SPECTACULAR
CHRISTMAS
Efesus
2:12, “Bahwa
waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan
tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan,
tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.”
Takkan pernah ada kata cukup untuk mengungkapkan rasa syukur kita
kepada Allah, bersyukur dan berpengharapan akan menumbuhkan rasa
percaya kita kepadaNya. Efesus 2:12 menyimpulkan bahwa Tanpa
Pengharapan & Tanpa Allah, Tanpa Yesus kita akan selamanya
terhilang tanpa pengharapan, tetapi Rasa Syukur akan membawa kita
kembali kepada Allah. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
kita mengkhawatirkan hari esok, kita lupa untuk berkarya maksimal
hari ini.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 11 Desember 2016. SAMA SAJA. Allah menciptakan manusia
itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka (Kejadian 1:27). Simone
de Beauvoir, seorang sosiolog, menulis buku The Second Sex. Ia
menggugat pandangan yang menempatkan laki-laki secara hakiki lebih
daripada perempuan sehingga lelaki adalah The First (yang pertama)
dan perempuan adalah The Second (yang kedua). Dalam catatan Kitab
Kejadian, lelaki dan perempuan, karena mereka adalah manusia,
sama-sama berstatus sebagai gambar dan rupa Allah. Ini konsep
kesetaraan gender secara teologis yang penting untuk kita resapi,
justru di tengah-tengah pandangan hidup yang menempatkan perempuan
sebagai sekadar “kanca wingking” (teman yang bertugas di bagian
belakang). Konsep yang merendahkan perempuan ini perlu diletakkan
dalam terang kisah Penciptaan. Sudah saatnya para lelaki bertobat dan
berubah pandangan, dari sikap merasa diri lebih penting daripada
perempuan ke sikap penuh hormat dan tulus. Demikian pula para
perempuan, perlu mengubah pandangan dari “kelas dua” ke “kelas
utama”. Memang tugas dan fungsi domestik masih dipengaruhi oleh
kesepakatan sosial. Ini tidak masalah sejauh tidak meletakkan
perempuan secara hakiki sebagai “lebih rendah” dibandingkan
dengan laki-laki. Coba periksa anak dan cucu kita. Mana yang lebih
kita sukai? Yang lelaki atau perempuan? Apa alasan kita? Bila alasan
kita berpusat pada konsep perempuan sebagai manusia kedua, kita
berjalan dan berpikir di jalur yang keliru dan tak Alkitabiah. Jadi,
berbaliklah! Cintailah baik yang lelaki maupun yang perempuan
sebagaimana mereka ada: sebagai gambar dan rupa Allah! HUBUNGAN
ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN BUKANLAH SEPERTI ATASAN DAN BAWAHAN,
MELAINKAN SEBAGAI KAWAN PENOLONG YANG SEPADAN. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment