Tuesday, 17 January 2017

17 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 17 – I'm Loved, Vision Sunday Part 1. Efesus 3:18, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarNya dan PANJANGNya dan tinggiNya dan dalamNya kasih Kristus.” PANJANG-Nya Kasih Allah, panjang dalam bahasa aslinya mekos dapat diartikan bahwa KASIH Allah yang panjang mencakup rencanaNya dalam jangka panjang kedepan. KASIH Kristus yang panjang juga berarti tidak ada akhirnya, mencakup masa lalu, saat ini dan masa mendatang. Dalam penerapannya: dimensi ini berbicara tentang masa depan, pelayanan, kehidupan, dan keberhasilan yang akan bertahan dari generasi ke generasi. KASIH Allah yang PANJANG juga menggambarkan kesetiaanNya. IA Tuhan yang setia menguatkan hati kita & menjauhkan kita dari yang jahat (2 Tes 3:3); IA Tuhan yang setia melaksanakan janjiNya bagi hidup kita (Yes 25:1); IA Tuhan yang setia memenuhi janjiNya (Ibrani 10:23); IA Tuhan yang setia mengampuni dosa-dosa kita (1 Yoh 1:9). Sungguh sebuah janji yang sangat menghibur dan menguatkan kita bahwa Allah tidak hanya peduli tetapi IA Tuhan yang MENGASIHI kita dan keturunan kita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BetapaPANJANGNya
#BerbicaraTtgKASIHKristus
#TidakAdaAkhirnya
#SejakSebelum
#DuniaDijadikan
#SampaiMasaKekekalan
#Efesus1:4-5
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini: 
PL: Kejadian 41#42
PB: Matius 12:1-21

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Selasa, 17 Januari 2017. Bacaan: Yohanes 20: 19-23. Setahun: Kejadian 49-50. Nas: Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yohanes 20:19). Kunci. Dulu jika sedang menginap di rumah, mendiang kakek selalu tidur paling malam. Ia punya kebiasaan mengecek pintu-pintu rumah berulang-ulang, memastikan semuanya sudah terkunci dengan aman. Konon, menurut ibu, sikap was-was tersebut merupakan warisan trauma masa penjajahan dahulu. Kakek dan saya adalah dua pribadi yang berbeda, tetapi di satu sisi saya mewarisi sikap was-was beliau meskipun dengan cara yang berbeda. Saya biasa mengunci diri rapat-rapat bila sedang khawatir menghadapi persoalan. Murid-murid Yesus berkumpul mengunci diri karena ketakutan. Mereka khawatir penyaliban Yesus akan berdampak buruk bagi mereka. Meskipun tahu bahwa Yesus telah bangkit, mereka masih gentar sampai Tuhan sendiri 'menjebol' perlindungan mereka: Dia masuk ke ruangan itu dan memberikan peneguhan. Yesus seakan menegaskan pada mereka bahwa mengunci pintu tidak akan memberikan solusi dan damai sejahtera, tetapi malah memperkuat rasa takut dalam diri mereka. Apakah yang dapat kita pelajari dari sini? Ketika menghadapi krisis atau tantangan hidup yang menakutkan, refleks sebagian dari kita sebagai manusia adalah mengunci diri rapat-rapat. Sekarang kita belajar, dalam situasi demikian, kita justru perlu mempersilakan Tuhan masuk, menguatkan kita, dan kita membuka diri untuk mendengarkan kehendak-Nya bagi hidup kita. Inilah momen yang akan menyediakan jalan keluar yang sesungguhnya bagi persoalan kita. Marilah sekarang kita membuka kunci hati kita dan mengakui bahwa kita memerlukan kehadiran-Nya --OLV/Renungan Harian. SERAPAT APA PUN ANDA MENCOBA MENGUNCI DIRI, DIA BISA MASUK!

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin. Tuhan baik dan sangat baik, tak dapat diselami. Dari sejak awal pengalaman hidup baru yang kita alami, Bapa sudah memiliki rancangan kehidupan yang berbeda dan sekaligus jenis panggilan pelayanan yang memang sudah Ia rancangkan sebelumnya. Setiap kali kita mengalami pertumbuhan/penyingkapan, pewahyuan firman, kita akan makin mengalami jenis 'pekerjaan baik' yang sudah Bapa sediakan. Dengan terus mengikuti tuntunan RohNya, kita dipersiapkan untuk dapat berfungsi secara maksimal & 'menjadi pola' dijenis pekerjaan baik tersebut. Menempatkan Kristus menjadi kepala dari segala sesuatu yang ada dalam pengayoman kita (Efesus 1:9-10). Amin. Happy Tuesday. JBU.

Xavier Quentin Pranata
Kesetiaan melakukan hal kecil membuat kita takjub saat berhasil.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment