SPECTACULAR
CHRISTMAS
Pertumbuhan
Iman Mebuat Kita Mudah Mengampuni.
Efesus 4:31-32, “31Segala
kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah
dxibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32Tetapi
hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra
dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah
mengampuni kamu.”
Kebencian/Kemarahan/Geram membuat kita tinggal dalam tingkatan yang
sama dengan orang yang menyakiti kita (Booker T) .
Mengapa kita harus mengampuni? Alasan yang paling kuat adalah karena
dosa-dosa kita pun “telah diampuni” sebagaimana Allah didalam
Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32). Orang
yang lemah tidak dapat mengampuni, mengampuni adalah ciri orang yang
KUAT
(Mahatma Gandhi). Makin kita menyadari betapa besar kita telah
“diampuni oleh Allah”, makin mudah bagi kita untuk “mengampuni
orang lain”. Amin. Mengampuni adalah perbuatan terpuji. Amsal
19:11, “Akal
budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena
memaafkan pelanggaran.”
Sudahkah kita mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita
sebagaimana Kristus sudah mengampuni kita?
Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan
Pagi. Iman yang Berserah. Andre yang sedang duduk di bangku sekolah
dasar, baru saja meminta banyak hal untuk keperluan sekolah kepada
ibunya. Andre menuntut pada ibunya agar memenuhi segala keinginannya.
Sang ibu pernah mengatakan bahwa serahkan saja segala sesuatunya
kepada ibu, karena ibu tahu benar apa yang terbaik buat anaknya.
Tetapi Andre berkeras membeli sendiri semua keperluannya. Alhasil
Andre pun pergi ke sekolah dengan barang-barang mewah dan terlalu
berlebihan yang membuatnya dijauhi banyak teman. Jika saja Andre
menuruti dan percaya kepada ibunya, tentu saja dia tidak akan
mengalami hal yang demikian. Tentunya kita juga pernah menuntut
hal-hal terbaik dalam hidup kita, baik kepada orang tua, teman, atau
kepada Tuhan. Kita terlalu percaya diri bahwa apa yang kita minta itu
sudah yang terbaik bagi diri kita dan kita menjadi ragu atas apa yang
akan Tuhan beri. Kita perlu memiliki iman yang berserah. Kita harus
percaya penuh kepada Tuhan dan jangan pernah ragu, karena jika kita
ragu maka mujizat itu tidak akan terjadi. So, Janganlah kita menuntut
dan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan, karena Tuhan sudah
memiliki Rancangan sendiri yang tentunya sangat baik bagi hidup kita.
Percayalah... Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhan kebutuhan tapi
bukan keinginan keinginan kita. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan
percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak --Mazmur 37:5 Selamat
pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Perjalanan
pulang ke kampung halaman selalu menimbulkan rasa nyaman.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 23 Desember 2016. SENTER TUA. Yesus dari Nazaret adalah
orang yang telah ditentukan Allah dan dinyatakan kepadamu dengan
kekuatan-kekuatan... di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu ketahui
(Kisah Para Rasul 2:22). Seseorang menemukan senter tua di lacinya.
Ia mencoba menyalakannya, tapi tidak bisa. Ia berpikir, baterainya
yang habis atau senternya yang rusak? Ia membuka senter itu. Ternyata
tidak ada baterai di dalamnya! Ia mengambil satu set baterai baru dan
memasangnya ke dalam senter. Segera saja senter itu berfungsi dengan
baik. Hubungan antara Roh Kudus dan kita semua, murid Tuhan Yesus,
kira-kira seperti itu. Seperti baterai memberikan tenaga kepada
senter untuk berfungsi, Roh Kudus menyatakan kuasa-Nya kepada kita
untuk menjalani hidup yang memuliakan Allah. Dalam peristiwa
Pentakosta, hal ini dinyatakan dengan jelas. Yang menarik untuk
dicermati, dalam ayat 5-13 tidak dijelaskan apakah para murid
berbicara dengan sadar atau tidak, sedangkan peristiwa yang tercatat
dalam ayat 14-40 jelas mereka lakukan secara sadar. Dengan demikian,
para murid sebetulnya bisa memilih untuk diam saja dan terbebas dari
bahaya yang menghadang akibat khotbah mereka. Tetapi, mereka memilih
untuk dipakai Roh Kudus dan diisi oleh kuasa-Nya untuk memuliakan
Allah. Kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
juga sudah memiliki Roh Kudus. Kita sudah dikaruniai kuasa yang
diperlukan untuk hidup memuliakan Allah. Pertanyaannya, apakah kita
senantiasa mempersiapkan dan membiarkan diri kita dipakai oleh-Nya
berapa pun harganya? Apakah kita memberi diri untuk selalu diperbarui
sehingga kuasa-Nya dapat dinyatakan secara efektif melalui hidup
kita? KUASA ROH KUDUS SUDAH ADA DI DALAM DIRI KITA YANG PERCAYA.
PERTANYAANNYA, MAUKAH KITA DIPAKAI UNTUK MENYATAKAN-NYA? Selamat
pagi. Happy Friday. Selamat menyambut Natal. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment