Monday, 26 December 2016

26 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Kilas Balik 2016 (1). Akhir Tahun adalah hal yang baik untuk merefleksi pribadi. Mari kita mencoba untuk melihat bagaimana Tuhan telah memimpin kita di sepanjang tahun 2016. Sepanjang minggu terakhir bulan Desember ini, kita mau mengingat peristiwa-peristiwa apa yang tidak terduga yang kita alami? Peristiwa-peristiwa penting apa yang telah terjadi sepanjang tahun ini? Saat memikirkan tahun yang segera berlalu ini, kita perlu mengingat &merenungkan juga bagaimana Allah telah menyertai kita disepanjang tahun ini? Mazmur 77:12-13, 12Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. 13Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.” Amin. Dalam setiap musim kehidupan kita (tantangan, kesulitan, suka duka, apapun yang terjadi) yakinlah bahwa kita dapat mengalami kesetiaanNya . Terima kasih Tuhan ketika kami melihat ke belakang (sepanjang tahun 2016) & merenungkan apa yang telah kami lalui sepanjang tahun ini kami mau tetap memujiMu, ya Tuhan. Terima kasih untuk semua yang telah Engkau lakukan, keSETIAan-Mu nyata kami rasakan. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
CARA MEMAKNAI NATAL. Bagaimana cara kita memaknai Natal??? Mari kita Memaknai Natal dengan cara: • Bertambah dewasa di dalam iman; • Bertambah dewasa di dalam karakter; • Bertambah dewasa di dalam umur. Hari-hari kita bertengkar bahkan dendam membara, tak ada lagi kasih, tak ada lagi kerinduan untuk berbagi seperti pertama berkenalan, semua karena keegoisan kita, untuk itu marilah kita saling memaafkan. Hati yang keras yang selalu menganggap diri paling hebat, selalu menganggap diri paling diminati orang banyak, selalu menganggap diri lebih hebat dari orang lain, ini yang membatasi persahabatan kita dengan orang lain. KERAS HATI, tinggalkan segera!!! ”Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian” (Amsal 29:23). Kesibukan seringkali membuat kita tidak sempat merenungkan alasan Natal yang sejati, yakni memperingati kelahiran YESUS KRISTUS. Ini waktunya Perayaan, waktunya bersyukur untuk kesehatan, makanan, & tempat tinggal kita. Lebih dari itu, sekaranglah waktunya untuk bersyukur kepadaNYA yang telah mengirimkan hadiah yang sangat berharga. Hadiah yang memberi kita damai sejahtera & pengharapan yang sejati, hadiah yang disediakan untuk semua orang. Jadi, berikanlah hadiah spesial untuk diri Anda sendiri -- saat teduh selama beberapa menit untuk merenungkan hadiah luar biasa untuk kita. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Filipi 2:5). TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai PELAKU FIRMAN semua... God bless you all.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 26 Desember 2016. SI ATUN TERJEPIT. ...jauh lebih besar lagi anugerah Allah dan karunia-Nya yang dilimpahkan-Nya atas banyak orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus (Roma 5:15). Dalam salah satu episode film seri Si Doel Anak Sekolahan, Atun, adik si Doel, terjepit di salah satu alat musik tanjidor. Karena badannya besar, ia dan keluarganya tidak berhasil mengeluarkannya dari sana. Akhirnya, seorang tukang besi dipanggil untuk membebaskannya dengan memotong alat musik tersebut. Keadaan manusia pun mirip dengan nasib Atun. Lebih parah lagi, kita terperangkap oleh dosa yang berujung pada maut. Keterperangkapan ini dialami oleh setiap manusia tanpa terkecuali. Tidak satu pun dari kita yang mampu menolong dan membebaskan sesamanya. Satu-satunya harapan kita adalah Pribadi yang tidak terperangkap dalam dosa, yaitu Allah sendiri. Syukur kepada-Nya, 2000 tahun lalu Dia berinisiatif untuk membebaskan kita dengan mengutus Putra-Nya. Demikianlah inti berita Natal. Sangat tragis jika orang menggantikan sukacita ilahi ini dengan sukacita semu dalam bentuk kado, Sinterklas, pesta, dan melupakan berita Natal yang sesungguhnya. Kita, sebagai orang yang mengenal makna Natal, dipanggil untuk memaknai dan merayakan Natal dengan benar. Misalnya, berbagi berkat dengan mereka yang berkekurangan sehingga mereka pun merasakan dan mengalami kasih Allah. Kita juga dipanggil untuk memperkenalkan kabar sukacita Natal kepada mereka yang belum mengetahuinya karena berita Natal itu bukan untuk kita nikmati sendiri. Misalnya, dengan membagikan kepada teman-teman kita berita sukacita tentang karya Yesus Kristus yang dimulai dengan peristiwa Natal. INTISARI SUKACITA NATAL BUKAN PADA PESTA DAN KADO, MELAINKAN PADA KEBEBASAN MANUSIA DARI DOSA KARENA YESUS KRISTUS. Selamat pagi. Selamat berlibur. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Liburan yang mengesankan terjadi saat kita habiskan bersama keluarga dan teman.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment