SPECTACULAR
CHRISTMAS
DIA
IMANUEL.
Matius 1:23b, “dan
mereka akan menamakan Dia IMANUEL--yang berarti: Allah MENYERTAI
kita.”
Demi kasihNya untuk saya & saudara, Yesus menjadi Manusia
sepenuhnya, menjadi Manusia memungkinkan “DIA untuk ikut merasakan
pengalaman kita”. Itu artinya YESUS
PEDULI.
Kiranya dihari Natal ini TERANG yang masuk ke dalam dunia pada malam
itu memancarkan SINARNya hingga MENEMBUS KE LUBUK HATI kita yang
terdalam & memberikan KEDAMAIAN di bumi .
Kata Kunci dari Natal adalah IMANUEL, Allah BESERTA KITA .
Selamat Natal saudara-saudaraku, DIA IMANUEL .
Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Natal
adalah terbukanya pintu surga bagi kita yang percaya terhadap Sang
Putra yang menjelma jadi manusia.” Xavier Quentin Pranata.
GNCC
Good
morning everyone bro & sis... “Today in the town of David a
Savior has been born to you; he is the Messiah, the Lord” --Luke
2:11. Rejoice! He has come for us! Spread the love of Christmas
as He has first loved us. Have a joyful Christmas everyone! Jesus
love us...
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 25 Desember 2016. MAGNIFICIAT. Jiwaku memuliakan
Tuhan... sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya (Lukas
1:46, 48). Maria, perempuan biasa dan sederhana, mendapat rahmat unik
dan istimewa, yakni menjadi Bunda Tuhan! Mengejutkan! Indah! Toh
bukan tanpa masalah yang serius dan mengancam. Ia sedang bertunangan,
namun hamil sebelum menikah-kehamilan yang sulit dijelaskan pada
banyak orang. Dalam adat Yahudi, perempuan semacam ini mesti
berhadapan dengan tuntutan Taurat dan sanksi sosial religius yang
berat, bahkan mengandung ancaman maut. Sebagai perempuan di tengah
kuatnya tradisi patriarkat Yahudi, Maria tergolong kaum yang rendah.
Kehamilannya yang tidak jelas itu membuat statusnya terbungkuk
semakin dalam. Namun, justru di sini ada titik balik. Maria memahami
maksud Allah yang menjadikan dirinya mitra karya akbar-Nya, maka ia
mampu memuji, jiwanya memuliakan (Latin: magnificiat) Tuhan: yang
rendah dipakai Allah! Bagi Maria, aib yang ditanggungnya hanya dapat
dibalut oleh Allah sendiri. Allah itulah andalannya, bukan yang lain.
Maria sadar betul bahwa ia masuk keadaan yang dalam tradisi religius
disebut sebagai Providentia Dei, penyelenggaraan ilahi. Karya Allah
dalam hidup memang sering mengandung kejutan dan misteri, menghantar
kita tersentak melampaui batas kenyamanan. Namun, bila ditanggapi
dengan sikap batin yang tepat, pas, pantas dalam beriman, akan
didapati bahwa karya Allah itu mendatangkan kesejahteraan bagi umat
manusia. Penyelenggaraan ilahi membutuhkan kesediaan manusiawi dalam
iman dan ketulusan. Maria sudah memberi contoh. Bagaimana dengan
kita? KERENDAHAN KITA BUKAN HAMBATAN BAGI KARYA AKBAR TUHAN. Selamat
pagi. Selamat Hari Natal 2016. Selamat beribadah. Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment