SPECTACULAR
CHRISTMAS
Bersyukur
itu Berbahagia.
Amsal 16:20, “Siapa
memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang
yang percaya kepada TUHAN.”
Siapakah yang dapat membuat kita “bahagia yang sesungguhnya”??
Bahagia itu PILIHAN/keputusan dalam hidup kita sendiri, orang lain
belum pasti bisa membuat kita bahagia
(ortu/suami/istri/anak/siapapun), tidak berkewajiban untuk
membahagiakan kita! Tetapi kita berbahagia itu karena ada Ucapan
Syukur senantiasa dalam hidup kita & berbahagia itu disebabkan
kita adalah orang yang percaya kepada Tuhan. Amin!
Ibu
Rita – PKS CL 8
Tadi
pagi waktu aku doa, aku disadarkan, seringkali aku mengeluh setiap
bangun tidur, haha... Habis berdoa bersyukur sama Tuhan terus melek
langsung jalan dan ngomong “aduh harus bersih-bersih rumah, aduh
harus nggosok, aduh harus mikir mau masak apa, aduh harus nyuci baju,
sprei, selimut dll, aduh harus mbanguni anak-anak”. Dimana... Coba
rasa syukur yang tak dengung-dengungkan tadi itu? Mungkin Tuhan
bingung ya? Tadi ngomong terima kasih, bersyukur buat semua
kebaikanMu, lha sekarang kok ngomel ae... Paling gitu kata e Tuhan.
Terus Tuhan ingatkan, seharusnya ketika aku membersihkan rumah aku
bisa bersyukur karena Tuhan sudah memberi aku rumah mujizat yang luar
biasa sehingga aku bisa membersihkan rumah yang apik ini sesuai
dengan kepinginanku dulu, waktu aku nyuci dan nggosok seharusnya aku
bisa bersyukur sebab Tuhan sudah melengkapi aku dengan pakaian yang
sebanyak ini sehingga aku nggak perlu kwatir tentang apa yang akan
aku pakai, waktu mikiri masak dan harus masak seharusnya aku bisa
bilang terima kasih Tuhan karena Tuhan sudah mencukupkan kebutuhan
makan kami hari ini sehingga kami bisa makan dan kenyang tidak
kekurangan makanan, ketika harus membangunkan anak-anak untuk pergi
ke sekolah seharusnya aku harus bahagia dan bersyukur karena Tuhan
sudah mengijinkan mereka hadir mengisi hari-hariku dan membawa
kebahagiaan bagi keluargaku... Buanyaaaak harusnya yang bisa aku
syukuri tapi seringkali yang kelihatan cuma beban dan beban, pagi ini
Tuhan menegur aku dan mengingatkan aku, bahwa Dia sesungguhnya sudah
berbuat buanyaaaaaak kebaikan yang bisa aku syukuri. Terima kasih
Tuhan... Kau baik, sungguh amat baik, untuk selama-lamanya Tuhan
Yesus baik.
Xavier
Quentin Pranata
“Hidup
rukun dimulai dengan satu tindakan: senyum.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 13 Desember 2016. ENGKAU SUNGGUH BAIK. Sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (2 Tawarikh 7:3).
Begitu Salomo mengakhiri syafaatnya, api Tuhan menyambar, membakar
kurban persembahan. Tuhan mendengarkan doa umat-Nya. Sontak, umat
bersujud dan berseru, “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya!” Seruan itu bukan ucapan bibir
belaka. Itu meluap dari hati yang tergetar karena mengalami kasih
Tuhan. Tengah malam, seorang pria terjaga. Dadanya sangat nyeri,
tubuhnya lemas. Sedikit saja ia bergerak, nyerinya menjadi-jadi,
tubuhnya makin lemas. Dia tak yakin akan bisa melewati malam itu.
Kondisi itu membuat pria tadi melihat hidupnya lebih benderang.
Betapa tahun-tahun yang ia hidupi bersama keluarganya adalah
tahun-tahun penuh rahmat, yang bukan haknya, tetapi Tuhan
menganugerahkan kepadanya. Hatinya tergetar. Dengan penuh kepasrahan,
dipanjatkannya syukur sepenuh jiwa. Dan, ajaib! Nyerinya lenyap,
tubuhnya pulih. Paginya, ia bangun, dan bekerja seperti biasa. Lama
sesudah peristiwa itu, dari radio mobil kantor, didengarnya sebuah
nyanyian. “Bapa, Engkau sungguh baik. Kasih-Mu melimpah di
hidupku...” Lagu itu sudah sering didengarnya. Tetapi kini, lagu
itu baginya sangat berbeda. Ia begitu terharu. Dengan suara bergetar,
ia senandungkan lagu itu perlahan. Tiba-tiba, dadanya serasa penuh.
Ia menahan dirinya dari tersedan. Tetapi, tak terbendung, air matanya
merebak. Di bawah tatapan keheranan sopir yang mengantarnya, air mata
syukur bergulir di kedua pipinya. “Bapa, Engkau sungguh baik...”
ATAS HAL-HAL YANG BAIK, SEDIKIT PUN KITA TAK PERNAH BERHAK. NAMUN,
TUHAN MENGANUGERAHKANNYA PADA KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya.
Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment