Friday, 23 December 2016

23 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Pertumbuhan Iman Mebuat Kita Mudah Mengampuni. Efesus 4:31-32, 31Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dxibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Kebencian/Kemarahan/Geram membuat kita tinggal dalam tingkatan yang sama dengan orang yang menyakiti kita (Booker T) . Mengapa kita harus mengampuni? Alasan yang paling kuat adalah karena dosa-dosa kita pun “telah diampuni” sebagaimana Allah didalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32). Orang yang lemah tidak dapat mengampuni, mengampuni adalah ciri orang yang KUAT (Mahatma Gandhi). Makin kita menyadari betapa besar kita telah “diampuni oleh Allah”, makin mudah bagi kita untuk “mengampuni orang lain”. Amin. Mengampuni adalah perbuatan terpuji. Amsal 19:11, “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” Sudahkah kita mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita sebagaimana Kristus sudah mengampuni kita? Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan Pagi. Iman yang Berserah. Andre yang sedang duduk di bangku sekolah dasar, baru saja meminta banyak hal untuk keperluan sekolah kepada ibunya. Andre menuntut pada ibunya agar memenuhi segala keinginannya. Sang ibu pernah mengatakan bahwa serahkan saja segala sesuatunya kepada ibu, karena ibu tahu benar apa yang terbaik buat anaknya. Tetapi Andre berkeras membeli sendiri semua keperluannya. Alhasil Andre pun pergi ke sekolah dengan barang-barang mewah dan terlalu berlebihan yang membuatnya dijauhi banyak teman. Jika saja Andre menuruti dan percaya kepada ibunya, tentu saja dia tidak akan mengalami hal yang demikian. Tentunya kita juga pernah menuntut hal-hal terbaik dalam hidup kita, baik kepada orang tua, teman, atau kepada Tuhan. Kita terlalu percaya diri bahwa apa yang kita minta itu sudah yang terbaik bagi diri kita dan kita menjadi ragu atas apa yang akan Tuhan beri. Kita perlu memiliki iman yang berserah. Kita harus percaya penuh kepada Tuhan dan jangan pernah ragu, karena jika kita ragu maka mujizat itu tidak akan terjadi. So, Janganlah kita menuntut dan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan, karena Tuhan sudah memiliki Rancangan sendiri yang tentunya sangat baik bagi hidup kita. Percayalah... Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhan kebutuhan tapi bukan keinginan keinginan kita. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak --Mazmur 37:5 Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Perjalanan pulang ke kampung halaman selalu menimbulkan rasa nyaman.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 23 Desember 2016. SENTER TUA. Yesus dari Nazaret adalah orang yang telah ditentukan Allah dan dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan... di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu ketahui (Kisah Para Rasul 2:22). Seseorang menemukan senter tua di lacinya. Ia mencoba menyalakannya, tapi tidak bisa. Ia berpikir, baterainya yang habis atau senternya yang rusak? Ia membuka senter itu. Ternyata tidak ada baterai di dalamnya! Ia mengambil satu set baterai baru dan memasangnya ke dalam senter. Segera saja senter itu berfungsi dengan baik. Hubungan antara Roh Kudus dan kita semua, murid Tuhan Yesus, kira-kira seperti itu. Seperti baterai memberikan tenaga kepada senter untuk berfungsi, Roh Kudus menyatakan kuasa-Nya kepada kita untuk menjalani hidup yang memuliakan Allah. Dalam peristiwa Pentakosta, hal ini dinyatakan dengan jelas. Yang menarik untuk dicermati, dalam ayat 5-13 tidak dijelaskan apakah para murid berbicara dengan sadar atau tidak, sedangkan peristiwa yang tercatat dalam ayat 14-40 jelas mereka lakukan secara sadar. Dengan demikian, para murid sebetulnya bisa memilih untuk diam saja dan terbebas dari bahaya yang menghadang akibat khotbah mereka. Tetapi, mereka memilih untuk dipakai Roh Kudus dan diisi oleh kuasa-Nya untuk memuliakan Allah. Kita yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat juga sudah memiliki Roh Kudus. Kita sudah dikaruniai kuasa yang diperlukan untuk hidup memuliakan Allah. Pertanyaannya, apakah kita senantiasa mempersiapkan dan membiarkan diri kita dipakai oleh-Nya berapa pun harganya? Apakah kita memberi diri untuk selalu diperbarui sehingga kuasa-Nya dapat dinyatakan secara efektif melalui hidup kita? KUASA ROH KUDUS SUDAH ADA DI DALAM DIRI KITA YANG PERCAYA. PERTANYAANNYA, MAUKAH KITA DIPAKAI UNTUK MENYATAKAN-NYA? Selamat pagi. Happy Friday. Selamat menyambut Natal. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment