Wednesday, 18 January 2017

18 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 18 – I'm Loved, Vision Sunday Part 1. Efesus 3:18, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarNya dan PanjangNya dan TINGGINya dan dalamNya KASIH Kristus.” Kata TINGGI dalam bahasa aslinya adalah hupsos, yang berarti ukuran TINGGI, tempat TINGGI di surga. Rasul Paulus memakai kata hupsos untuk memberikan gambaran kepada jemaat di Efesus bahwa TINGGI-Nya KASIH Allah mengatasi langit bahkan sampai ke surga, dimana juga menggambarkan KASIH Allah tidak terukur dan tidak terbatas. TINGGI-Nya KASIH Allah juga menggambarkan bahwa ketika kita hidup dalam KASIH-Nya tidak ada satupun musuh yang dapat menjangkau kita. Kita aman bersamaNya. Selain itu TINGGI-Nya KASIH Allah melambangkan SUKACITA yang kita dapatkan bersamaNya (1 Taw 16:27 & Maz 16:11). 1 Taw 16:27, “Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, KEKUATAN dan SUKACITA ada di tempat-Nya.” Mazmur 16:11, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada SUKACITA berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#DIMENSITinggi
#BerbicaraTtgDimensi
#KehidupanyangAkanSelaluAda
#DidasarHatiManusia,
#KarenaAllahMelatakkan
#KehausanAkanDIA
#DalamSetiapHatiManusia.
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kejadian 43-44&45
PB: Matius 12:22-50

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Rabu, 18 Januari 2017. Bacaan: Markus 10:46-52. Setahun: Keluaran 1-4. Nas: Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47). Nyuwun Welase! Kata 'kasihanilah' biasa diucapkan pengemis manapun untuk minta sedekah. Dalam bahasa Jawa 'nyuwun welase, ' atau bahasa Inggris 'have mercy.' Dengan kata-kata ini, pengemis menempatkan diri lebih rendah dari orang lain, agar orang tersentuh dan memberi sedekah. Apakah kita pernah mengucapkan kata 'kasihanilah aku' pada orang lain? Sedikit sekali dari kita yang pernah melakukannya, sebab hal itu sangat merendahkan diri kita. Bartimeus dalam nas ini merendahkan diri di hadapan Yesus. Ia minta dengan rendah hati, bukan dengan perasaan bahwa ia berhak menerima apa yang ia minta, bahwa ia berhak disembuhkan. Bukan! Sebagai pengemis ia sadar bahwa orang punya hak penuh untuk memberinya sedekah atau tidak. Maka ia juga sadar bahwa Yesus punya hak penuh untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan permintaannya. Semua tergantung belas kasihan Yesus. Sikap itu membuktikan imannya, maka Yesus menyembuhkannya. Bagaimana kita meminta? Meminta bukanlah mengklaim. Mengklaim berarti menuntut atas dasar kita punya hak penuh atas apa yang kita klaim sehingga permintaan kita harus dipenuhi. Itu memaksa Allah, kesombongan! Permintaan kita belum tentu sesuai dengan maksud dan rencana Allah (Yak. 4:3; Mat. 20:22-23). Seperti Bartimeus, hendaklah kita meminta dengan kerendahan hati, sebab Allah punya kuasa dan hak penuh untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan. Itulah iman! --ES. IMAN ADALAH KERENDAHAN HATI UNTUK MENYERAHKAN HIDUP KITA PADA BELAS KASIHAN-NYA.

Ibu Caroline – Bandung
CARA MEMANDANG NASIB. Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat indah dan gagah... Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya... Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya. Maka teman-temannya berkata: Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang. Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar. Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali, bersama 5 ekor kuda liar lainnya. Lalu teman-temannya berkata: Wah,beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan. Si petani tetap hanya diam saja. Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata :Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar. Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis: Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami. Si petani kemudian berkomentar: Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai. Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok. Tetapi yang pasti, Tuhan paling tahu yang terbaik buat kita. Bagian kita adalah mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita ini. Jalan yang dibentangkan Tuhan belum tentu yang tercepat, bukan pula yang termudah, tapi sudah pasti yang terbaik. GBU.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
JADILAH DIRI SENDIRI. Seorang murid bertanya pada Sang Guru, “Bagaimana ia harus menanggapi seribu orang dengan 1000 komentar, apalagi Komentar Tak bijak?” Sambil tersenyum, Sang Guru menunjuk ke pohon, lalu menunjuk bunga, rumput, burung, & menunjuk ke dirinya sendiri & muridnya. Setelah itu tangannya menggenggam pasir, kemudian pelan-pelan membuka tangannya, pasir-pasir jatuh & beterbangan dibawa angin. Sang Guru menunjuk pohon yang artinya pohon adalah pohon. Bunga adalah bunga, rumput adalah rumput, burung adalah burung. Ia (guru) adalah ia, sang murid adalah dia (sang murid). Anda adalah Anda. Saya adalah saya. Sebelum akhirnya, kita semua kembali menjadi debu yang beterbangan hilang dibawa angin. JADILAH DIRI SENDIRI dengan baik adalah Makna & Tujuan Hidup. Jika Anda orang miskin, Jadilah orang miskin yang Baik. Jika hidup Anda kaya, Jadilah orang kaya yang Baik. Siapa pun Anda, cantik atau jelek, pintar atau bodoh, ningrat atau jelata, Jadilah orang yang baik. Jadilah manusia yang tidak hanya bisa mengomentari orang, jadilah orang yang Punya Cinta Kasih, Bijaksana, Bertanggung Jawab, Giat Berusaha, Rendah Hati, & Selalu Bersyukur. STATUS & KONDISI HIDUP TIDAK PENTING, MENJADI SIAPA PUN TIDAK MASALAH, yang PENTING MENJADI DIRI SENDIRI yang BAIK!!! “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan” (Yeremia 9:23-24). God bless you all.

No comments:

Post a Comment