SPECTACULAR
CHRISTMAS
Life
Changing Experience
(1 Timotius 1:13-15). Pada masa mudanya Rasul Paulus pernah menentang
Yesus dan para pengikutNya, bahkan Ia berusaha membinasakan jemaat
dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan penjara (Kis 8:3). Tetapi
suatu hari Ia bertemu Kristus yang bangkit dan Ia/Paulus BERUBAH
(Kis 9:1-16). Dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya Paulus
menggambarkan PERUBAHAN
HIDUP-nya
bahwa meskipun ia seorang penghujat & seorang penganiaya &
seorang yang yang ganas (ayat 13). Malah kasih karunia Tuhan kita itu
telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih
dalam Kristus Yesus (ayat 14). Perkataan ini benar dan patut diterima
sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan
orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa”
(ayat 15). Renungan pagi ini memberi tahu kita bahwa apa yang BURUK
dan TIDAK BAIK bisa diubahkan oleh Tuhan .
Yesus lahir ke dunia ini & menyerahkan nyawaNya supaya kita
diAMPUNI dan DIUBAHKAN melalui IMAN kepadaNya .
Itulah makna Natal yang spektakuler .
Pagi ini kita semua ditantang kalau untuk hal-hal intelectual
challenge,
physical
challenge,
business
challenge
kita berani menerima dan BERUBAH .
Apakah untuk SPIRITUAL
challenge
kita siap menerima tantangan/PERUBAHAN ini? Menyediakan waktu untuk
“SARAPAN PAGI bersama Yesus”? Datang dijam-jam ibadah tepat
waktu? Punya jam-jam DOA pribadi & rela melayani walau tidak ada
yang melihat?
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan
pagi. Rasa yang Hilang. Saat memotong buah jeruk dan menjilatnya,
Boby memejamkan mata karena merasakan buah jeruk yang sangat asam.
Boby kemudian memeras semua sari jeruk itu untuk kemudian di tambah
gula hingga menjadi air jeruk yang manis. Tidak semua kehidupan itu
berjalan dengan manis. Terkadang banyak bagian-bagian yang sangat
masam sehingga membuat kita menjadi tidak bisa mendapatkan apa yang
kita inginkan. Jika kita ingin menghilangkan bagian-bagian yang masam
itu, maka kita harus memerasnya. Bersujud di bawah kaki Tuhan dan
berdoa dengan cucuran air mata akan membuat bagian-bagian yang masam
dalam hidup menjadi hilang. Tuhan akan mengolahnya dan menjadikannya
manis ketika kita mau menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya
kepada-Nya. Tidak akan pernah ada gunanya ketika kita menyimpan
kepahitan atau hal-hal yang negatif di dalam hati kita. Semua itu
akan menjadikan kehidupan kita semakin membusuk dan menjadi
“penyakit” bagi orang lain. Jagalah supaya jangan ada seorangpun
menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar
yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak
orang --Ibrani 12:15. So, mari kita serahkan segala hal yang masam
ataupun kepahitan kepahitan hidup kepada Tuhan dan Andalkan Tuhan
sepenuhnya. Karena Apabila Tuhan sanggup mengubah pagi menjadi malam,
maka Tuhanpun sanggup: -mengubah air mata kesedihan menjadi air mata
Kebahagiaan; -mengubah kepahitan menjadi Hal Hal yang Manis;
-mengubah dukacita menjadi Sukacita; -mengubah beban menjadi Berkat.
PERCAYALAH... Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus
memberkati.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 19 Desember 2016. ANAK-ANAK ABRAHAM. Janganlah berpikir
dalam hatimu: Abraham adalah bapak leluhur kami! Karena aku berkata
kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari
batu-batu ini! (Lukas 3:8). Abraham dikenal sebagai bapak orang
beriman. Ia memiliki ketaatan yang tidak kepalang tanggung kepada
Allah. Ketika dipanggil keluar dari Ur-Kasdim ke negeri yang tidak
diketahuinya, ia taat. Ketika disuruh mempersembahkan Ishak, anak
yang sangat dikasihinya, ia taat. Abraham beriman kepada Allah, dan
imannya itu dinyatakan dalam ketaatan. Kita sebagai orang percaya
juga mendapat gelar anak-anak Abraham. Berarti kita juga ahli
warisnya. Artinya, berhak mendapatkan janji-janji Allah yang
diberikan kepadanya. Tetapi, benarkah kita menunjukkan bahwa kita
adalah anak Abraham? Seorang anak Abraham menunjukkan hak warisnya
dalam perbuatan yang selaras dengan firman Tuhan. Ia berbagi kepada
mereka yang tidak punya. Jujur dan adil dalam melakukan
tugas-tugasnya. Tidak memeras atau mengambil yang bukan haknya,
tetapi mencukupkan diri dengan apa yang dimilikinya. Menjadi anak
Abraham berarti mewarisi perbuatan iman Abraham. Kenyataannya kita
tidak selalu demikian. Kadang-kadang kita bangga dengan gelar kita
sebagai orang beriman-anak Allah- tetapi tidak terlihat dalam
tindakan dan ketaatan kita. Kita bergelar anak Allah, tetapi perilaku
kita acapkali menunjukkan yang sebaliknya. Kita membenci, menyakiti,
menghina, memfitnah, khawatir, memeras, mengambil yang bukan hak
kita, dan sebagainya. Kalau kita adalah anak Abraham, teladanilah
dia. Kalau kita adalah anak Allah, tunjukkanlah dalam sikap,
perilaku, dan ketaatan kita. ANAK-ANAK ABRAHAM MEWARISI IMAN ABRAHAM;
ANAK-ANAK ALLAH MEWARISI KASIH ALLAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Jika
kita ingin membangun negara, bangun rumah tangga kita lebih dulu.”
Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment