Monday, 16 January 2017

16 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 16 – I'm Loved, Vision Sunday Part 1. Efesus 3:18, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa LEBARnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” LEBAR dalam bahasa aslinya: platos yang berarti luas. Kasih Allah yang LEBAR berbicara tentang KASIH Allah yang luasnya melingkupi seluruh dunia (timur, utara, selatan, barat) tidak ada batasnya. DIA datang bukan untuk 1 bangsa saja, melainkan untuk seluruh dunia (Yoh 3:16). Kasih Allah begitu LEBAR dan luas, melampaui batas-batas negara, budaya dan bangsa. Allah mengajak kita mewujudkan VISI-Nya yaitu kita sangat dikasihiNya. DIA mengajak dan menghendaki kita agar tak seorang pun binasa (2 Petrus 3:9). Rasul Paulus sangat mengerti dan menyelami isi hati Allah & menyadari betapa beruntungnya orang-orang yang telah diselamatkan sehingga ia berkata: “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” Dimensi ini berbicara betapa LEBARnya, mengajak kita semua untuk meluaskan pengaruh kita dimanapun kita berada. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BetapaLebarNya
#BerbicaraTtgLuasNya
KasihAllah
#BagiKitaSemua
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kejadian 39,40
PB: Matius 11

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Senin, 16 Januari 2017. Bacaan: Kisah Para Rasul 17:10-12. Setahun: Kejadian 46-48. Nas: Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian (Kisah Para Rasul 17:11). Detektif Rohani. Kondisi yang kritis dapat mendorong manusia untuk belajar secara lebih baik. Ketika mendapatkan vonis mengidap kanker, misalnya, tiba-tiba orang jadi rajin membaca kolom kesehatan di internet. Ia menjadi teliti dan cermat bagai detektif karena ingin mengetahui secara lebih mendalam persoalan yang sangat penting itu. Demikian pula dengan jemaat di Berea. Rupanya mereka menganggap pesan Paulus perlu dicermati lebih jauh. Mereka menerima firman yang diberitakan Paulus dengan “segala kerelaan hati” (ay. 11). Mereka menyelidikinya “setiap hari”, bukan hanya pada hari Sabat. Bukannya percaya begitu saja, mereka mengecek terlebih dahulu kebenaran perkataan Paulus. Kata yang digunakan, “menyelidiki”, menggambarkan keadaan orang yang sedang memeriksa dokumen-dokumen legal yang penting. Mereka memeriksanya dengan saksama. Dan ketika mereka mendapati bahwa pemberitaan Paulus memang benar, tidak sedikit dari mereka yang berbalik dan menjadi percaya. Injil yang dimengerti dengan benar, sesuai dengan Kitab Suci, dapat membawa seseorang menjadi percaya pada Tuhan. Apakah kita mendengarkan firman Tuhan dengan “kerelaan hati” atau malahan dengan “kepongahan hati”? Kita semestinya tidak memandang remeh ajaran firman Tuhan, namun juga tidak sembarang menelan begitu saja ajaran dari para pengkhotbah. Kita, seperti seorang detektif, menyelidiki Kitab Suci, “apakah semuanya itu benar demikian.” Apabila memang terbukti benar-marilah kita percaya dan berbalik kepada Tuhan –VIN. UNTUK MENGENAL KEBENARAN SECARA AKURAT, KITA PERLU MENYELIDIKINYA SECARA CERMAT.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
PEMAHAMAN HIDUP. Kehidupan tidak menyediakan kebahagiaan, tapi kitalah yang harus menghayati & mengembangkan KEBAHAGIAAN. Kehidupan tidak melimpahkan kesuksesan, tapi kita lah yang harus berjuang membangun KARYA & KESUKSESAN. Kehidupan tidak menjatuhkan beras dari langit, tapi kitalah yang harus GIAT BEKERJA mencari sesuap nasi. “Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya peliharalah dia, karena dialah hidupmu” (Amsal 4:13). Kehidupan tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan: Kita tidak berkuasa membuat kehidupan menjadi penuh kelancaran, kemudahan, kemakmuran & keadilan. Kita tidak punya kekuatan untuk menghapus semua kepedihan, kesakitan & penderitaan. Kita tidak bisa tidak bekerja & suatu ketika kita akan mati. Suka tidak suka, setuju atau tidak, inilah realita hidup... Bukan kehidupan yang memberi kebahagiaan, tapi kitalah yang harus memberi MAKNA & KEBAHAGIAAN PADA KEHIDUPAN. Bukan kehidupan yang mengajarkan kebenaran, tapi kitalah yang belajar menemukan KEBENARAN DALAM KEHIDUPAN. Bukan kehidupan yang memberi kemuliaan, tapi PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN yang membuat KEHIDUPAN kita MULIA. Bukan kehidupan yang harus menyesuaikan diri, tapi kitalah yang HARUS MENYESUAIKAN DIRI dengan KEHIDUPAN. “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor & kejahatan yang begitu banyak itu & terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu” (Yakobus 1:21). God bless you.

No comments:

Post a Comment