AWAKENING
Awakening
Day 30 – Bertambah TEGUH didlam Kristus (3).
Kolose 3:3-4, “3Sebab
kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di
dalam Allah. 4Apabila
Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan
menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”
Rasul Paulus memotivasi jemaat Kolose/kita semua untuk hidup secara
berbeda, namun kita perlu mengubah cara berpikir kita. Jika kita
ingin menjalani hidup yang beriman dan berbuah di bumi (SEMAKIN
TEGUH), pikiran kita harus selalu terarah ke surga. Pada dasarnya
Rasul Paulus menginginkan: pandanglah kepada Kristus, usahakanlah
untuk menyenangkan hatiNya. Carilah upah yang telah dijanjikanNya.
Mohon pengampunanNya ketika kita gagal dan minta kuasaNya di dalam
setiap kelemahan kita. Adakalanya kita tidak merasa telah mati
terhadap kehidupan lama kita & masuk ke dalam kehidupan yang sama
sekali baru bersama Yesus. Terkadang penampilan, perasaan dan
perilaku kita masih sama seperti dahulu. Namun jangan salah, hidup
kita yang sejati TERSEMBUNYI bersama Kristus (ayat 3). Kita mungkin
tidak selalu dapat merasakan hubungan kita dengan Kristus, tetapi
kenyataannya adalah kita ini adalah milikNya. Dan suatu hari nanti
setiap orang akan melihat identitas kita yang sejati dan mulia ketika
Tuhan Yesus datang kembali. Sebelum saat itu tiba, kita perlu terus
mengingatkan diri sendiri tentang siapa diri kita sebenarnya? Apa
sajakah kebiasaan lama yang terasa sulit untuk kita lepaskan?
Bagaimana pemahaman kita tentang karya Kristus bagi kita dan
pengenalan akan identitas kita didalam DIA dapat membantu kita untuk
berubah/bertumbuh bahkan berbuah?? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BertumbuDewasa
#BertambahTeguh
#DalamIman
#Bertumbuh
#DalamPemahaman
#TentangKebenaranInjil
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Keluaran 23,dan 24
PB:
Matius 20:1-16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Senin, 30 Januari 2017. Bacaan: 1 Samuel 8:1-21. Setahun:
Keluaran 38-39. Nas: Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan Samuel
dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami
akan sama seperti bangsa-bangsa lain...” (1 Samuel 8:19-20). Tidak
Perlu Memaksa. Seorang penjual telepon genggam menceritakan
pengalamannya di media sosial. Ia merasa kesal dan sekaligus iba pada
seorang ibu yang dirongrong anaknya. Ibu ini berpakaian lusuh, datang
ke tokonya untuk membeli telepon genggam keluaran terbaru. Ibu yang
sudah tua ini terpaksa menghabiskan uangnya untuk memenuhi permintaan
anaknya. Jika tidak, si anak mengancam akan mengamuk dan menyakiti
ibunya. Kisah ini menuai banyak respons, kebanyakan menyesalkan sikap
si anak, yang terlalu memaksakan keinginannya tanpa menakar
kemampuannya. Bangsa Israel pernah memaksakan keinginan mereka kepada
Tuhan, yaitu meminta seorang raja. Mereka terpengaruh oleh
bangsa-bangsa di sekitar mereka. Tuhan sudah memperingatkan umat-Nya
melalui Samuel bahwa memiliki raja tidaklah semudah yang mereka
pikirkan. Akan tetapi, mereka bersikeras memaksakan keinginan
tersebut. Alhasil, terpilihlah Saul sebagai raja pertama Israel,
persis seperti yang mereka kehendaki. Namun, tanpa mereka sadari,
ketika mereka mendapatkan sesuatu menurut kehendak mereka, mereka
melewatkan kehendak Tuhan bagi mereka. Hal yang sama bisa saja
terjadi dalam hidup kita. Keinginan kita sangat banyak dan kita
memintanya secara mendetail kepada Tuhan. Pertanyaannya, apakah
keinginan kita itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Untuk itu,
kita perlu memahami motivasi di balik keinginan tersebut. Untuk
ikut-ikutan orang lain? Untuk menyenangkan dan memuaskan diri
sendiri? Atau, untuk memuliakan Tuhan? --YS/Renungan Harian. KETIKA
KITA MEMAKSAKAN KEINGINAN DIRI SENDIRI, KITA MALAH AKAN KEHILANGAN
KEHENDAK ALLAH.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
sikon baik-baik saja, bahkan luar biasa baiknya, kita justru perlu
melekat kepada Tuhan agar tidak terlena.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment