Saturday, 14 January 2017

14 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 14 – Arti Pengorbanan yang Sesungguhnya. 1 Yohanes 3:16 (TB), “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Tuhan Yesus adalah teladan bagi kita semua (dalam hal berkorban). Pagi ini saya rindu membagikan kesaksian pengorbanan seorang Pak Tjoek (almarhum). Selama hidupnya Pak Tjoek jarang sekali mengeluh, selalu semangat dan selalu menguatkan kita, istri dan anak-anaknya. Gambaran Hati Bapa dan Kasih Bapa itu juga ada dalam diri Almarhum Pak Tjoek. Kasihnya yang tulus dan rela berkorban bagi kami sekeluarga itu nyata. Tidak hanya dalam kata-kata tetapi dalam setiap tindakan, Pak Tjoek selalu mementingkan orang lain. Sampai akhir hidupnya pun Pak Tjoek tetap masih mementingkan keluarga (tidak bersedia diajak berobat ke tempat yang lain). Pengorbanannya luar biasa bagi kami sekeluarga. Setiap suami/orang tua khususnya Bapak itu pasti care dengan istri dan anak-anaknya. Tetapi Hati Bapa dan Kasih Bapa itulah yang selalu ada didalam diri Pak Tjoek yang diberikan kepada kita sekeluarga. Sampai akhir hidupnya pun Pak Tjoek masih menguatkan saya dan anak-anak (bukan sebaliknya). “Jangan Takut Kuatkan Hatimu”, Tuhan beserta kita. Bapa kita di surga mengasihi kita lebih dari nyawaNya sendiri. Pengorbanan yang sesungguhnya, “itulah yang DIA/Tuhan Yesus” berikan pada kita semua. Amin. Adakah kita rela meneladani PengorbananNya?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#Pengorbanan
#yangSesungguhNya
#AdaDalamYesus
#RelaMenyerahkan
#NyawaNya
#BagiKitaSemua
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kejadian 33&34,35
PB: Matius 10:1-15

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Xavier Quentin Pranata
Hal-hal kecil yang kita pelajari dengan serius bisa berdampang besar bagi generasi penerus.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin, amin, amin, terpujilah Engkau Tuhan sungguh Engkau yang luar biasa dan yang kumuliakan dan yang kusembah, ajarlah aku meneladaniMu, Engkau tiada tandingannya, tapi juga benar-benar dibuatnya terinspirasi, dibuatnya mengerti lewat hambaMu Bapak Tjoek (almarhum) yang setia baik dalam pelayanan, dalam komsel yang memberkati saya dan kalimat yang dikatakan pada saya: sudah dibaca bukunya Edy Leo? Iya sudah, itulah hati Bapa biarlah kita melayani Dia dengan lebih sungguh, Pak Tjoek banyak menyadarkan orang dan menjadi berkat bagi siapapun, figur hati Bapa Sorgawi melekat di hatinya sehingga tutur katanya selalu sesuai dengan kehendakNya. Thanks, kirannya menjd semangat untuk melakukan kehendak Bapa sorgawi. Thanks. Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Gbu.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Sabtu, 14 Januari 2017. Bacaan: Matius 25:14-30. Setahun: Kejadian 40-42. Nas: Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya (Matius 25:27). Menurut Kesanggupan Mereka. “Kekuatan yang besar mendatangkan tanggung jawab yang besar pula.” Demikian perkataan paman Peter Parker sebelum meninggal dunia. Satu kalimat sederhana itu mengubah alur kehidupan Peter secara drastis. Ucapan itu menjadi pegangan hidupnya saat bertualang sebagai Spiderman. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan dan sumber daya yang sama. Tuan dalam perumpamaan ini memberikan talenta kepada setiap hambanya “menurut kesanggupan” mereka masing-masing. Sewaktu pulang tuan tersebut tidak menilai orang berdasarkan jumlah yang mereka dapatkan. Dua orang hamba menerima modal yang berbeda dan menghasilkan laba yang berbeda pula, tetapi keduanya mendapatkan sanjungan yang sama. Tidak demikian dengan hamba yang ketiga. Sang tuan menghardiknya sebagai hamba yang “jahat dan malas.” Mengapa? Sekalipun ia berkelit dan berdalih, pada kenyataannya ia tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan semestinya. Maka, bukannya menerima pujian, hamba yang malas ini justru ditimpa murka. Masing-masing orang dituntut sesuai dengan kesanggupannya. Tuhan mengaruniakan talenta kepada kita masing-masing “menurut kesanggupan” kita. Apabila seseorang tidak memiliki tangan, tentunya ia tidak akan dituntut merangkul orang yang sedang terluka. Apabila seseorang tidak memiliki harta, tentunya ia tidak akan dituntut untuk mengelola dan melipatgandakannya. Namun, kita dituntut untuk bertanggung jawab berdasarkan talenta yang dikaruniakan kepada kita --VIN/Renungan Harian. TALENTA PEMBERIAN TUHAN DIMAKSUDKAN UNTUK MENGUNGKAPKAN KASIH KITA KEPADA-NYA DAN MEMBERKATI SESAMA.

Ibu Evie – Teman Sekolah Materdai, Probolinggo
Amin... Semoga saya sebagai temennya mulai kecil bisa meneladani Pak Tjoek meskipun cuma sedikit... Amiiin... Gbu.

No comments:

Post a Comment