Sunday, 4 December 2016

4 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Lukas 2:11, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Tahun demi tahun kita merayakan Natal / kelahiran Yesus, tetapi belum tentu menjadikan kita makin mengenal dan bertumbuh serupa DIA. Apakah kita sudah bertumbuh semakin mengasihi DIA, sepanjang tahun ini? Apakah kita semakin suka merenungkan dan melakukan FirmanNya? Apakah tutur kata kita dan perilaku kita makin mencerminkan karakter Kristus? Sekedar ikut merayakan Natal setiap tahun, jika tanpa disertai Perubahan Hidup dan perjumpaan pribadi dengan DIA, maka tidak akan ada artinya . Bagaimana dengan kita? Apa saja Harapan yang ingin kita wujudkan di hari Natal tahun ini? Jadikan Natal sebagai momen untuk merefleksi diri kita masing-masing dan membagikan pengharapan kepada saudara-saudara kita yang lain. Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 4 Desember 2016. BERLATIH IBADAH. Latihlah dirimu beribadah (1 Timotius 4:7). Suami saya memasang batang-batang besi di belakang rumah untuk berolahraga. Awalnya, ia mencoba mengangkat beban tubuhnya sendiri dengan alat itu, tetapi tidak berhasil. Setelah beberapa bulan rutin berlatih setiap hari, ia sudah bisa mengangkat beban tubuhnya sendiri. Dengan tekun berlatih, daya angkat ototnya bertambah kuat. Dalam budaya Yunani, latihan badani sangat ditekankan. Namun, Rasul Paulus mengingatkan bahwa latihan badani itu terbatas kegunaannya dan hanya berlaku dalam kehidupan di dunia fana ini. Dia membandingkannya dengan latihan yang kegunaannya lebih luas dan tidak terbatas, yaitu latihan beribadah. Menekuni firman Tuhan dengan sungguh-sungguh menghindarkan kita dari mengikuti roh penyesat dan ajaran setan (ay. 2). Kita juga belajar mempersembahkan hidup kudus dengan menerapkan kebenaran firman (ay. 3-6) dan menjauhi takhayul (ay. 7), yaitu pola hidup dan keyakinan berdasarkan tradisi nenek moyang yang tidak selaras dengan firman-Nya. Ibadah itu berguna dalam segala hal karena mengandung janji, baik untuk hidup saat ini maupun untuk hidup yang akan datang, kekal, selama-lamanya (ay. 8). Karena itu, orang percaya didorong untuk melatih diri kita beribadah (ay. 7). Sebagaimana latihan badani membutuhkan kedisiplinan untuk menghasilkan tubuh yang sehat dan bugar, kita juga harus berdisiplin melatih diri beribadah hari demi hari. Dengan demikian, kita bertumbuh sehat dan bugar secara rohani serta dimampukan untuk menghadapi tantangan hidup yang berat. LATIHAN BERIBADAH BERGUNA UNTUK KESEHATAN ROHANI DAN BERDAMPAK KEKAL. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment