AWAKENING
Awakening
Day 14 – Arti Pengorbanan yang Sesungguhnya.
1 Yohanes 3:16 (TB), “Demikianlah
kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan
nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita
untuk saudara-saudara kita.”
Tuhan Yesus adalah teladan bagi kita semua (dalam hal berkorban).
Pagi ini saya rindu membagikan kesaksian pengorbanan seorang Pak
Tjoek (almarhum). Selama hidupnya Pak Tjoek jarang sekali mengeluh,
selalu semangat dan selalu menguatkan kita, istri dan anak-anaknya.
Gambaran Hati Bapa dan Kasih Bapa itu juga ada dalam diri Almarhum
Pak Tjoek. Kasihnya yang tulus dan rela berkorban bagi kami
sekeluarga itu nyata. Tidak hanya dalam kata-kata tetapi dalam setiap
tindakan, Pak Tjoek selalu mementingkan orang lain. Sampai akhir
hidupnya pun Pak Tjoek tetap masih mementingkan keluarga (tidak
bersedia diajak berobat ke tempat yang lain). Pengorbanannya luar
biasa bagi kami sekeluarga. Setiap suami/orang tua khususnya Bapak
itu pasti care
dengan istri dan anak-anaknya. Tetapi Hati
Bapa
dan Kasih
Bapa
itulah yang selalu ada didalam diri Pak Tjoek yang diberikan kepada
kita sekeluarga. Sampai akhir hidupnya pun Pak Tjoek masih menguatkan
saya dan anak-anak (bukan sebaliknya). “Jangan
Takut Kuatkan Hatimu”, Tuhan beserta kita.
Bapa kita di surga mengasihi kita lebih dari nyawaNya sendiri.
Pengorbanan yang sesungguhnya, “itulah yang DIA/Tuhan Yesus”
berikan pada kita semua. Amin. Adakah kita rela meneladani
PengorbananNya?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#Pengorbanan
#yangSesungguhNya
#AdaDalamYesus
#RelaMenyerahkan
#NyawaNya
#BagiKitaSemua
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Kejadian 33&34,35
PB:
Matius 10:1-15
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Xavier
Quentin Pranata
“Hal-hal
kecil yang kita pelajari dengan serius bisa berdampang besar bagi
generasi penerus.” Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin,
amin, amin, terpujilah Engkau Tuhan sungguh Engkau yang luar biasa
dan yang kumuliakan dan yang kusembah, ajarlah aku meneladaniMu,
Engkau tiada tandingannya, tapi juga benar-benar dibuatnya
terinspirasi, dibuatnya mengerti lewat hambaMu Bapak Tjoek (almarhum)
yang setia baik dalam pelayanan, dalam komsel yang memberkati saya
dan kalimat yang dikatakan pada saya: sudah dibaca bukunya Edy Leo?
Iya sudah, itulah hati Bapa biarlah kita melayani Dia dengan lebih
sungguh, Pak Tjoek banyak menyadarkan orang dan menjadi berkat bagi
siapapun, figur hati Bapa Sorgawi melekat di hatinya sehingga tutur
katanya selalu sesuai dengan kehendakNya. Thanks, kirannya menjd
semangat untuk melakukan kehendak Bapa sorgawi. Thanks. Selamat pagi
dan selamat beraktivitas. Gbu.
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Sabtu, 14 Januari 2017. Bacaan: Matius 25:14-30. Setahun:
Kejadian 40-42. Nas: Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu
kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku
menerimanya serta dengan bunganya (Matius 25:27). Menurut Kesanggupan
Mereka. “Kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yang besar
pula.” Demikian perkataan paman Peter Parker sebelum meninggal
dunia. Satu kalimat sederhana itu mengubah alur kehidupan Peter
secara drastis. Ucapan itu menjadi pegangan hidupnya saat bertualang
sebagai Spiderman. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan dan
sumber daya yang sama. Tuan dalam perumpamaan ini memberikan talenta
kepada setiap hambanya “menurut kesanggupan” mereka
masing-masing. Sewaktu pulang tuan tersebut tidak menilai orang
berdasarkan jumlah yang mereka dapatkan. Dua orang hamba menerima
modal yang berbeda dan menghasilkan laba yang berbeda pula, tetapi
keduanya mendapatkan sanjungan yang sama. Tidak demikian dengan hamba
yang ketiga. Sang tuan menghardiknya sebagai hamba yang “jahat dan
malas.” Mengapa? Sekalipun ia berkelit dan berdalih, pada
kenyataannya ia tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan
semestinya. Maka, bukannya menerima pujian, hamba yang malas ini
justru ditimpa murka. Masing-masing orang dituntut sesuai dengan
kesanggupannya. Tuhan mengaruniakan talenta kepada kita masing-masing
“menurut kesanggupan” kita. Apabila seseorang tidak memiliki
tangan, tentunya ia tidak akan dituntut merangkul orang yang sedang
terluka. Apabila seseorang tidak memiliki harta, tentunya ia tidak
akan dituntut untuk mengelola dan melipatgandakannya. Namun, kita
dituntut untuk bertanggung jawab berdasarkan talenta yang
dikaruniakan kepada kita --VIN/Renungan Harian. TALENTA PEMBERIAN
TUHAN DIMAKSUDKAN UNTUK MENGUNGKAPKAN KASIH KITA KEPADA-NYA DAN
MEMBERKATI SESAMA.
Ibu
Evie – Teman Sekolah Materdai, Probolinggo
Amin...
Semoga saya sebagai temennya mulai kecil bisa meneladani Pak Tjoek
meskipun cuma sedikit... Amiiin... Gbu.

No comments:
Post a Comment