Monday, 30 January 2017

30 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 30 – Bertambah TEGUH didlam Kristus (3). Kolose 3:3-4, 3Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 4Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” Rasul Paulus memotivasi jemaat Kolose/kita semua untuk hidup secara berbeda, namun kita perlu mengubah cara berpikir kita. Jika kita ingin menjalani hidup yang beriman dan berbuah di bumi (SEMAKIN TEGUH), pikiran kita harus selalu terarah ke surga. Pada dasarnya Rasul Paulus menginginkan: pandanglah kepada Kristus, usahakanlah untuk menyenangkan hatiNya. Carilah upah yang telah dijanjikanNya. Mohon pengampunanNya ketika kita gagal dan minta kuasaNya di dalam setiap kelemahan kita. Adakalanya kita tidak merasa telah mati terhadap kehidupan lama kita & masuk ke dalam kehidupan yang sama sekali baru bersama Yesus. Terkadang penampilan, perasaan dan perilaku kita masih sama seperti dahulu. Namun jangan salah, hidup kita yang sejati TERSEMBUNYI bersama Kristus (ayat 3). Kita mungkin tidak selalu dapat merasakan hubungan kita dengan Kristus, tetapi kenyataannya adalah kita ini adalah milikNya. Dan suatu hari nanti setiap orang akan melihat identitas kita yang sejati dan mulia ketika Tuhan Yesus datang kembali. Sebelum saat itu tiba, kita perlu terus mengingatkan diri sendiri tentang siapa diri kita sebenarnya? Apa sajakah kebiasaan lama yang terasa sulit untuk kita lepaskan? Bagaimana pemahaman kita tentang karya Kristus bagi kita dan pengenalan akan identitas kita didalam DIA dapat membantu kita untuk berubah/bertumbuh bahkan berbuah?? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BertumbuDewasa
#BertambahTeguh
#DalamIman
#Bertumbuh
#DalamPemahaman
#TentangKebenaranInjil
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 23,dan 24
PB: Matius 20:1-16

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Senin, 30 Januari 2017. Bacaan: 1 Samuel 8:1-21. Setahun: Keluaran 38-39. Nas: Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami akan sama seperti bangsa-bangsa lain...” (1 Samuel 8:19-20). Tidak Perlu Memaksa. Seorang penjual telepon genggam menceritakan pengalamannya di media sosial. Ia merasa kesal dan sekaligus iba pada seorang ibu yang dirongrong anaknya. Ibu ini berpakaian lusuh, datang ke tokonya untuk membeli telepon genggam keluaran terbaru. Ibu yang sudah tua ini terpaksa menghabiskan uangnya untuk memenuhi permintaan anaknya. Jika tidak, si anak mengancam akan mengamuk dan menyakiti ibunya. Kisah ini menuai banyak respons, kebanyakan menyesalkan sikap si anak, yang terlalu memaksakan keinginannya tanpa menakar kemampuannya. Bangsa Israel pernah memaksakan keinginan mereka kepada Tuhan, yaitu meminta seorang raja. Mereka terpengaruh oleh bangsa-bangsa di sekitar mereka. Tuhan sudah memperingatkan umat-Nya melalui Samuel bahwa memiliki raja tidaklah semudah yang mereka pikirkan. Akan tetapi, mereka bersikeras memaksakan keinginan tersebut. Alhasil, terpilihlah Saul sebagai raja pertama Israel, persis seperti yang mereka kehendaki. Namun, tanpa mereka sadari, ketika mereka mendapatkan sesuatu menurut kehendak mereka, mereka melewatkan kehendak Tuhan bagi mereka. Hal yang sama bisa saja terjadi dalam hidup kita. Keinginan kita sangat banyak dan kita memintanya secara mendetail kepada Tuhan. Pertanyaannya, apakah keinginan kita itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Untuk itu, kita perlu memahami motivasi di balik keinginan tersebut. Untuk ikut-ikutan orang lain? Untuk menyenangkan dan memuaskan diri sendiri? Atau, untuk memuliakan Tuhan? --YS/Renungan Harian. KETIKA KITA MEMAKSAKAN KEINGINAN DIRI SENDIRI, KITA MALAH AKAN KEHILANGAN KEHENDAK ALLAH.

Xavier Quentin Pranata
Saat sikon baik-baik saja, bahkan luar biasa baiknya, kita justru perlu melekat kepada Tuhan agar tidak terlena.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment