Tuesday, 24 January 2017

24 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 24 – Menjadi Pribadi yang Tekun, Berkarakter, & SETIA (3). Dibagian ke 3: KESETIAAN. Kesetiaan sangat dibutuhkan. Kita bisa belajar dari kitab Yeremia 35:1-8: “Suku Rekhab.” Siapa suku Rekhab ini? Mereka adalah suku pengembara ternak dan tidak mempunyai rumah tinggal yang tetap, mereka taat mengikuti aturan dari bapak leluhurnya yaitu: tidak minum anggur, tidak bercocok tanam, tidak membangun rumah. Apa dampaknya bila kita SETIA? Seperti halnya suku rekhab, Tuhan akan memberikan kepercayaan pada kita untuk melayaniNya sampai selama-lamaNya (Yer 35:19). “Maka beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Keturunan Yonadab bin Rekhab takkan terputus melayani Aku sepanjang masa.” Amin. SETIA-lah didalam Tuhan, berjaga-jagalah. SETIAlah walau kita belum dikenal, SETIAlah walau belum mengalami mujizat. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#JadilahPribadi
#yangTEKUN
#BERKARAKTER
#&SETIA
#SaatMenerimaBerkat
#MaupunSaat
#BelumMengalamiMukjizat
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 9,10&11
PB: Matius 15:21-39

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Ester – CL 3
Manfaat membaca Alkitab secara teratur. Berdasarkan riset dr Prof Dr Jeffrey Leven & Dr David Larsen (Washington Times, 30 Juli 1996), dilaporkan bahwa apabila orang membaca Alkitab secara teratur, ini bukan saja baik bagi jiwanya, tetapi juga baik bagi tubuhnya. Mereka melakukan penelitian terhdp lebih dr 500 orang, selama berbulan-bulan. Ditemukan bahwa pada mereka yang membaca Alkitab secara teratur :
1. Mempunyai tekanan darah lebih rendah.
2. Tingkat depresi lebih rendah
3. Lebih sedikit penderita penyakit jantung.
4. Jarang yang kecanduan obat maupun alkohol.
5. Jarang terjadi perpecahan dalam perkawinan.
6. Tingkat kesehatannya jauh lebih baik.
Dan berdasarkan laporan dari Religion in American Life, para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering membaca Alkitab, mempunyai kemungkinan 50% jauh lebih banyak untuk menolak obat-obatan yang terlarang, drpd mereka yang tidak pernah membaca Alkitab. Di samping itu di tempat pekerjaan mereka, mereka memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi di atas rata-rata. Membaca Alkitab secara teratur BERARTI:
1. Memberi makanan bergizi kepada JIWA secara teratur, sehingga kesehatan jiwa kita terjaga. Jiwa yang sehat AKAN membuat hati kita BEBAS dari rasa gelisah, cemas & stres.
2. Salah satu bentuk disiplin rohani yang AKAN membuat hidup kita bertumbuh & hati kita akan ALAMI perubahan.
Firman Tuhan yang hidup AKAN mengubah pola pikir kita yang umumnya dikuasai oleh KEDAGINGAN, sehingga kita LEBIH memilih HIDUP DIPIMPIN oleh ROH. Berkomitmenlah untuk mengADAkan waktu SECARA teratur membaca firman Tuhan, & BUKAN MENCARI WAKTU yang KOSONG baru membacanya, karena kita SULITsekali menemukan waktu yang lowong. Bangunlah 1/2 jam lebih awal dari biasanya untuk bersaat teduh. Pakai waktu itu untuk membaca firman Tuhan & berdoa. Renungkan ayat demi ayat, lalu berdoalah minta petunjuk Tuhan atas firman tersebut, niscaya anda akan merasakan perubahan demi perubahan dalam diri Anda. Hari-hari yang kita lalui akan menjadi berbeda jika kita mengawali hari itu bersama Tuhan & juga mengakhiri hari ini bersama-Nya. TUHAN YESUS MEMBERKATI. FIRMAN TUHAN BAGAI VITAMIN / OBAT yang MANJUR BAGI TUBUH JIWA RAGA KITA. Gbu all.

Ibu Caroline – Bandung
Selasa, 24 Januari 2017. Bacaan: Yakobus 2:14-26. Setahun: Keluaran 20-22. Nas: Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26). Perbuatan yang Menyelamatkan. Saya pernah ditanya oleh seseorang, “Mengapa harus hidup sungguh-sungguh bagi Tuhan sejak masa muda? Bukankah kita diselamatkan oleh iman dan bukan oleh perbuatan?” Orang ini memperlihatkan pengertian yang kurang tepat tentang iman. Pokoknya, asalkan beriman, kita pasti selamat. Pandangan semacam ini dapat menjurus pada kehidupan yang sembarangan. Yakobus berpendapat berbeda. Yakobus jelas tidak menentang keselamatan melalui iman (Yak. 1:18; bdk. Flp. 2:12). Kritik Yakobus dialamatkan kepada mereka yang menganggap iman itu berdiri sendiri, tanpa berdampak pada perbuatan orang percaya. Iman yang demikian tidak berguna sebab tidak dapat menolong orang lain (ay. 15-17). Iman seperti itu tidak berbeda dengan sikap Iblis, yang percaya bahwa Allah itu ada, namun mereka toh melawan Dia (ay. 19). Sebaliknya, para tokoh iman dalam Perjanjian Lama menunjukkan iman mereka melalui perbuatan (ay. 21-26). Iman yang tidak berdampak pada perbuatan bukanlah iman yang sejati. Itu hanyalah suatu pengakuan yang kosong dan tidak berguna. Sebaliknya, iman yang otentik tentu akan memancar melalui perbuatan. Tantangan Yakobus tersebut tetap relevan bagi umat percaya saat ini: iman yang berguna! Iman bahwa Allah ada dan menyertai kehidupan kita mestinya terlihat dalam kehidupan yang memberkati sesama. Iman itu menggerakkan kita untuk mewujudkan kasih Allah bagi mereka yang memerlukan pertolongan. Bagaimana kita akan mewujudkan iman kita pada hari ini? --VIN. PERBUATAN TANPA IMAN ADALAH FANA; IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI; IMAN DENGAN PERBUATAN ADALAH KEKAL.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
Renungan pagi. ~ Badai Pasti Berlalu ~. Ada sebuah cerita tentang seorang bangsawan Jerman yang mempunyai istana di perbukitan di tepi Sungai Rhein. Sebagai seorang pecinta musik, ia memasang beberapa kawat di antara dua menara di kuilnya dengan harapan kalau angin akan menggetarkan kawat-kawat itu, sehingga menghasilkan musik. Tapi aliran angin sungai Rhein tidak menghasilkan suara sedikitpun. Pada suatu malam, terjadilah badai hebat di lembah itu. Badai yang dahsyat menerpa istana bangsawan tersebut, bahkan gunung-gunung sekitar pun tampak terguncang. Sang bangsawan membuka tirai jendela untuk mengawasi perkembangan badai dan dalam keheranannnya, ia mendengarkan alunan musik yang merdu. Sekarang kawat-kawat itu mendesing bagaikan petikan senar gitar. Ternyata kawat-kawat itu memerlukan badai untuk menghasilkan melodi yang merdu dan indah! Demikian pula dalam kehidupan ini, terkadang kita membutuhkan badai untuk dapat mengekspresikan indahnya kehidupan. Badai yang datang dalam hidup kita dapat membuat musik yang merdu dan indah keluar dari diri kita, asalkan kita mampu meresponinya dengan benar. BADAI membuat kita semakin KUAT, DEWASA, semakin BIJAK dalam menyikapi setiap permasalahan. Bila badai datang dalam hidup kita, jangan jadikan sebuah alasan untuk kita meninggalkan TUHAN, karena ketika kita tetap taat mengikuti proses-NYA dan percaya kepada-NYA, kita akan dibawa oleh-NYA melihat janji-NYA yang begitu ajaib dan luar biasa. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Korintus 10:13). Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Rasa SAKIT adalah cara unik untuk membuat kita sadar bahwa kita bukan orang SAKTI.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment