AWAKENING
Awakening
Day 18 – I'm Loved, Vision Sunday Part 1.
Efesus 3:18, “Aku
berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat
memahami, betapa lebarNya dan PanjangNya dan TINGGINya dan dalamNya
KASIH Kristus.”
Kata TINGGI dalam bahasa aslinya adalah hupsos,
yang berarti ukuran TINGGI, tempat TINGGI di surga. Rasul Paulus
memakai kata hupsos
untuk memberikan gambaran kepada jemaat di Efesus bahwa TINGGI-Nya
KASIH Allah mengatasi langit bahkan sampai ke surga, dimana juga
menggambarkan KASIH Allah tidak terukur dan tidak terbatas.
TINGGI-Nya KASIH Allah juga menggambarkan bahwa ketika kita hidup
dalam KASIH-Nya tidak ada satupun musuh yang dapat menjangkau kita.
Kita aman bersamaNya. Selain itu TINGGI-Nya KASIH Allah melambangkan
SUKACITA yang kita dapatkan bersamaNya (1 Taw 16:27 & Maz 16:11).
1 Taw 16:27, “Keagungan
dan semarak ada di hadapan-Nya, KEKUATAN dan SUKACITA ada di
tempat-Nya.”
Mazmur 16:11, “Engkau
memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada SUKACITA
berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#DIMENSITinggi
#BerbicaraTtgDimensi
#KehidupanyangAkanSelaluAda
#DidasarHatiManusia,
#KarenaAllahMelatakkan
#KehausanAkanDIA
#DalamSetiapHatiManusia.
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Kejadian 43-44&45
PB:
Matius 12:22-50
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam
Ossy
Rabu,
18 Januari 2017. Bacaan: Markus 10:46-52. Setahun: Keluaran 1-4. Nas:
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia
berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47).
Nyuwun Welase! Kata 'kasihanilah' biasa diucapkan pengemis manapun
untuk minta sedekah. Dalam bahasa Jawa 'nyuwun welase, ' atau bahasa
Inggris 'have mercy.' Dengan kata-kata ini, pengemis menempatkan diri
lebih rendah dari orang lain, agar orang tersentuh dan memberi
sedekah. Apakah kita pernah mengucapkan kata 'kasihanilah aku' pada
orang lain? Sedikit sekali dari kita yang pernah melakukannya, sebab
hal itu sangat merendahkan diri kita. Bartimeus dalam nas ini
merendahkan diri di hadapan Yesus. Ia minta dengan rendah hati, bukan
dengan perasaan bahwa ia berhak menerima apa yang ia minta, bahwa ia
berhak disembuhkan. Bukan! Sebagai pengemis ia sadar bahwa orang
punya hak penuh untuk memberinya sedekah atau tidak. Maka ia juga
sadar bahwa Yesus punya hak penuh untuk mengabulkan atau tidak
mengabulkan permintaannya. Semua tergantung belas kasihan Yesus.
Sikap itu membuktikan imannya, maka Yesus menyembuhkannya. Bagaimana
kita meminta? Meminta bukanlah mengklaim. Mengklaim berarti menuntut
atas dasar kita punya hak penuh atas apa yang kita klaim sehingga
permintaan kita harus dipenuhi. Itu memaksa Allah, kesombongan!
Permintaan kita belum tentu sesuai dengan maksud dan rencana Allah
(Yak. 4:3; Mat. 20:22-23). Seperti Bartimeus, hendaklah kita meminta
dengan kerendahan hati, sebab Allah punya kuasa dan hak penuh untuk
mengabulkan atau tidak mengabulkan. Itulah iman! --ES. IMAN ADALAH
KERENDAHAN HATI UNTUK MENYERAHKAN HIDUP KITA PADA BELAS KASIHAN-NYA.
Ibu
Caroline – Bandung
CARA
MEMANDANG NASIB. Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki
seekor kuda putih yang sangat indah dan gagah... Suatu hari, seorang
saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat
tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya
menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya...
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya. Maka
teman-temannya berkata: Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin
kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang. Si petani miskin
hanya diam saja tanpa komentar. Beberapa hari kemudian, kuda si
petani kembali, bersama 5 ekor kuda liar lainnya. Lalu teman-temannya
berkata: Wah,beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu
membawa keberuntungan. Si petani tetap hanya diam saja. Beberapa hari
kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka
terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata :Rupanya kuda-kuda
itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah. Si petani
tetap diam tanpa komentar. Seminggu kemudian terjadi peperangan di
wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali
si anak petani karena tidak bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi
si petani sambil menangis: Beruntung sekali nasibmu karena anakmu
tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami. Si petani
kemudian berkomentar: Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan
dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu
rangkaian proses yang belum selesai. Syukuri dan terima keadaan yang
terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik
untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari
esok. Tetapi yang pasti, Tuhan paling tahu yang terbaik buat kita.
Bagian kita adalah mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah
yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita ini. Jalan yang
dibentangkan Tuhan belum tentu yang tercepat, bukan pula yang
termudah, tapi sudah pasti yang terbaik. GBU.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
JADILAH
DIRI SENDIRI. Seorang murid bertanya pada Sang Guru, “Bagaimana ia
harus menanggapi seribu orang dengan 1000 komentar, apalagi Komentar
Tak bijak?” Sambil tersenyum, Sang Guru menunjuk ke pohon, lalu
menunjuk bunga, rumput, burung, & menunjuk ke dirinya sendiri &
muridnya. Setelah itu tangannya menggenggam pasir, kemudian
pelan-pelan membuka tangannya, pasir-pasir jatuh & beterbangan
dibawa angin. Sang Guru menunjuk pohon yang artinya pohon adalah
pohon. Bunga adalah bunga, rumput adalah rumput, burung adalah
burung. Ia (guru) adalah ia, sang murid adalah dia (sang murid). Anda
adalah Anda. Saya adalah saya. Sebelum akhirnya, kita semua kembali
menjadi debu yang beterbangan hilang dibawa angin. JADILAH DIRI
SENDIRI dengan baik adalah Makna & Tujuan Hidup. Jika Anda orang
miskin, Jadilah orang miskin yang Baik. Jika hidup Anda kaya, Jadilah
orang kaya yang Baik. Siapa pun Anda, cantik atau jelek, pintar atau
bodoh, ningrat atau jelata, Jadilah orang yang baik. Jadilah manusia
yang tidak hanya bisa mengomentari orang, jadilah orang yang Punya
Cinta Kasih, Bijaksana, Bertanggung Jawab, Giat Berusaha, Rendah
Hati, & Selalu Bersyukur. STATUS & KONDISI HIDUP TIDAK
PENTING, MENJADI SIAPA PUN TIDAK MASALAH, yang PENTING MENJADI DIRI
SENDIRI yang BAIK!!! “Janganlah orang bijaksana bermegah karena
kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya,
janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang
mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami
dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia,
keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai,
demikianlah firman Tuhan” (Yeremia 9:23-24). God bless you all.

No comments:
Post a Comment