Tuesday, 13 December 2016

13 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Bersyukur itu Berbahagia. Amsal 16:20, “Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.” Siapakah yang dapat membuat kita “bahagia yang sesungguhnya”?? Bahagia itu PILIHAN/keputusan dalam hidup kita sendiri, orang lain belum pasti bisa membuat kita bahagia (ortu/suami/istri/anak/siapapun), tidak berkewajiban untuk membahagiakan kita! Tetapi kita berbahagia itu karena ada Ucapan Syukur senantiasa dalam hidup kita & berbahagia itu disebabkan kita adalah orang yang percaya kepada Tuhan. Amin!

Ibu Rita – PKS CL 8
Tadi pagi waktu aku doa, aku disadarkan, seringkali aku mengeluh setiap bangun tidur, haha... Habis berdoa bersyukur sama Tuhan terus melek langsung jalan dan ngomong “aduh harus bersih-bersih rumah, aduh harus nggosok, aduh harus mikir mau masak apa, aduh harus nyuci baju, sprei, selimut dll, aduh harus mbanguni anak-anak”. Dimana... Coba rasa syukur yang tak dengung-dengungkan tadi itu? Mungkin Tuhan bingung ya? Tadi ngomong terima kasih, bersyukur buat semua kebaikanMu, lha sekarang kok ngomel ae... Paling gitu kata e Tuhan. Terus Tuhan ingatkan, seharusnya ketika aku membersihkan rumah aku bisa bersyukur karena Tuhan sudah memberi aku rumah mujizat yang luar biasa sehingga aku bisa membersihkan rumah yang apik ini sesuai dengan kepinginanku dulu, waktu aku nyuci dan nggosok seharusnya aku bisa bersyukur sebab Tuhan sudah melengkapi aku dengan pakaian yang sebanyak ini sehingga aku nggak perlu kwatir tentang apa yang akan aku pakai, waktu mikiri masak dan harus masak seharusnya aku bisa bilang terima kasih Tuhan karena Tuhan sudah mencukupkan kebutuhan makan kami hari ini sehingga kami bisa makan dan kenyang tidak kekurangan makanan, ketika harus membangunkan anak-anak untuk pergi ke sekolah seharusnya aku harus bahagia dan bersyukur karena Tuhan sudah mengijinkan mereka hadir mengisi hari-hariku dan membawa kebahagiaan bagi keluargaku... Buanyaaaak harusnya yang bisa aku syukuri tapi seringkali yang kelihatan cuma beban dan beban, pagi ini Tuhan menegur aku dan mengingatkan aku, bahwa Dia sesungguhnya sudah berbuat buanyaaaaaak kebaikan yang bisa aku syukuri. Terima kasih Tuhan... Kau baik, sungguh amat baik, untuk selama-lamanya Tuhan Yesus baik.

Xavier Quentin Pranata
Hidup rukun dimulai dengan satu tindakan: senyum.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 13 Desember 2016. ENGKAU SUNGGUH BAIK. Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (2 Tawarikh 7:3). Begitu Salomo mengakhiri syafaatnya, api Tuhan menyambar, membakar kurban persembahan. Tuhan mendengarkan doa umat-Nya. Sontak, umat bersujud dan berseru, “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Seruan itu bukan ucapan bibir belaka. Itu meluap dari hati yang tergetar karena mengalami kasih Tuhan. Tengah malam, seorang pria terjaga. Dadanya sangat nyeri, tubuhnya lemas. Sedikit saja ia bergerak, nyerinya menjadi-jadi, tubuhnya makin lemas. Dia tak yakin akan bisa melewati malam itu. Kondisi itu membuat pria tadi melihat hidupnya lebih benderang. Betapa tahun-tahun yang ia hidupi bersama keluarganya adalah tahun-tahun penuh rahmat, yang bukan haknya, tetapi Tuhan menganugerahkan kepadanya. Hatinya tergetar. Dengan penuh kepasrahan, dipanjatkannya syukur sepenuh jiwa. Dan, ajaib! Nyerinya lenyap, tubuhnya pulih. Paginya, ia bangun, dan bekerja seperti biasa. Lama sesudah peristiwa itu, dari radio mobil kantor, didengarnya sebuah nyanyian. “Bapa, Engkau sungguh baik. Kasih-Mu melimpah di hidupku...” Lagu itu sudah sering didengarnya. Tetapi kini, lagu itu baginya sangat berbeda. Ia begitu terharu. Dengan suara bergetar, ia senandungkan lagu itu perlahan. Tiba-tiba, dadanya serasa penuh. Ia menahan dirinya dari tersedan. Tetapi, tak terbendung, air matanya merebak. Di bawah tatapan keheranan sopir yang mengantarnya, air mata syukur bergulir di kedua pipinya. “Bapa, Engkau sungguh baik...” ATAS HAL-HAL YANG BAIK, SEDIKIT PUN KITA TAK PERNAH BERHAK. NAMUN, TUHAN MENGANUGERAHKANNYA PADA KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment