Sunday, 18 December 2016

18 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Terkadang kelelahan-kelelahan yang kita alami membawa rasa putus asa seperti yang dialami nabi Elia, baru saja ia mengalami kemenangan atas nabi-nabi Baal, tetapi ia begitu takut kehilangan nyawa & melarikan diri ke padang gurun. Seringkali kita juga mengalami rasa putus asa, tertekan dan tidak berdaya tetapi ingatlah Tuhan rindu mendampingi kita disaat-saat terkelam hidup kita. IA akan ‘mengutus malaikatNya‘ untuk menolong kita. 1 Raja-Raja 19:5b seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!” HARAPAN datang melalui pertolongan Tuhan & juga melalui “sesama”. Amin. PertolonganNya adalah anugerah bagi mereka yang percaya kepadaNya.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 18 Desember 2016. SANG PENJAGA. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. TUHANlah Penjagamu... (Mazmur 121:4-5). Seorang teman saya menjaga ibunya di rumah sakit selama berhari-hari. Karena letih, ia tertidur begitu lelap sehingga tidak mendengar ketika si ibu meminta tolong. Si ibu berusaha bangkit sendiri, lalu terjatuh dari tempat tidur, dan mengakibatkan beberapa luka baru yang memperparah sakitnya. Teman saya merasa sangat bersalah karena telah lalai menjaga ibu yang dikasihinya. Mazmur 121 merupakan nyanyian ziarah, ditujukan kepada umat Allah yang datang dari berbagai tempat untuk beribadah di Yerusalem. Mereka menempuh perjalanan yang sulit, melintasi alam yang tidak mudah, dan terancam bahaya dari para penjahat. Dalam kondisi itu, para peziarah diingatkan tentang Tuhan, Penjaga setia mereka. Dialah Pencipta semesta, yang berkuasa atas segalanya. Dan Dialah sumber pertolongan bagi umat-Nya sehingga mereka dapat berjalan dengan teguh (ay. 3). Perjalanan kita di dunia ini dapat diserupakan dengan peziarah atau musafir. Kita sedang berjalan menuju negeri kekekalan. Berbagai masalah, tantangan, godaan, pencobaan, penderitaan berusaha dipakai musuh untuk menghentikan langkah kita, atau mengalihkan pandangan kita dari tujuan akhir. Syukurlah, Allah menjaga kita dengan setia. Dia tidak pernah lalai, melamun, atau tertidur. Dia bukan hanya menantikan kita di negeri kekekalan, melainkan juga berjalan mendampingi kita, mengokohkan langkah kita, dan menjadi pertolongan kita. Kiranya kebenaran ini mengingatkan kita untuk mengikuti Tuhan dengan setia. TUHANLAH PENJAGA SEJATI KITA, TIDAK ADA YANG DAPAT MELEPASKAN KITA DARI PENJAGAAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment