SPECTACULAR
CHRISTMAS
Kilas
Balik 2016 (3) - Move On.
Apakah kita pernah kehilangan “sesuatu” yang sangat berharga bagi
kita? Kesehatan, harta benda, atau pekerjaan atau orang-orang yang
kita kasihi dalam hidup kita? Seringkali “kehilangan” dapat
membuat kita berpikran pesimis, tidak berpengharapan dsb-nya. Memang
bijaksana manakala kita belajar dari KEHILANGAN tersebut. Tidak
seharusnya kita terus hidup dalam “kehilangan”. Kita tidak bisa
membatalkan apa yang pernah terjadi dari kehidupan kita. Tetapi oleh
Kasih Karunia Allah kita DAPAT melangkah MAJU/Move
On dan tetap melayaniNya
dengan setia pada hari ini & di masa-masa yang akan datang. Rasul
Paulus mendorong kita untuk mempunyai sikap yang sama dalam kehidupan
iman kita. Di dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (juga kepada
kita semua). Filipi 3:13-14, “13Saudara-saudara,
aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi
ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan
mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14Dan
berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan
sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Kehidupan Iman kita merupakan suatu perjalanan maju demi mencapai
tujuan yaitu untuk menjadi semakin serupa Kristus. Bagaimana dengan
kita? Apakah kita sudah Move
On/bergerak maju dalam
kehidupan kita masing-masing?? Terima kasih Tuhan, tiada yang
mustahil bagiMu. Dengan kuasaMu tolong kami untuk melangkah maju
menuju ketaatan yang teguh kepadaMu. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Rabu, 28 Desember 2016. Bacaan: Mazmur 73:1-28. Setahun:
Wahyu 14-16. Nas: Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh
tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan
segala pekerjaan-Nya (Mazmur 73:28). Menceritakan Pekerjaan Allah.
Jika Tuhan memiliki rencana bagi hidup kita, apakah yang harus kita
lakukan ketika hidup di dunia ini? Mengapa Allah tidak segera
memanggil kita pulang ke surga setelah kita menerima jaminan
keselamatan-Nya? Salah satu alasannya: agar kita dapat menceritakan
segala pekerjaan-Nya dalam hidup kita. Bani Asaf memiliki kerinduan
serupa dalam menjalani kehidupan yang Allah berikan. Mereka ingin
menjadi umat yang suka dekat dengan Allah, berharap dan berlindung
kepada Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. Apakah
pekerjaan Allah yang dimaksudkan oleh bani Asaf? Tercatat beberapa
hal, yaitu melakukan kebaikan bagi mereka yang tulus dan bersih
hatinya (ay. 1), memberi perspektif yang benar kepada umat Tuhan
ketika kehidupan terasa sulit dipahami (ay. 16-17), membuat
“perhitungan” dengan orang fasik yang hidup sembarangan dan
mendukakan hati Allah (ay. 18-20), memberi nasihat dan menuntun,
serta mengangkat hidup umat-Nya dalam kemuliaan (ay. 24). Tentu saja,
ada banyak pekerjaan atau perbuatan lain dari Allah dalam hidup kita
sampai hari ini. Bukankah kita punya bahan lebih dari cukup untuk
menceritakan kebaikan, kasih, pertolongan, dan keselamatan-Nya kepada
orang lain, terutama mereka yang belum mengenal Kristus? Jika selama
ini kita telah melakukannya, kita dapat melakukannya dengan lebih
giat lagi karena perbuatan Allah memang layak untuk diceritakan
kepada dunia ini. Jika belum, mari segera lakukan karena ada
orang-orang yang ingin mendengarnya! --GHJ/Renungan Harian.
PEKERJAAN-PEKERJAAN ALLAH ADALAH KABAR BAIK YANG DINANTI-NANTIKAN
OLEH BANYAK ORANG.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan
pagi. Kehidupan sebuah Pohon. Sebuah Pohon biasanya memiliki banyak
cabang, dan setiap cabangnya terdiri dari banyak ranting.
Ranting-ranting dari pohon tersebut selalu menghadap ke atas, yaitu
ke arah sinar matahari yang mereka butuhkan untuk berfotosintesis.
Dimanapun pohon itu di tanam dan akar pohon itu melekat,
ranting-rantingnya tetap menghadap ke atas. Begitu juga dengan
kehidupan kita. Kita harus bisa mengambil sebuah pelajaran dari pohon
tersebut. Mungkin saat ini kita berada pada tempat yang sangat tidak
nyaman. Mungkin juga di sekitar kita terdapat banyak orang yang gemar
melakukan dosa ataupun terkadang kita sendiri sering mengecewakan
Tuhan. Maka mari kita tetaplah belajar memandang Tuhan dan fokuskan
langkah kita kepada Jalan Kebenaran apapun pergumulan kita. Apapun
yang terjadi dalam kehidupan kita, jangan pernah lepaskan Tuhan dari
dalam hidup kita. Saat kita ingin berubah, maka buanglah dosa-dosa
yang ada tapi jangan pernah membuang Kasih yang telah Tuhan beri.
Dimanapun pohon itu tertanam, maka pohon akan menjulurkan akarnya
begitu dalam dan pohon itu akan semakin kokoh. So, sama halnya dengan
kita, dimanapun kita berada mari perdalamlah hubungan kita dengan
Tuhan, tetap berakar dengan menjadi pelaku pelaku Firman Tuhan maka
kita akan menjadi semakin kuat di dalam-Nya. Aku senantiasa memandang
kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah
--Mazmur 16:8. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus
memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Bersama
Tuhan, perkalanan dekat maupun jauh tetap menyenangkan.” Xavier
Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment