AWAKENING
Awakening
Day 20 – Love The Bible.
Mazmur 1:2-3, “2tetapi
yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu
siang dan malam. 3Ia
seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan
buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang
diperbuatnya berhasil.”
Mengapa harus gemar membaca Alkitab setiap hari? Dalam hidup ini kita
tidak akan tahu ujian apa yang akan kita hadapi. Ada banyak “ujian”
yang pasti datang silih berganti .
Siap tidak siap/mau atau tidak mau kita harus siap sedia menghadapi
ujian hidup tersebut. Cara untuk terus bisa belajar menghadapi ujian
tersebut adalah dengan MEMBACA Alkitab. Apakah kita
“gemar”/berkebutuhan untuk melakuannya setiap hari? Kalau kita
punya KEBUTUHAN pasti kita akan mengusahakannya sedemikian rupa
sehingga kita pasti melakukannya, seperti halnya setiap hari kita
pasti butuh “makan” (makanan jasmani) demikian juga dengan
kebutuhan “roh”. Mengapa kita sangat perlu membaca Alkitab?
Karena dalam hidup ini kita memerlukan tuntunan/pesan
Tuhan, itulah Rhema.
Pesan Tuhan hanya dapat kita temukan dalam firmanNya untuk diri kita
pribadi (bukan berdasarkan tafsiran orang), biarlah Tuhan Yesus
sendiri yang menjelaskan dan menuntun hidup kita melalui firmanNya.
Kita bisa mendapatkan HIKMAT yang ajaib untuk melewati setiap
pergumulan/tantangan dengan cara yang sangat sederhana yaitu hanya
dengan membaca Alkitab. Jadi membaca Alkitab harus rutin, teratur,
bukan membaca bagian pasal dan ayat yang kita suka saja (karena itu
sangat berbahaya). Bacalah secara utuh, bukan separuh-paruh. Ijinkan
Tuhan berbicara kepada kita melalui firmanNya karena untuk “setiap
kebutuhan” kita, firman Tuhan itu memiliki jawabanNya, penuh dengan
penghiburan. Karunia dari Tuhan itu bersifat permanen, baik kita
tinggal maupun tidak dalam hadiratNya, tetapi hanya PERSEKUTUAN
PRIBADI (pembacaan firman, penyembahan & doa) kepada Tuhan,
itulah yang membuat pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
Ibu
Rita – PKS CL 8
Amin....
Saya sangat membutuhkan tuntunan dan hadirat Tuhan dalam hidup saya.
Tanpa Tuhan hidup saya jadi kacau. Oleh karena itu baca Firman bukan
tuntutan dari gereja atau komsel atau siapapun tapi tuntutan dari
diri sendiri karena itu adalah kebutuhan terpenting dalam hidup saya.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Jumat, 20 Januari 2017. Bacaan: Lukas 1:39-55. Setahun:
Keluaran 8-10. Nas: Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira
karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan
hamba-Nya (Lukas 1:46-48). Si Aku yang Rewel. Hannah Whitall Smith
berkata, “Si Aku adalah pribadi yang paling rewel. Ia menuntut
tempat duduk terbaik dan tempat paling tinggi bagi dirinya sendiri,
dan yang merasa paling dilukai jika tuntutannya tidak diperhatikan.
Sebagian besar perselisihan di antara para pekerja Kristen muncul
dari pemujaan Aku yang raksasa. Betapa sedikitnya di antara kita yang
memahami rahasia pengambilan tempat kita yang sebenarnya di
ruang-ruang yang paling bawah.” Tetapi, si Aku tak menguasai Maria,
Ibu Yesus. Maria taat kepada Allah. Ketika Malaikat datang kepadanya
memberitahu bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak dan
menamainya Yesus, ia berkata, 'Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan,
jadilah padaku menurut perkataanmu itu'. Saat mengunjungi Elizabeth
yang juga mengandung secara ajaib, ia disanjung dan dipuji sebagai
ibu Tuhan. Tetapi ia tak meninggikan dirinya, melainkan merendahkan
diri dan mengakui bahwa apa yang dialaminya karena kemahakuasaan
Allah semata. Maria tak hanya menunjukkan pujian, ketaatan dan
kerendahan hatinya saat berhadapan dengan Allah tetapi juga ketika
berhadapan dengan manusia. Jadi, kerendahan hati di hadapan Allah
diukur dengan kerendahan hati yang ditunjukkan kepada sesama.
Kerendahan hati di hadapan Allah hanyalah khayalan belaka, kecuali
kebenarannya terbukti di hadapan sesama kita setiap hari. Kerendahan
hati yang sejati bukanlah yang kita tunjukkan di hadapan Allah dalam
doa, tetapi kerendahan yang kita lakukan dalam kehidupan kita
sehari-hari --PRB/Renungan Harian. KERENDAHAN HATI DI HADAPAN ALLAH
TIDAK BERARTI APA-APA BILA TIDAK TERBUKTI DALAM KERENDAHAN HATI
MENGHADAPI PENCOBAAN SEHARI-HARI DI HADAPAN SESAMA.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
PENTINGNYA
KUASA MENGENDALIKAN. Rata-rata kecepatan mobil balap F1 yang sedang
melaju di lintasan adalah 315 Km/jam. Karena begitu cepatnya, maka
jika sampai menabrak bisa saja pengemudinya langsung tewas. Namun
jika dibanding dengan kecelakaan sepeda motor yang kecepatannya
kurang dari 100 km/jam, ternyata jumlah kecelakaan & korbannya
jauh lebih banyak motor. Bukankah motor seharusnya lebih aman?
Nyatanya tidak... Mengapa begitu? Masalahnya bukan cepat atau
lambatnya kita mengemudi, namun letak persoalannya pada kemampuan
mengendalikan kendaraan. Ada anak TUHAN yang diberkati dengan
kekayaan luar biasa, namun mereka tetap bisa menjaga hatinya tetap
Rendah Hati & bisa Menjadi Berkat bagi sesama. Sebaliknya, ada
juga yang baru sedikit saja diberkati, sudah menjadi sombong, arogan
& egois terhadap sesamanya. YESUS punya Kekayaan, Kehormatan,
Kemuliaan, Kemaha-kuasaan, semua itu tidak membuatNYA Kehilangan
Fokus atas Misi BAPA. Dengan Kuasa yang dimilikiNYA, YESUS bisa saja
menolak cawan penderitaan, namun YESUS punya Kuasa Mengendalikan diri
yang luar biasa, sehinggaa rencana BAPA atas manusia dapat tergenapi.
Apakah kita memiliki Kuasa Mengendalikan seiring dengan Berkat,
Kedudukan & Karunia yang kita terima dari TUHAN? Jangan sampai
Berkat yang TUHAN percayakan justru menjadi kutuk hanya karena kita
tidak mampu mngendalikannya. Yang terpenting bukan banyak atau
sedikitnya Berkat yang kita terima, melainkan Kuasa Mengendalikan
Berkat yang akan menentukan Hidup kita. “Karena itu kuasailah
dirimu dan jadilah tenang” (1 Petrus 4:7). “Hendaklah kamu dalam
hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga
dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap
kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa
seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia” (Filipi 2:5-7). God
bless you all.

No comments:
Post a Comment