Monday, 19 December 2016

19 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Life Changing Experience (1 Timotius 1:13-15). Pada masa mudanya Rasul Paulus pernah menentang Yesus dan para pengikutNya, bahkan Ia berusaha membinasakan jemaat dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan penjara (Kis 8:3). Tetapi suatu hari Ia bertemu Kristus yang bangkit dan Ia/Paulus BERUBAH (Kis 9:1-16). Dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya Paulus menggambarkan PERUBAHAN HIDUP-nya bahwa meskipun ia seorang penghujat & seorang penganiaya & seorang yang yang ganas (ayat 13). Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus (ayat 14). Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (ayat 15). Renungan pagi ini memberi tahu kita bahwa apa yang BURUK dan TIDAK BAIK bisa diubahkan oleh Tuhan . Yesus lahir ke dunia ini & menyerahkan nyawaNya supaya kita diAMPUNI dan DIUBAHKAN melalui IMAN kepadaNya . Itulah makna Natal yang spektakuler . Pagi ini kita semua ditantang kalau untuk hal-hal intelectual challenge, physical challenge, business challenge kita berani menerima dan BERUBAH . Apakah untuk SPIRITUAL challenge kita siap menerima tantangan/PERUBAHAN ini? Menyediakan waktu untuk “SARAPAN PAGI bersama Yesus”? Datang dijam-jam ibadah tepat waktu? Punya jam-jam DOA pribadi & rela melayani walau tidak ada yang melihat?

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan pagi. Rasa yang Hilang. Saat memotong buah jeruk dan menjilatnya, Boby memejamkan mata karena merasakan buah jeruk yang sangat asam. Boby kemudian memeras semua sari jeruk itu untuk kemudian di tambah gula hingga menjadi air jeruk yang manis. Tidak semua kehidupan itu berjalan dengan manis. Terkadang banyak bagian-bagian yang sangat masam sehingga membuat kita menjadi tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika kita ingin menghilangkan bagian-bagian yang masam itu, maka kita harus memerasnya. Bersujud di bawah kaki Tuhan dan berdoa dengan cucuran air mata akan membuat bagian-bagian yang masam dalam hidup menjadi hilang. Tuhan akan mengolahnya dan menjadikannya manis ketika kita mau menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya kepada-Nya. Tidak akan pernah ada gunanya ketika kita menyimpan kepahitan atau hal-hal yang negatif di dalam hati kita. Semua itu akan menjadikan kehidupan kita semakin membusuk dan menjadi “penyakit” bagi orang lain. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang --Ibrani 12:15. So, mari kita serahkan segala hal yang masam ataupun kepahitan kepahitan hidup kepada Tuhan dan Andalkan Tuhan sepenuhnya. Karena Apabila Tuhan sanggup mengubah pagi menjadi malam, maka Tuhanpun sanggup: -mengubah air mata kesedihan menjadi air mata Kebahagiaan; -mengubah kepahitan menjadi Hal Hal yang Manis; -mengubah dukacita menjadi Sukacita; -mengubah beban menjadi Berkat. PERCAYALAH... Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 19 Desember 2016. ANAK-ANAK ABRAHAM. Janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapak leluhur kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! (Lukas 3:8). Abraham dikenal sebagai bapak orang beriman. Ia memiliki ketaatan yang tidak kepalang tanggung kepada Allah. Ketika dipanggil keluar dari Ur-Kasdim ke negeri yang tidak diketahuinya, ia taat. Ketika disuruh mempersembahkan Ishak, anak yang sangat dikasihinya, ia taat. Abraham beriman kepada Allah, dan imannya itu dinyatakan dalam ketaatan. Kita sebagai orang percaya juga mendapat gelar anak-anak Abraham. Berarti kita juga ahli warisnya. Artinya, berhak mendapatkan janji-janji Allah yang diberikan kepadanya. Tetapi, benarkah kita menunjukkan bahwa kita adalah anak Abraham? Seorang anak Abraham menunjukkan hak warisnya dalam perbuatan yang selaras dengan firman Tuhan. Ia berbagi kepada mereka yang tidak punya. Jujur dan adil dalam melakukan tugas-tugasnya. Tidak memeras atau mengambil yang bukan haknya, tetapi mencukupkan diri dengan apa yang dimilikinya. Menjadi anak Abraham berarti mewarisi perbuatan iman Abraham. Kenyataannya kita tidak selalu demikian. Kadang-kadang kita bangga dengan gelar kita sebagai orang beriman-anak Allah- tetapi tidak terlihat dalam tindakan dan ketaatan kita. Kita bergelar anak Allah, tetapi perilaku kita acapkali menunjukkan yang sebaliknya. Kita membenci, menyakiti, menghina, memfitnah, khawatir, memeras, mengambil yang bukan hak kita, dan sebagainya. Kalau kita adalah anak Abraham, teladanilah dia. Kalau kita adalah anak Allah, tunjukkanlah dalam sikap, perilaku, dan ketaatan kita. ANAK-ANAK ABRAHAM MEWARISI IMAN ABRAHAM; ANAK-ANAK ALLAH MEWARISI KASIH ALLAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Jika kita ingin membangun negara, bangun rumah tangga kita lebih dulu.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment