Friday, 16 December 2016

16 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




1 Timotius 3:16, “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.‘” Amin. Luar biasa! Allah “telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia”. Yang sangat spektakuler dalam Natal adalah bagaimana caranya Allah bisa menjadi manusia sementara DIA tetap sepenuhnya Allah? Hal ini bertentangan dengan akal kita manusia, tetapi bagi Allah yang sempurna semuanya ada dalam rencanaNya yang kekal. Amin. Bayi yang lahir DIA-lah Yesus Kristus yang menjadi manusia seutuhNya. Dia ada bagi kita semua .

Xavier Quentin Pranata
Bertambah tua itu pasti, semakin dewasa itu proses yang tak pernah berhenti.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 16 Desember 2016. APA ARTI IBADAHMU? Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia (Yosua 24:14). Pemandu Kidung Jemaat 264 karya Mercy Tampubolon sebagian syairnya berbunyi, “Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan bila tiada rela sujud dan sungkur? Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan bila tiada hati tulus dan syukur?” Di bagian lain, lagu itu kembali menyodorkan pertanyaan kepada kita, “Apakah kita benar-benar beribadah dengan tulus ikhlas dan setia kepada Dia?” Tulus dan setia-dua kata yang perlu digarisbawahi. Acapkali kita menjadikan ibadah sebagai sebuah rutinitas. Beribadah karena sebuah keharusan, atau beribadah dengan tujuan untuk mendapatkan berkat. Kita tidak sungguh-sungguh saat beribadah, tidak jarang kita masih asyik dengan gadget atau ngobrol dengan teman. Bahkan, bisa jadi kita malah tertidur saat ibadah sedang berlangsung. Beribadah dengan tulus ikhlas berarti kita membawa diri kepada Tuhan, dan datang menyembah dengan menanggalkan segala kepentingan diri. Ketika beribadah kita sedang menyembah Tuhan, Raja yang memiliki hidup kita. Rela meninggalkan segala kepentingan kita untuk benar-benar menyembah, memuji, dan mengagungkan Tuhan, sebagai wujud syukur kita atas kasih karunia dan anugerah-Nya. Dia hadir sebagai Raja dan Allah yang Mahakudus dalam setiap ibadah kita. Saat menghadap atasan atau pimpinan, kita bisa begitu tunduk dan hormat. Saat menghadap Tuhan, kita sepatutnya bersikap lebih baik dari itu. Kita menghadap Allah yang Mahakuasa atas kehidupan kita. Sudahkah kita benar-benar menyembah-Nya dengan tulus ikhlas dan setia? DALAM IBADAH YANG SEJATI KITA MENANGGALKAN KEPENTINGAN PRIBADI UNTUK MEMUSATKAN DIRI PADA KEPENTINGAN ALLAH. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Filipi 2:9-11, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kistus adalah Tuhan.‘” Bagi kemuliaan Allah Bapa! Marilah kita bersyukur dan bersalam-salaman atas kedatanganNya. Haleluya...! Happy Friday, happy day. JBU all.

No comments:

Post a Comment