SPECTACULAR
CHRISTMAS
Lukas
2:11, “Hari
ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota
Daud.”
Tahun demi tahun kita merayakan Natal / kelahiran Yesus, tetapi belum
tentu menjadikan kita makin mengenal dan bertumbuh serupa DIA. Apakah
kita sudah bertumbuh semakin mengasihi DIA, sepanjang tahun ini?
Apakah kita semakin suka merenungkan dan melakukan FirmanNya? Apakah
tutur kata kita dan perilaku kita makin mencerminkan karakter
Kristus? Sekedar ikut merayakan Natal setiap tahun, jika tanpa
disertai Perubahan Hidup dan perjumpaan pribadi dengan DIA, maka
tidak akan ada artinya .
Bagaimana dengan kita? Apa saja Harapan yang ingin kita wujudkan di
hari Natal tahun ini? Jadikan Natal sebagai momen untuk merefleksi
diri kita masing-masing dan membagikan pengharapan kepada
saudara-saudara kita yang lain. Amin.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 4 Desember 2016. BERLATIH IBADAH. Latihlah dirimu
beribadah (1 Timotius 4:7). Suami saya memasang batang-batang besi di
belakang rumah untuk berolahraga. Awalnya, ia mencoba mengangkat
beban tubuhnya sendiri dengan alat itu, tetapi tidak berhasil.
Setelah beberapa bulan rutin berlatih setiap hari, ia sudah bisa
mengangkat beban tubuhnya sendiri. Dengan tekun berlatih, daya angkat
ototnya bertambah kuat. Dalam budaya Yunani, latihan badani sangat
ditekankan. Namun, Rasul Paulus mengingatkan bahwa latihan badani itu
terbatas kegunaannya dan hanya berlaku dalam kehidupan di dunia fana
ini. Dia membandingkannya dengan latihan yang kegunaannya lebih luas
dan tidak terbatas, yaitu latihan beribadah. Menekuni firman Tuhan
dengan sungguh-sungguh menghindarkan kita dari mengikuti roh penyesat
dan ajaran setan (ay. 2). Kita juga belajar mempersembahkan hidup
kudus dengan menerapkan kebenaran firman (ay. 3-6) dan menjauhi
takhayul (ay. 7), yaitu pola hidup dan keyakinan berdasarkan tradisi
nenek moyang yang tidak selaras dengan firman-Nya. Ibadah itu berguna
dalam segala hal karena mengandung janji, baik untuk hidup saat ini
maupun untuk hidup yang akan datang, kekal, selama-lamanya (ay. 8).
Karena itu, orang percaya didorong untuk melatih diri kita beribadah
(ay. 7). Sebagaimana latihan badani membutuhkan kedisiplinan untuk
menghasilkan tubuh yang sehat dan bugar, kita juga harus berdisiplin
melatih diri beribadah hari demi hari. Dengan demikian, kita
bertumbuh sehat dan bugar secara rohani serta dimampukan untuk
menghadapi tantangan hidup yang berat. LATIHAN BERIBADAH BERGUNA
UNTUK KESEHATAN ROHANI DAN BERDAMPAK KEKAL. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment