Thursday, 22 December 2016

22 Desember 2016

SPECTACULAR CHRISTMAS




Natal Itu PENGHARAPAN. Roma 5:2, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam PENGHARAPAN akan menerima kemuliaan Allah.” Roma 5:4-5, 4dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan PENGHARAPAN. 5Dan PENGHARAPAN tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Kita memiliki PENGHARAPAN yang pasti bahwa kelak kita akan menerima kemuliaan Allah (ayat 2) namun kita tidak hanya bersukacita dalam PENGHARAPAN, kita bersukacita dalam kesengsaraan. Kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan yang akan membentuk karakter yang tahan uji. Ketekunan ditengah penderitaan itu akan menunjukkan kesungguhan komitmen kita. Pengalaman seperti ini akan membawa kita kembali merindukan PENGHARAPAN kita digenapi pada akhirnya (ayat 4). Bagaimana kita yakin bahwa PENGHARAPAN kita tidak akan mengecewakan? Ayat 5: Allah telah mencurahkan Roh Kudus yang mengingatkan kita tentang Kasih Allah, Kasih Allah tidak akan membiarkan PENGHARAPAN kita anak-anakNya dikecewakan. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Kamis, 22 Desember 2016. Bacaan: Amsal 31:10-31. Setahun: 2 Yohanes 1 -- Yudas 1. Nas: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua (Amsal 31:29). Ibuku Pahlawanku. Pada Desember 2015, Litbang Kompas mengadakan survei dengan responden 1.640 siswa SMA di 12 kota di Indonesia. Mereka diminta menyebutkan sosok pahlawan dalam kehidupan mereka. Sebagian besar responden menyebutkan ibu masing-masing. Dalam benak mereka, pahlawan adalah orang yang melindungi saat diperlukan, suka menolong orang lain, dan menentang kejahatan. Ibu pula yang menjadi tempat berkomunikasi paling utama bagi para remaja. Amsal 31:10-31 menggambarkan ibu sebagai pahlawan. Ibu berbuat baik sepanjang umurnya (ay. 12), senang bekerja keras (ay. 13, 16, 19, 27), menyiapkan makanan untuk keluarga (ay. 14, 15), menolong orang yang tertindas dan miskin (ay. 20), melindungi seisi rumahnya (ay. 21), berbicara dengan hikmat dan lemah lembut (ay. 26). Semua itu buah dari takut akan Tuhan (ay. 30). Seminggu menjelang saya menikah, Ibu berbicara dari hati ke hati dengan pacar saya, “Mama tahu anak ini sangat sensitif dan perasa. Tolong kamu jaga dia, jangan kamu sakiti dia.” Ternyata perkataan ibu ini sangat membekas dalam hati pacar saya sehingga ia menjadi suami yang menjaga dan menyayangi saya sampai sekarang. Bersyukurlah para ibu yang mendapat kepercayaan untuk mendampingi suami dan anak-anak. Kiranya para ibu dikaruniai hikmat dan pimpinan Tuhan, agar menjadi istri dan ibu yang cakap. Istri dan ibu yang cakap akan mendatangkan keberhasilan dan kebahagiaan bagi suami dan anak-anak. Dan keluarga yang berbahagia dapat menjadi berkat bagi masyarakat sekitarnya. --IN/Renungan Harian. PEREMPUAN YANG MENGANDALKAN TUHAN AKAN MENJADI PAHLAWAN BAGI SUAMI DAN ANAK-ANAKNYA.

Xavier Quentin Pranata
Perjalanan menjalankan tugas justru membuat kita bernas.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment