SPECTACULAR
CHRISTMAS
1
Timotius 3:16, “Dan
sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah
menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang
menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam
dunia, diangkat dalam kemuliaan.‘”
Amin. Luar biasa! Allah “telah menyatakan diriNya dalam rupa
manusia”. Yang sangat spektakuler dalam Natal adalah bagaimana
caranya Allah bisa menjadi manusia sementara DIA tetap sepenuhnya
Allah? Hal ini bertentangan dengan akal kita manusia, tetapi bagi
Allah yang sempurna semuanya ada dalam rencanaNya yang kekal. Amin.
Bayi yang lahir DIA-lah Yesus Kristus yang menjadi manusia seutuhNya.
Dia ada bagi kita semua .
Xavier
Quentin Pranata
“Bertambah
tua itu pasti, semakin dewasa itu proses yang tak pernah berhenti.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 16 Desember 2016. APA ARTI IBADAHMU? Oleh sebab itu,
takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas
dan setia (Yosua 24:14). Pemandu Kidung Jemaat 264 karya Mercy
Tampubolon sebagian syairnya berbunyi, “Apalah arti ibadahmu kepada
Tuhan bila tiada rela sujud dan sungkur? Apalah arti ibadahmu kepada
Tuhan bila tiada hati tulus dan syukur?” Di bagian lain, lagu itu
kembali menyodorkan pertanyaan kepada kita, “Apakah kita
benar-benar beribadah dengan tulus ikhlas dan setia kepada Dia?”
Tulus dan setia-dua kata yang perlu digarisbawahi. Acapkali kita
menjadikan ibadah sebagai sebuah rutinitas. Beribadah karena sebuah
keharusan, atau beribadah dengan tujuan untuk mendapatkan berkat.
Kita tidak sungguh-sungguh saat beribadah, tidak jarang kita masih
asyik dengan gadget atau ngobrol dengan teman. Bahkan, bisa jadi kita
malah tertidur saat ibadah sedang berlangsung. Beribadah dengan tulus
ikhlas berarti kita membawa diri kepada Tuhan, dan datang menyembah
dengan menanggalkan segala kepentingan diri. Ketika beribadah kita
sedang menyembah Tuhan, Raja yang memiliki hidup kita. Rela
meninggalkan segala kepentingan kita untuk benar-benar menyembah,
memuji, dan mengagungkan Tuhan, sebagai wujud syukur kita atas kasih
karunia dan anugerah-Nya. Dia hadir sebagai Raja dan Allah yang
Mahakudus dalam setiap ibadah kita. Saat menghadap atasan atau
pimpinan, kita bisa begitu tunduk dan hormat. Saat menghadap Tuhan,
kita sepatutnya bersikap lebih baik dari itu. Kita menghadap Allah
yang Mahakuasa atas kehidupan kita. Sudahkah kita benar-benar
menyembah-Nya dengan tulus ikhlas dan setia? DALAM IBADAH YANG SEJATI
KITA MENANGGALKAN KEPENTINGAN PRIBADI UNTUK MEMUSATKAN DIRI PADA
KEPENTINGAN ALLAH. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus
memberkati.
Tante
Elisabeth – NTT
Amin!
Filipi 2:9-11, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan
mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama
Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas
bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus
Kistus adalah Tuhan.‘” Bagi kemuliaan Allah Bapa! Marilah kita
bersyukur dan bersalam-salaman atas kedatanganNya. Haleluya...! Happy
Friday, happy day. JBU all.

No comments:
Post a Comment