Sunday, 29 January 2017

29 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 29 – Bertambah Teguh dalam KRISTUS (2). Lukas 15:7, “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” Hal ini sungguh benar, tetapi tidak berhenti sampai disitu, Allah peduli pada langkah pertobatan dan Iman kita & juga proses pengudusan diri kita yang berlangsung terus menerus. Dia menghendaki kita tetap mempercayai dan menyenangkan hatiNya dalam setiap perbuatan kita. Tuhan menghendaki para pelari yang sampai digaris akhir & menyelesaikan perlombaan iman dengan baik. Meski demikian ada banyak rintangan, tantangan di sepanjang perjalanan hidup kita, orang percaya: godaan, penderitaan dan penganiayaan. Ada pula mereka yang berusaha mengoyahkan keyakinan kita terhadap injil. Namun didalam Kristus/firmanNya memilki segala sumber yang dibutuhkan untuk bertambah teguh didalam DIA. Disinilah pentinngnya #LoveTheBible, kita semua dimotivasi dan ditantang untuk “terus bertumbuh dan bertambah dewasa” sebagai anak-anakNya. Kalau kita sudah mengawali tahun 2017 dengan membaca Alkitab secara teratur setiap hari, niscaya... kita boleh menyelesaikan sampai tuntas (akhir tahun) . Inilah DOA saya bagi kita semua supaya ketika kita bersama-sama membaca Alkitab/Firman Allah yang hidup, kita pun semakin TEGUH dalam DIA. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BertumbuDewasa
#BertambahTeguh
#DalamIman
#Bertumbuh
#DalamPemahaman
#TentangKebenaranInjil
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 21 dan 22
PB: Matius 19

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Minggu, 29 Januari 2017. Bacaan: Mazmur 15:1-5. Setahun: Keluaran 35-37. Nas: Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung- Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela... (Mazmur 15:1,2) Berintegritas. Seorang polantas menjalankan tugasnya dengan penuh integritas. Dalam setiap operasi, ia selalu bertindak tegas pada para pelanggar lalu lintas, tanpa pandang bulu. Siapa pun pelanggarnya, akan ia beri surat tilang tanpa rasa takut. Anggota KPK pun pernah ia tilang. Juga, istrinya sendiri! Ya, ia menilang istrinya yang menerabas lampu merah karena terburu-buru. Sampai-sampai, ketika ia pulang istrinya tak mau membukakan pintu untuknya. Itulah Aiptu Jaelani, Polantas Polres Gresik yang antikompromi. Forum Film Jambi telah membuatkan film pendek atas kisah ini, yang kemudian banyak tersebar melalui jejaring sosial. Sang pemazmur mengungkap gaya hidup berintegritas yang selayaknya menjadi cerminan orang percaya. Orang yang berintegritas akan menjalani hidup yang tidak bercela, selalu jujur dan adil (ay. 2). Terhadap temannya, ia tidak memfitnah, tidak berbuat jahat, atau menimpakan kesalahan (ay. 3). Terhadap janji, ia berjuang memenuhinya (ay. 4). Ia juga tidak mencari untung bagi diri sendiri dan selalu berpihak pada kebenaran (ay. 5). Dapatkah kita hidup seperti ini? Ronald dan Robert Beers-para penulis dan editor senior dari penerbit Tyndale dan David C. Cook-mengatakan, integritas adalah menyatunya karakter kita dengan karakter Kristus. Artinya, bukan hati, pikiran, dan tindakan kita sendiri yang mengemuka. Sebab, tentu itu tak cukup. Hidup berintegritas tak akan tercapai, tanpa kita bersekutu dengan-Nya, menjalin hubungan yang erat dengan-Nya dan bertumbuh menjadi seperti-Nya. Mari menyatu dengan Kristus, mari berintegritas! --AW/Renungan Harian. HIDUP BERINTEGRITAS TAKKAN TAMPAK MUSTAHIL BILA KITA IZINKAN KRISTUS MEMBUNGKUS KITA YANG KERDIL.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
CARA MENGATASI KETAKUTAN. Seorang prajurit sangat kagum dengan keberanian Jenderalnya. Dia ingin sekali memiliki keberanian seperti sang Jendral yang tidak pernah gentar menghadapi peperangan. Pada suatu peperangan, prajurit tersebut mengalami ketakutan yang luar biasa. Dia ragu untuk maju ke medan perang. Akhirnya sang prajurit memberanikan diri untuk menemui Sang Jendral, “Jendral aku sangat ingin berperang membela negeri ini, namun ketakutanku membuat aku ragu untuk maju ke medan perang. Mohon beri petunjuk...” Lalu sang Jendral bertanya kepada prajuritnya, “Apa yang membuatmu takut? Apakah kau takut kalah di medan perang?” ”Iya Jendral, itu yang membuat aku takut...” “Baik, jika itu yang kau takuti, aku mempunyai mantera yang sakti. Mantera ini hanya bisa digunakan sekali dalam hidupmu.” Lalu sang Jendral memberikan secarik kertas yang di dalamnya adalah mantera sakti tersebut. “Gunakan baik-baik mantera itu, jangan kau gunakan jika tidak terdesak.” Akhirnya prajurit itu menerima mantra itu lalu bersama sang Jendral pergi ke medan perang. Hampir di setiap medan perang ia ingin menggunakan mantera itu, namun ia selalu teringat perkataan sang jendral, akhirnya dia selalu mengurungkan niatnya. Singkat cerita, ternyata mantera itu tak pernah ia gunakan sekalipun, bahkan setelah melewati banyak pertempuran. Ia heran mengapa semenjak menerima mantra sakti ia selalu bisa mengatasi ketakutannya. Akhirnya suatu waktu, ia merasa sudah tidak membutuhkan mantra itu lagi. Sebelum membuangnya, ia mau tau isi mantera sakti tersebut. Setelah dibuka, ternyata isi mantera itu kosong. Jadi selama ini dia hanya membawa kertas kosong selama perang. Akhirnya ia membuang mantera itu, karena ia sadar bahwa: UNTUK MENGATASI KETAKUTAN ADALAH MENGHADAPI KETAKUTAN TERSEBUT!!! “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Timotius 1:7). God bless you all.

No comments:

Post a Comment