Wednesday, 28 December 2016

28 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Kilas Balik 2016 (3) - Move On. Apakah kita pernah kehilangan “sesuatu” yang sangat berharga bagi kita? Kesehatan, harta benda, atau pekerjaan atau orang-orang yang kita kasihi dalam hidup kita? Seringkali “kehilangan” dapat membuat kita berpikran pesimis, tidak berpengharapan dsb-nya. Memang bijaksana manakala kita belajar dari KEHILANGAN tersebut. Tidak seharusnya kita terus hidup dalam “kehilangan”. Kita tidak bisa membatalkan apa yang pernah terjadi dari kehidupan kita. Tetapi oleh Kasih Karunia Allah kita DAPAT melangkah MAJU/Move On dan tetap melayaniNya dengan setia pada hari ini & di masa-masa yang akan datang. Rasul Paulus mendorong kita untuk mempunyai sikap yang sama dalam kehidupan iman kita. Di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (juga kepada kita semua). Filipi 3:13-14, 13Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Kehidupan Iman kita merupakan suatu perjalanan maju demi mencapai tujuan yaitu untuk menjadi semakin serupa Kristus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah Move On/bergerak maju dalam kehidupan kita masing-masing?? Terima kasih Tuhan, tiada yang mustahil bagiMu. Dengan kuasaMu tolong kami untuk melangkah maju menuju ketaatan yang teguh kepadaMu. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Rabu, 28 Desember 2016. Bacaan: Mazmur 73:1-28. Setahun: Wahyu 14-16. Nas: Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya (Mazmur 73:28). Menceritakan Pekerjaan Allah. Jika Tuhan memiliki rencana bagi hidup kita, apakah yang harus kita lakukan ketika hidup di dunia ini? Mengapa Allah tidak segera memanggil kita pulang ke surga setelah kita menerima jaminan keselamatan-Nya? Salah satu alasannya: agar kita dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Bani Asaf memiliki kerinduan serupa dalam menjalani kehidupan yang Allah berikan. Mereka ingin menjadi umat yang suka dekat dengan Allah, berharap dan berlindung kepada Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. Apakah pekerjaan Allah yang dimaksudkan oleh bani Asaf? Tercatat beberapa hal, yaitu melakukan kebaikan bagi mereka yang tulus dan bersih hatinya (ay. 1), memberi perspektif yang benar kepada umat Tuhan ketika kehidupan terasa sulit dipahami (ay. 16-17), membuat “perhitungan” dengan orang fasik yang hidup sembarangan dan mendukakan hati Allah (ay. 18-20), memberi nasihat dan menuntun, serta mengangkat hidup umat-Nya dalam kemuliaan (ay. 24). Tentu saja, ada banyak pekerjaan atau perbuatan lain dari Allah dalam hidup kita sampai hari ini. Bukankah kita punya bahan lebih dari cukup untuk menceritakan kebaikan, kasih, pertolongan, dan keselamatan-Nya kepada orang lain, terutama mereka yang belum mengenal Kristus? Jika selama ini kita telah melakukannya, kita dapat melakukannya dengan lebih giat lagi karena perbuatan Allah memang layak untuk diceritakan kepada dunia ini. Jika belum, mari segera lakukan karena ada orang-orang yang ingin mendengarnya! --GHJ/Renungan Harian. PEKERJAAN-PEKERJAAN ALLAH ADALAH KABAR BAIK YANG DINANTI-NANTIKAN OLEH BANYAK ORANG.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan pagi. Kehidupan sebuah Pohon. Sebuah Pohon biasanya memiliki banyak cabang, dan setiap cabangnya terdiri dari banyak ranting. Ranting-ranting dari pohon tersebut selalu menghadap ke atas, yaitu ke arah sinar matahari yang mereka butuhkan untuk berfotosintesis. Dimanapun pohon itu di tanam dan akar pohon itu melekat, ranting-rantingnya tetap menghadap ke atas. Begitu juga dengan kehidupan kita. Kita harus bisa mengambil sebuah pelajaran dari pohon tersebut. Mungkin saat ini kita berada pada tempat yang sangat tidak nyaman. Mungkin juga di sekitar kita terdapat banyak orang yang gemar melakukan dosa ataupun terkadang kita sendiri sering mengecewakan Tuhan. Maka mari kita tetaplah belajar memandang Tuhan dan fokuskan langkah kita kepada Jalan Kebenaran apapun pergumulan kita. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, jangan pernah lepaskan Tuhan dari dalam hidup kita. Saat kita ingin berubah, maka buanglah dosa-dosa yang ada tapi jangan pernah membuang Kasih yang telah Tuhan beri. Dimanapun pohon itu tertanam, maka pohon akan menjulurkan akarnya begitu dalam dan pohon itu akan semakin kokoh. So, sama halnya dengan kita, dimanapun kita berada mari perdalamlah hubungan kita dengan Tuhan, tetap berakar dengan menjadi pelaku pelaku Firman Tuhan maka kita akan menjadi semakin kuat di dalam-Nya. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah --Mazmur 16:8. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Bersama Tuhan, perkalanan dekat maupun jauh tetap menyenangkan.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment