Sunday, 25 December 2016

25 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




DIA IMANUEL. Matius 1:23b, “dan mereka akan menamakan Dia IMANUEL--yang berarti: Allah MENYERTAI kita.” Demi kasihNya untuk saya & saudara, Yesus menjadi Manusia sepenuhnya, menjadi Manusia memungkinkan “DIA untuk ikut merasakan pengalaman kita”. Itu artinya YESUS PEDULI. Kiranya dihari Natal ini TERANG yang masuk ke dalam dunia pada malam itu memancarkan SINARNya hingga MENEMBUS KE LUBUK HATI kita yang terdalam & memberikan KEDAMAIAN di bumi . Kata Kunci dari Natal adalah IMANUEL, Allah BESERTA KITA . Selamat Natal saudara-saudaraku, DIA IMANUEL . Amin.

Xavier Quentin Pranata
Natal adalah terbukanya pintu surga bagi kita yang percaya terhadap Sang Putra yang menjelma jadi manusia.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
Good morning everyone bro & sis... “Today in the town of David a Savior has been born to you; he is the Messiah, the Lord” --‭‭Luke‬ ‭2:11‬. Rejoice! He has come for us! Spread the love of Christmas as He has first loved us. Have a joyful Christmas everyone! Jesus love us...

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 25 Desember 2016. MAGNIFICIAT. Jiwaku memuliakan Tuhan... sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya (Lukas 1:46, 48). Maria, perempuan biasa dan sederhana, mendapat rahmat unik dan istimewa, yakni menjadi Bunda Tuhan! Mengejutkan! Indah! Toh bukan tanpa masalah yang serius dan mengancam. Ia sedang bertunangan, namun hamil sebelum menikah-kehamilan yang sulit dijelaskan pada banyak orang. Dalam adat Yahudi, perempuan semacam ini mesti berhadapan dengan tuntutan Taurat dan sanksi sosial religius yang berat, bahkan mengandung ancaman maut. Sebagai perempuan di tengah kuatnya tradisi patriarkat Yahudi, Maria tergolong kaum yang rendah. Kehamilannya yang tidak jelas itu membuat statusnya terbungkuk semakin dalam. Namun, justru di sini ada titik balik. Maria memahami maksud Allah yang menjadikan dirinya mitra karya akbar-Nya, maka ia mampu memuji, jiwanya memuliakan (Latin: magnificiat) Tuhan: yang rendah dipakai Allah! Bagi Maria, aib yang ditanggungnya hanya dapat dibalut oleh Allah sendiri. Allah itulah andalannya, bukan yang lain. Maria sadar betul bahwa ia masuk keadaan yang dalam tradisi religius disebut sebagai Providentia Dei, penyelenggaraan ilahi. Karya Allah dalam hidup memang sering mengandung kejutan dan misteri, menghantar kita tersentak melampaui batas kenyamanan. Namun, bila ditanggapi dengan sikap batin yang tepat, pas, pantas dalam beriman, akan didapati bahwa karya Allah itu mendatangkan kesejahteraan bagi umat manusia. Penyelenggaraan ilahi membutuhkan kesediaan manusiawi dalam iman dan ketulusan. Maria sudah memberi contoh. Bagaimana dengan kita? KERENDAHAN KITA BUKAN HAMBATAN BAGI KARYA AKBAR TUHAN. Selamat pagi. Selamat Hari Natal 2016. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment