AWAKENING
Awakening:
Merespon/Bertindak.
Yakobus 1:22, “Tetapi
hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja;
sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”
Sering kita mendengar kesaksian dari saudara-saudara kita dan kita
kagum atas apa yang telah dikerjakan Tuhan dalam hidup mereka. Kita
juga senang mendengar musik yang membangkitkan semangat, khotbah yang
hebat dan kita semua terinspirasi untuk lebih sungguh-sungguh
melakukan apa yang telah kita dengar. Rasul Yakobus menggambarkan
anak-anak Tuhan seperti orang yang bercermin, melihat dirinya
sendiri, tetapi tidak memperbaiki apa yang kurang? Apa yang salah?
(Yak 1:23-24). Mendengar Firman tetapi tidak merespon dan tidak
berujung pada “perbuatan”. Rasul Yakobus mengingatkan bahwa kita
perlu MELAKUKAN tidak
hanya
sekedar MENDENGAR. Mari lakukan yang terbaik tidak hanya mendengar,
tetapi merespon dengan BERTINDAK .
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#JadilahPelakuFirman
#BukanHanya
#PendengarSaja
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Kejadian 10-12
PB:
Matius 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam
Ossy
Rabu,
4 Januari 2017. Bacaan: Keluaran 16. Setahun: Kejadian 10-12. Nas:
Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan
kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN,
Allahmu (Keluaran 16:12). Takut yang Tak Perlu. Usai perang, di Korea
Selatan ada banyak sekali anak yatim piatu yang terlantar, karena
orangtua mereka menjadi korban perang. Para relawan datang untuk
merawat, menyediakan makanan dan berbagai kebutuhan mereka. Namun
meski telah diberi makan tiga kali sehari, anak-anak ini selalu
gelisah dan tak bisa tidur di malam hari. Usut punya usut, ternyata
mereka selalu takut apakah mereka bisa makan esok hari. Jadi sebelum
anak-anak tidur, para relawan menaruh sebuah roti di tangan setiap
anak. Bukan untuk dimakan, tapi untuk dipegang saja sebelum tidur.
Ini mengingatkan mereka, bahwa besok para relawan akan merawat mereka
lagi. Sejak itu, baru mereka bisa tidur. Beberapa saat setelah keluar
dari Mesir, bangsa Israel mulai kehabisan bahan makanan. Dalam
keterbatasan itu, mereka mengeluh. Tiba-tiba di mata mereka
perbudakan lebih dapat ditanggung daripada tidak adanya makanan yang
bisa mereka santap (ay. 3). Apalagi sepanjang mata memandang,
hamparan pasir tak menjanjikan makanan sama sekali! Namun, apalah
yang sukar bagi Tuhan? Oleh kebesaran-Nya, bangsa Israel dapat
menikmati manna setiap pagi, dan burung puyuh setiap petang (ay. 4,
12-13). Dan, itu selalu cukup bagi setiap orang. Tak sehari pun,
Tuhan luput memelihara mereka-selama pengembaraan mereka selama 40
tahun (ay. 35)! Bila kesulitan hidup semakin mengikis harapan
manusiawi, tetaplah jaga harapan ilahi kita. Bahkan di “padang
gurun” sekalipun, Dia pegang kendali. Jangan ragukan kasih-Nya
dengan ketakutan yang tak perlu. Dia selalu dapat dipercaya! --AW.
HALAUKAN GELISAH DI MALAM HARI SEBAB TUHAN AKAN MENGADAKAN BERKAT
BARU ESOK PAGI.
Tante
Elisabeth – NTT
Amin!
Ya pastikan kita terus hidup dalam ketaatan mutlak (Kel 19:5, Amsal
2:1-5). ketaatan adalah merupakAn buah dari sikap hati akurat yang
kita miliki. Secara alamiah kita sesungguhnya diciptakan oleh Tuhan
sebagai makhluk yang taat. Selamat memasuki tahun yang baru. Kita
semua diberkati oleh Tuhan 'hidup yang baru' di dalam Kristus. JBU
Xavier
Quentin Pranata
“Banyak
hal yang tidak kita mengerti dari jalan-jalan Tuhan, tetapi kasih-Nya
cukup bagi kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment