Saturday, 24 December 2016

24 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Bersyukur. Kebersyukuran yang mendalam memancar dari dalam. Mengapa harus bersyukur? Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu KASIH adanya. Allah mengasihi secara berdaulat. IA mengetahui SEGALA SESUATU dalam KASIHNya. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah BERSYUKUR, hanya apabila kita mempercayai kedaulatan kasih Allah. Kita dapat besyukur untuk segala sesuatu. Roma 8:28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Bersyukur itu adalah Karakter Allah. Kolose 2:7, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan SYUKUR.” Ayat ini mengingatkan kita tentang “kebenaran” inilah sebabnya ketika kita “berakar” secara mendalam didalam Yesus Kristus, kita akan melimpah dengan SYUKUR. Bersyukur tidak tergantung pada keadaan kita tetapi pada HATI kita. Matius 12:34b, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Sabtu, 24 Desember 2016. Bacaan: Lukas 1:26-38. Setahun: Wahyu 3-5. Nas: Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu (Lukas 1:38). Menyambut Rahmat Tuhan. “Apa kata dunia?” Kalimat khas tokoh Nagabonar ini akan menohok relung hati apabila Anda atau anak perempuan Anda mengalami situasi seperti Maria. Memang Maria akan menjadi Bunda Tuhan, namun stres yang harus ditanggungnya berat bukan buatan. Ia harus tegar menanggung aib di mata, mulut, dan hati orang yang sering tampil bak pisau tajam bagi hati. Namun cobalah bayangkan, betapa berbeda kisah dan makna iman dalam Natal, bila Maria menolak resiko cibiran semacam ini. Maria adalah seorang yang rela dan berani menanggung ketegangan di antara rahmat dan aib kesalahpahaman sosial. Ia bersedia diolah Allah sehingga kemudian mendatangkan kesejahteraan besar bagi umat manusia. Maria menjadi contoh hidup beriman yang tahu persis bahwa anugerah terjalin rapat dengan risiko. Apa rahasia sikap iman semacam ini? Ada dua hal. Pertama, Maria sadar diri (“sesungguhnya aku adalah hamba Tuhan”). Kedua, ia sadar akan Tuhan yang memiliki hidupnya (“jadilah padaku menurut perkataan-Mu”). Lihatlah kemudian, Allah tidak hanya menawarkan panggilan kepada Maria, namun juga merahmatkan penguatan, dalam hal ini melalui peristiwa mukjizat bagi Elisabet. Inilah berkat bagi orang yang tulus dan terbuka menggumuli kehendak Tuhan, ia akan mendapatkan penguatan di sepanjang jalan. Dalam kancah kehidupan yang puspa warna ini, apakah panggilan kita? Kiranya kita menjadi entah Maria entah Elisabet. Bahkan semoga, kita adalah sekaligus kedua-duanya! --DKL/Renungan Harian. BARANGSIAPA DIPANGGIL TUHAN, AKAN MELIHAT TANDA HERAN. MESKIPUN JALAN TURUN NAIK, MENGAKU JALAN TUHAN BAIK -(NYANYIAN ROHANI).

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KUNCI SUKSES. Kalo orang bertanya kepada kita apa yang menjadi KUNCI KEBERHASILAN kita dalam meraih sebuah SUKSES, mungkin kita akan menjawab: “kerja keras”, mungkin yang lain akan menjawab:”keuletan”, yang lain berkata: “karena ketangguhan”. Semua adalah benar adanya dari sudut pandang manusia, namun apakah memang itu KUNCI SUKSES orang percaya, sehingga kita begitu pongahnya mengatakan bahwa semua adalah hasil upaya kita sendiri? “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Amsal 10:22). Ternyata KUNCI SUKSES yang utama bukanlah kerja keras, keuletan & ketangguhan. Lantas bagaimana? Apa KUNCI SUKSES kita sebenarnya? KUNCI SUKSES kita sebagai orang percaya di dalam mencapai keberhasilan: •yang pertama adalah Mencari Kerajaan Sorga & kebenaranNYA terlebih dahulu. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33); •Selanjutnya SETIA & TAAT kepada setiap Perintah TUHAN, yang diantaranya adalah agar setiap orang BEKERJA KERAS (Kejadian 3:9), TEKUN (Roma 8:25), & SABAR (Kolose 1:11). Kerja Keras memang harus, tapi tanpa TUHAN yang menopang semuanya akan menjadi sia-sia. Kalaukita selalu mengutamakan TUHAN & selalu mencari wajahNYA terlebih dahulu sebelum melakukan segala sesuatu, maka semua akan ditambahkan kepada kita umat yang dicintaiNYA. Betapa senang hati TUHAN terhadap umatNYA yang setia & taat, sehingga pada waktu tidur pun TUHAN akan memberikan berkat kepada umatNya (Mazmur 127:2). God bless you all.

No comments:

Post a Comment