SPECTACULAR
CHRISTMAS
Natal
Itu PENGHARAPAN.
Roma 5:2, “Oleh
Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini.
Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam
PENGHARAPAN akan menerima kemuliaan Allah.”
Roma 5:4-5, “4dan
ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan
PENGHARAPAN. 5Dan
PENGHARAPAN tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan
di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada
kita.”
Kita memiliki PENGHARAPAN yang pasti bahwa kelak kita akan menerima
kemuliaan Allah (ayat 2) namun kita tidak hanya bersukacita dalam
PENGHARAPAN, kita bersukacita dalam kesengsaraan. Kesengsaraan akan
menimbulkan ketekunan yang akan membentuk karakter yang tahan uji.
Ketekunan ditengah penderitaan itu akan menunjukkan kesungguhan
komitmen kita. Pengalaman seperti ini akan membawa kita kembali
merindukan PENGHARAPAN kita digenapi pada akhirnya (ayat 4).
Bagaimana kita yakin bahwa PENGHARAPAN kita tidak akan mengecewakan?
Ayat 5: Allah telah mencurahkan Roh Kudus yang mengingatkan kita
tentang Kasih Allah, Kasih Allah tidak akan membiarkan PENGHARAPAN
kita anak-anakNya dikecewakan. Amin.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Kamis, 22 Desember 2016. Bacaan: Amsal 31:10-31. Setahun: 2
Yohanes 1 -- Yudas 1. Nas: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi
kau melebihi mereka semua (Amsal 31:29). Ibuku Pahlawanku. Pada
Desember 2015, Litbang Kompas mengadakan survei dengan responden
1.640 siswa SMA di 12 kota di Indonesia. Mereka diminta menyebutkan
sosok pahlawan dalam kehidupan mereka. Sebagian besar responden
menyebutkan ibu masing-masing. Dalam benak mereka, pahlawan adalah
orang yang melindungi saat diperlukan, suka menolong orang lain, dan
menentang kejahatan. Ibu pula yang menjadi tempat berkomunikasi
paling utama bagi para remaja. Amsal 31:10-31 menggambarkan ibu
sebagai pahlawan. Ibu berbuat baik sepanjang umurnya (ay. 12), senang
bekerja keras (ay. 13, 16, 19, 27), menyiapkan makanan untuk keluarga
(ay. 14, 15), menolong orang yang tertindas dan miskin (ay. 20),
melindungi seisi rumahnya (ay. 21), berbicara dengan hikmat dan lemah
lembut (ay. 26). Semua itu buah dari takut akan Tuhan (ay. 30).
Seminggu menjelang saya menikah, Ibu berbicara dari hati ke hati
dengan pacar saya, “Mama tahu anak ini sangat sensitif dan perasa.
Tolong kamu jaga dia, jangan kamu sakiti dia.” Ternyata perkataan
ibu ini sangat membekas dalam hati pacar saya sehingga ia menjadi
suami yang menjaga dan menyayangi saya sampai sekarang. Bersyukurlah
para ibu yang mendapat kepercayaan untuk mendampingi suami dan
anak-anak. Kiranya para ibu dikaruniai hikmat dan pimpinan Tuhan,
agar menjadi istri dan ibu yang cakap. Istri dan ibu yang cakap akan
mendatangkan keberhasilan dan kebahagiaan bagi suami dan anak-anak.
Dan keluarga yang berbahagia dapat menjadi berkat bagi masyarakat
sekitarnya. --IN/Renungan Harian. PEREMPUAN YANG MENGANDALKAN TUHAN
AKAN MENJADI PAHLAWAN BAGI SUAMI DAN ANAK-ANAKNYA.
Xavier
Quentin Pranata
“Perjalanan
menjalankan tugas justru membuat kita bernas.” Xavier Quentin
Pranata.

No comments:
Post a Comment