AWAKENING
Awakening
Day 29 – Bertambah Teguh dalam KRISTUS (2).
Lukas 15:7, “Aku
berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena
satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena
sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan
pertobatan.”
Hal ini sungguh benar, tetapi tidak berhenti sampai disitu, Allah
peduli pada langkah pertobatan dan Iman kita & juga proses
pengudusan diri kita yang berlangsung terus menerus. Dia menghendaki
kita tetap mempercayai dan menyenangkan hatiNya dalam setiap
perbuatan kita. Tuhan menghendaki para pelari yang sampai digaris
akhir & menyelesaikan perlombaan iman dengan baik. Meski demikian
ada banyak rintangan, tantangan di sepanjang perjalanan hidup kita,
orang percaya: godaan, penderitaan dan penganiayaan. Ada pula mereka
yang berusaha mengoyahkan keyakinan kita terhadap injil. Namun
didalam Kristus/firmanNya memilki segala sumber yang dibutuhkan untuk
bertambah teguh didalam DIA. Disinilah pentinngnya #LoveTheBible,
kita semua dimotivasi dan ditantang untuk “terus bertumbuh dan
bertambah dewasa” sebagai anak-anakNya. Kalau kita sudah mengawali
tahun 2017 dengan membaca Alkitab secara teratur setiap hari,
niscaya... kita boleh menyelesaikan sampai tuntas (akhir tahun) .
Inilah DOA saya bagi kita semua supaya ketika kita bersama-sama
membaca Alkitab/Firman Allah yang hidup, kita pun semakin TEGUH dalam
DIA. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BertumbuDewasa
#BertambahTeguh
#DalamIman
#Bertumbuh
#DalamPemahaman
#TentangKebenaranInjil
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Keluaran 21 dan 22
PB:
Matius 19
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Minggu, 29 Januari 2017. Bacaan: Mazmur 15:1-5. Setahun:
Keluaran 35-37. Nas: Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang
dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung- Mu yang kudus? Yaitu
dia yang berlaku tidak bercela... (Mazmur 15:1,2) Berintegritas.
Seorang polantas menjalankan tugasnya dengan penuh integritas. Dalam
setiap operasi, ia selalu bertindak tegas pada para pelanggar lalu
lintas, tanpa pandang bulu. Siapa pun pelanggarnya, akan ia beri
surat tilang tanpa rasa takut. Anggota KPK pun pernah ia tilang.
Juga, istrinya sendiri! Ya, ia menilang istrinya yang menerabas lampu
merah karena terburu-buru. Sampai-sampai, ketika ia pulang istrinya
tak mau membukakan pintu untuknya. Itulah Aiptu Jaelani, Polantas
Polres Gresik yang antikompromi. Forum Film Jambi telah membuatkan
film pendek atas kisah ini, yang kemudian banyak tersebar melalui
jejaring sosial. Sang pemazmur mengungkap gaya hidup berintegritas
yang selayaknya menjadi cerminan orang percaya. Orang yang
berintegritas akan menjalani hidup yang tidak bercela, selalu jujur
dan adil (ay. 2). Terhadap temannya, ia tidak memfitnah, tidak
berbuat jahat, atau menimpakan kesalahan (ay. 3). Terhadap janji, ia
berjuang memenuhinya (ay. 4). Ia juga tidak mencari untung bagi diri
sendiri dan selalu berpihak pada kebenaran (ay. 5). Dapatkah kita
hidup seperti ini? Ronald dan Robert Beers-para penulis dan editor
senior dari penerbit Tyndale dan David C. Cook-mengatakan, integritas
adalah menyatunya karakter kita dengan karakter Kristus. Artinya,
bukan hati, pikiran, dan tindakan kita sendiri yang mengemuka. Sebab,
tentu itu tak cukup. Hidup berintegritas tak akan tercapai, tanpa
kita bersekutu dengan-Nya, menjalin hubungan yang erat dengan-Nya dan
bertumbuh menjadi seperti-Nya. Mari menyatu dengan Kristus, mari
berintegritas! --AW/Renungan Harian. HIDUP BERINTEGRITAS TAKKAN
TAMPAK MUSTAHIL BILA KITA IZINKAN KRISTUS MEMBUNGKUS KITA YANG
KERDIL.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
CARA
MENGATASI KETAKUTAN. Seorang prajurit sangat kagum dengan keberanian
Jenderalnya. Dia ingin sekali memiliki keberanian seperti sang
Jendral yang tidak pernah gentar menghadapi peperangan. Pada suatu
peperangan, prajurit tersebut mengalami ketakutan yang luar biasa.
Dia ragu untuk maju ke medan perang. Akhirnya sang prajurit
memberanikan diri untuk menemui Sang Jendral, “Jendral aku sangat
ingin berperang membela negeri ini, namun ketakutanku membuat aku
ragu untuk maju ke medan perang. Mohon beri petunjuk...” Lalu sang
Jendral bertanya kepada prajuritnya, “Apa yang membuatmu takut?
Apakah kau takut kalah di medan perang?” ”Iya Jendral, itu yang
membuat aku takut...” “Baik, jika itu yang kau takuti, aku
mempunyai mantera yang sakti. Mantera ini hanya bisa digunakan sekali
dalam hidupmu.” Lalu sang Jendral memberikan secarik kertas yang di
dalamnya adalah mantera sakti tersebut. “Gunakan baik-baik mantera
itu, jangan kau gunakan jika tidak terdesak.” Akhirnya prajurit itu
menerima mantra itu lalu bersama sang Jendral pergi ke medan perang.
Hampir di setiap medan perang ia ingin menggunakan mantera itu, namun
ia selalu teringat perkataan sang jendral, akhirnya dia selalu
mengurungkan niatnya. Singkat cerita, ternyata mantera itu tak pernah
ia gunakan sekalipun, bahkan setelah melewati banyak pertempuran. Ia
heran mengapa semenjak menerima mantra sakti ia selalu bisa mengatasi
ketakutannya. Akhirnya suatu waktu, ia merasa sudah tidak membutuhkan
mantra itu lagi. Sebelum membuangnya, ia mau tau isi mantera sakti
tersebut. Setelah dibuka, ternyata isi mantera itu kosong. Jadi
selama ini dia hanya membawa kertas kosong selama perang. Akhirnya ia
membuang mantera itu, karena ia sadar bahwa: UNTUK MENGATASI
KETAKUTAN ADALAH MENGHADAPI KETAKUTAN TERSEBUT!!! “Sebab Allah
memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang
membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Timotius 1:7). God
bless you all.

No comments:
Post a Comment