan semua orang. Menjauhi pemuasan nafsu yang rendah, yang hanya mengutamakan kebutuhan lahiriah & mengabaikan hal-hal yang bernilai kekal. Orang yang hatinya dipenuhi akar pahit hanya akan menularkannya pada orang lain, membuat hidup serba pahit, murung, penuh ketidakpuasan, pertengkaran, selalu mencari kesalahan orang sebagai bahan kritik yang menyakitkan. Akan tetapi, orang yang hatinya dipenuhi Kasih Karunia TUHAN akan selalu menularkan perdamaian, persahabatan & nasihat yang membangun serta membesarkan hati. JAGALAH HATI kita agar tidak ditumbuhi akar pahit, karena hati pahit hanya membuat hidup suram, Sedangkan hati yang dekat TUHAN Membangkitkan Hidup yang Berkemenangan. “Karena mata-Nya mengawasi jalan manusia, dan Ia melihat segala langkahnya” (Ayub 34:21). God bless you.

Xavier Quentin Pranata
Pernikahan adalah penyatuan dua orang yang tidak sempurna yang bersama-sama mengejar kebahagiaan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 17 Desember 2016. LEWAT JALAN YANG PATUT. Akuilah Dia dalam segala lakumu (Amsal 3:6). Media massa dironai kabar-kabar buram. Siswa mengejar kelulusan lewat bocoran soal. Calon mahasiswa menyiasati seleksi dengan bantuan joki. Pungli berkelanjutan sampai sekarang. Dan, kabar-kabar buruk lainnya. Orang menggapai sesuatu lewat jalan-jalan tak bermoral. Pertanyaannya: Patutkah orang bersyukur atas sesuatu yang diperoleh lewat jalan semacam itu? Alkitab menasihati, “Akuilah Dia dalam segala lakumu.” Itu bukan sekadar mengakui bahwa Dia ada. “Mengakui Dia” adalah mengakui kedaulatan-Nya atas semua sisi kehidupan. Karenanya, itu hanya bisa diwujudkan dengan memberlakukan kehendak-Nya dalam semua hal. Syukur adalah pengakuan dan penghormatan kepada Tuhan. Berarti, hal yang kita peroleh patut kita syukuri hanya jika kita menggapainya lewat jalan-jalan yang di dalamnya kita “mengakui Tuhan”. Lulus ujian lewat bocoran tak patut disyukuri karena di sana Tuhan tidak diakui. Lolos seleksi lewat joki tak patut disyukuri karena jalan itu tidak mengakui Tuhan. Buah dari pemerasan tak layak disyukuri karena jalan-jalan pemerasan tidak mengakui Tuhan. Memang, moralitas jalan yang ditempuh menentukan apakah hasilnya patut disyukuri. Hanya hal-hal yang diupayakan lewat jalan yang berkenan bagi Tuhanlah-yakni, yang di dalamnya kita “mengakui Tuhan”- yang dapat disebut sebagai hal yang baik, dan dengan demikian patut disyukuri. Sesungguhnyalah, syukur hanya patut dinaikkan untuk hal-hal yang diperoleh lewat jalan-jalan yang memang patut. MENSYUKURI HAL-HAL YANG DIPEROLEH LEWAT JALAN-JALAN YANG TAK PATUT ADALAH SYUKUR YANG SUNGGUH TIDAK PATUT. Selamat pagi. Enjoy your weeken. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Berdamai dengan TUHAN itulah iman. Berdamai dengan sesama adalah kasih. Berdamai dengan diri sendiri itulah PENGHARAPAN.

No comments:

Post a Comment