SPECTACULAR
CHRISTMAS
Bersyukur.
Kebersyukuran yang mendalam memancar dari dalam. Mengapa harus
bersyukur? Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu KASIH adanya. Allah
mengasihi secara berdaulat. IA mengetahui SEGALA SESUATU dalam
KASIHNya. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah BERSYUKUR,
hanya apabila kita mempercayai kedaulatan kasih Allah. Kita dapat
besyukur untuk segala sesuatu. Roma 8:28, “Kita
tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Bersyukur itu adalah Karakter Allah. Kolose 2:7, “Hendaklah
kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu
bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan
hendaklah hatimu melimpah dengan SYUKUR.”
Ayat ini mengingatkan kita tentang “kebenaran” inilah sebabnya
ketika kita “berakar” secara mendalam didalam Yesus Kristus, kita
akan melimpah dengan SYUKUR. Bersyukur tidak tergantung pada keadaan
kita tetapi pada HATI
kita. Matius 12:34b, “Karena
yang diucapkan mulut meluap dari hati.”
Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Sabtu, 24 Desember 2016. Bacaan: Lukas 1:26-38. Setahun:
Wahyu 3-5. Nas: Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu itu (Lukas 1:38). Menyambut Rahmat Tuhan. “Apa
kata dunia?” Kalimat khas tokoh Nagabonar ini akan menohok relung
hati apabila Anda atau anak perempuan Anda mengalami situasi seperti
Maria. Memang Maria akan menjadi Bunda Tuhan, namun stres yang harus
ditanggungnya berat bukan buatan. Ia harus tegar menanggung aib di
mata, mulut, dan hati orang yang sering tampil bak pisau tajam bagi
hati. Namun cobalah bayangkan, betapa berbeda kisah dan makna iman
dalam Natal, bila Maria menolak resiko cibiran semacam ini. Maria
adalah seorang yang rela dan berani menanggung ketegangan di antara
rahmat dan aib kesalahpahaman sosial. Ia bersedia diolah Allah
sehingga kemudian mendatangkan kesejahteraan besar bagi umat manusia.
Maria menjadi contoh hidup beriman yang tahu persis bahwa anugerah
terjalin rapat dengan risiko. Apa rahasia sikap iman semacam ini? Ada
dua hal. Pertama, Maria sadar diri (“sesungguhnya aku adalah hamba
Tuhan”). Kedua, ia sadar akan Tuhan yang memiliki hidupnya
(“jadilah padaku menurut perkataan-Mu”). Lihatlah kemudian, Allah
tidak hanya menawarkan panggilan kepada Maria, namun juga merahmatkan
penguatan, dalam hal ini melalui peristiwa mukjizat bagi Elisabet.
Inilah berkat bagi orang yang tulus dan terbuka menggumuli kehendak
Tuhan, ia akan mendapatkan penguatan di sepanjang jalan. Dalam kancah
kehidupan yang puspa warna ini, apakah panggilan kita? Kiranya kita
menjadi entah Maria entah Elisabet. Bahkan semoga, kita adalah
sekaligus kedua-duanya! --DKL/Renungan Harian. BARANGSIAPA DIPANGGIL
TUHAN, AKAN MELIHAT TANDA HERAN. MESKIPUN JALAN TURUN NAIK, MENGAKU
JALAN TUHAN BAIK -(NYANYIAN ROHANI).
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
KUNCI
SUKSES. Kalo orang bertanya kepada kita apa yang menjadi KUNCI
KEBERHASILAN kita dalam meraih sebuah SUKSES, mungkin kita akan
menjawab: “kerja keras”, mungkin yang lain akan
menjawab:”keuletan”, yang lain berkata: “karena ketangguhan”.
Semua adalah benar adanya dari sudut pandang manusia, namun apakah
memang itu KUNCI SUKSES orang percaya, sehingga kita begitu pongahnya
mengatakan bahwa semua adalah hasil upaya kita sendiri? “Berkat
TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”
(Amsal 10:22). Ternyata KUNCI SUKSES yang utama bukanlah kerja keras,
keuletan & ketangguhan. Lantas bagaimana? Apa KUNCI SUKSES kita
sebenarnya? KUNCI SUKSES kita sebagai orang percaya di dalam mencapai
keberhasilan: •yang pertama adalah Mencari Kerajaan Sorga &
kebenaranNYA terlebih dahulu. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah
dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”
(Matius 6:33); •Selanjutnya SETIA & TAAT kepada setiap Perintah
TUHAN, yang diantaranya adalah agar setiap orang BEKERJA KERAS
(Kejadian 3:9), TEKUN (Roma 8:25), & SABAR (Kolose 1:11). Kerja
Keras memang harus, tapi tanpa TUHAN yang menopang semuanya akan
menjadi sia-sia. Kalaukita selalu mengutamakan TUHAN & selalu
mencari wajahNYA terlebih dahulu sebelum melakukan segala sesuatu,
maka semua akan ditambahkan kepada kita umat yang dicintaiNYA. Betapa
senang hati TUHAN terhadap umatNYA yang setia & taat, sehingga
pada waktu tidur pun TUHAN akan memberikan berkat kepada umatNya
(Mazmur 127:2). God bless you all.

No comments:
Post a Comment