Wednesday, 4 January 2017

4 Januari 2017

AWAKENING




Awakening: Merespon/Bertindak. Yakobus 1:22, “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” Sering kita mendengar kesaksian dari saudara-saudara kita dan kita kagum atas apa yang telah dikerjakan Tuhan dalam hidup mereka. Kita juga senang mendengar musik yang membangkitkan semangat, khotbah yang hebat dan kita semua terinspirasi untuk lebih sungguh-sungguh melakukan apa yang telah kita dengar. Rasul Yakobus menggambarkan anak-anak Tuhan seperti orang yang bercermin, melihat dirinya sendiri, tetapi tidak memperbaiki apa yang kurang? Apa yang salah? (Yak 1:23-24). Mendengar Firman tetapi tidak merespon dan tidak berujung pada “perbuatan”. Rasul Yakobus mengingatkan bahwa kita perlu MELAKUKAN tidak hanya sekedar MENDENGAR. Mari lakukan yang terbaik tidak hanya mendengar, tetapi merespon dengan BERTINDAK . Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#JadilahPelakuFirman
#BukanHanya
#PendengarSaja
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kejadian 10-12
PB: Matius 4

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Rabu, 4 Januari 2017. Bacaan: Keluaran 16. Setahun: Kejadian 10-12. Nas: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu (Keluaran 16:12). Takut yang Tak Perlu. Usai perang, di Korea Selatan ada banyak sekali anak yatim piatu yang terlantar, karena orangtua mereka menjadi korban perang. Para relawan datang untuk merawat, menyediakan makanan dan berbagai kebutuhan mereka. Namun meski telah diberi makan tiga kali sehari, anak-anak ini selalu gelisah dan tak bisa tidur di malam hari. Usut punya usut, ternyata mereka selalu takut apakah mereka bisa makan esok hari. Jadi sebelum anak-anak tidur, para relawan menaruh sebuah roti di tangan setiap anak. Bukan untuk dimakan, tapi untuk dipegang saja sebelum tidur. Ini mengingatkan mereka, bahwa besok para relawan akan merawat mereka lagi. Sejak itu, baru mereka bisa tidur. Beberapa saat setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel mulai kehabisan bahan makanan. Dalam keterbatasan itu, mereka mengeluh. Tiba-tiba di mata mereka perbudakan lebih dapat ditanggung daripada tidak adanya makanan yang bisa mereka santap (ay. 3). Apalagi sepanjang mata memandang, hamparan pasir tak menjanjikan makanan sama sekali! Namun, apalah yang sukar bagi Tuhan? Oleh kebesaran-Nya, bangsa Israel dapat menikmati manna setiap pagi, dan burung puyuh setiap petang (ay. 4, 12-13). Dan, itu selalu cukup bagi setiap orang. Tak sehari pun, Tuhan luput memelihara mereka-selama pengembaraan mereka selama 40 tahun (ay. 35)! Bila kesulitan hidup semakin mengikis harapan manusiawi, tetaplah jaga harapan ilahi kita. Bahkan di “padang gurun” sekalipun, Dia pegang kendali. Jangan ragukan kasih-Nya dengan ketakutan yang tak perlu. Dia selalu dapat dipercaya! --AW. HALAUKAN GELISAH DI MALAM HARI SEBAB TUHAN AKAN MENGADAKAN BERKAT BARU ESOK PAGI.

Tante Elisabeth – NTT
Amin! Ya pastikan kita terus hidup dalam ketaatan mutlak (Kel 19:5, Amsal 2:1-5). ketaatan adalah merupakAn buah dari sikap hati akurat yang kita miliki. Secara alamiah kita sesungguhnya diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang taat. Selamat memasuki tahun yang baru. Kita semua diberkati oleh Tuhan 'hidup yang baru' di dalam Kristus. JBU

Xavier Quentin Pranata
Banyak hal yang tidak kita mengerti dari jalan-jalan Tuhan, tetapi kasih-Nya cukup bagi kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment