Friday, 20 January 2017

20 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 20 – Love The Bible. Mazmur 1:2-3, 2tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mengapa harus gemar membaca Alkitab setiap hari? Dalam hidup ini kita tidak akan tahu ujian apa yang akan kita hadapi. Ada banyak “ujian” yang pasti datang silih berganti . Siap tidak siap/mau atau tidak mau kita harus siap sedia menghadapi ujian hidup tersebut. Cara untuk terus bisa belajar menghadapi ujian tersebut adalah dengan MEMBACA Alkitab. Apakah kita “gemar”/berkebutuhan untuk melakuannya setiap hari? Kalau kita punya KEBUTUHAN pasti kita akan mengusahakannya sedemikian rupa sehingga kita pasti melakukannya, seperti halnya setiap hari kita pasti butuh “makan” (makanan jasmani) demikian juga dengan kebutuhan “roh”. Mengapa kita sangat perlu membaca Alkitab? Karena dalam hidup ini kita memerlukan tuntunan/pesan Tuhan, itulah Rhema. Pesan Tuhan hanya dapat kita temukan dalam firmanNya untuk diri kita pribadi (bukan berdasarkan tafsiran orang), biarlah Tuhan Yesus sendiri yang menjelaskan dan menuntun hidup kita melalui firmanNya. Kita bisa mendapatkan HIKMAT yang ajaib untuk melewati setiap pergumulan/tantangan dengan cara yang sangat sederhana yaitu hanya dengan membaca Alkitab. Jadi membaca Alkitab harus rutin, teratur, bukan membaca bagian pasal dan ayat yang kita suka saja (karena itu sangat berbahaya). Bacalah secara utuh, bukan separuh-paruh. Ijinkan Tuhan berbicara kepada kita melalui firmanNya karena untuk “setiap kebutuhan” kita, firman Tuhan itu memiliki jawabanNya, penuh dengan penghiburan. Karunia dari Tuhan itu bersifat permanen, baik kita tinggal maupun tidak dalam hadiratNya, tetapi hanya PERSEKUTUAN PRIBADI (pembacaan firman, penyembahan & doa) kepada Tuhan, itulah yang membuat pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries

Ibu Rita – PKS CL 8
Amin.... Saya sangat membutuhkan tuntunan dan hadirat Tuhan dalam hidup saya. Tanpa Tuhan hidup saya jadi kacau. Oleh karena itu baca Firman bukan tuntutan dari gereja atau komsel atau siapapun tapi tuntutan dari diri sendiri karena itu adalah kebutuhan terpenting dalam hidup saya.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Jumat, 20 Januari 2017. Bacaan: Lukas 1:39-55. Setahun: Keluaran 8-10. Nas: Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya (Lukas 1:46-48). Si Aku yang Rewel. Hannah Whitall Smith berkata, “Si Aku adalah pribadi yang paling rewel. Ia menuntut tempat duduk terbaik dan tempat paling tinggi bagi dirinya sendiri, dan yang merasa paling dilukai jika tuntutannya tidak diperhatikan. Sebagian besar perselisihan di antara para pekerja Kristen muncul dari pemujaan Aku yang raksasa. Betapa sedikitnya di antara kita yang memahami rahasia pengambilan tempat kita yang sebenarnya di ruang-ruang yang paling bawah.” Tetapi, si Aku tak menguasai Maria, Ibu Yesus. Maria taat kepada Allah. Ketika Malaikat datang kepadanya memberitahu bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak dan menamainya Yesus, ia berkata, 'Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Saat mengunjungi Elizabeth yang juga mengandung secara ajaib, ia disanjung dan dipuji sebagai ibu Tuhan. Tetapi ia tak meninggikan dirinya, melainkan merendahkan diri dan mengakui bahwa apa yang dialaminya karena kemahakuasaan Allah semata. Maria tak hanya menunjukkan pujian, ketaatan dan kerendahan hatinya saat berhadapan dengan Allah tetapi juga ketika berhadapan dengan manusia. Jadi, kerendahan hati di hadapan Allah diukur dengan kerendahan hati yang ditunjukkan kepada sesama. Kerendahan hati di hadapan Allah hanyalah khayalan belaka, kecuali kebenarannya terbukti di hadapan sesama kita setiap hari. Kerendahan hati yang sejati bukanlah yang kita tunjukkan di hadapan Allah dalam doa, tetapi kerendahan yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari --PRB/Renungan Harian. KERENDAHAN HATI DI HADAPAN ALLAH TIDAK BERARTI APA-APA BILA TIDAK TERBUKTI DALAM KERENDAHAN HATI MENGHADAPI PENCOBAAN SEHARI-HARI DI HADAPAN SESAMA.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
PENTINGNYA KUASA MENGENDALIKAN. Rata-rata kecepatan mobil balap F1 yang sedang melaju di lintasan adalah 315 Km/jam. Karena begitu cepatnya, maka jika sampai menabrak bisa saja pengemudinya langsung tewas. Namun jika dibanding dengan kecelakaan sepeda motor yang kecepatannya kurang dari 100 km/jam, ternyata jumlah kecelakaan & korbannya jauh lebih banyak motor. Bukankah motor seharusnya lebih aman? Nyatanya tidak... Mengapa begitu? Masalahnya bukan cepat atau lambatnya kita mengemudi, namun letak persoalannya pada kemampuan mengendalikan kendaraan. Ada anak TUHAN yang diberkati dengan kekayaan luar biasa, namun mereka tetap bisa menjaga hatinya tetap Rendah Hati & bisa Menjadi Berkat bagi sesama. Sebaliknya, ada juga yang baru sedikit saja diberkati, sudah menjadi sombong, arogan & egois terhadap sesamanya. YESUS punya Kekayaan, Kehormatan, Kemuliaan, Kemaha-kuasaan, semua itu tidak membuatNYA Kehilangan Fokus atas Misi BAPA. Dengan Kuasa yang dimilikiNYA, YESUS bisa saja menolak cawan penderitaan, namun YESUS punya Kuasa Mengendalikan diri yang luar biasa, sehinggaa rencana BAPA atas manusia dapat tergenapi. Apakah kita memiliki Kuasa Mengendalikan seiring dengan Berkat, Kedudukan & Karunia yang kita terima dari TUHAN? Jangan sampai Berkat yang TUHAN percayakan justru menjadi kutuk hanya karena kita tidak mampu mngendalikannya. Yang terpenting bukan banyak atau sedikitnya Berkat yang kita terima, melainkan Kuasa Mengendalikan Berkat yang akan menentukan Hidup kita. “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang” (1 Petrus 4:7). “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Filipi 2:5-7). God bless you all.

No comments:

Post a Comment