Saturday, 28 January 2017

28 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 28 – Bertambah Teguh didalam Kristus. Kolose 2:6-7, 6Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Inti dari Surat Kolose ada didalam 2 ayat tersebut diatas, Rasul Paulus meringkas semua hal yang ingin ia katakan: orang percaya baik dimasa kini maupun dimasa itu, telah menerima Yesus didalam hati mereka harus hidup didalam jalan Tuhan sama seperti jemaat mula-mula (Kis 9:2). Bagaimana kita dapat “terus berjalan”? Kita harus berjalan dengan “berakar”. Kita melakukannya dengan membangun diri kita sendiri dan bertumbuh dewasa dalam Yesus, dengan bertambah teguh dalam Iman yang telah diajarkan kepada kita (ayat 7). Dengan kata lain kita perlu bertumbuh dalam pemahaman kita tentang kebenaran Injil yang pernah membawa kita mula-mula kepada Yesus. Ketika Yesus mengisi hati & pikiran kita, melalui pembacaan setiap pagi #LoveTheBible. Kita teguh & berakar didalam kebenaranNya maka mulut kita akan penuh dengan ucapan syukur. Amin. Pengajaran Kristus seperti apa yang selama ini mengisi pikiran kita?? Bagaimana Pengajaran itu menjaga kita TETAP TEGUH didalam IMAN dan BERTUMBUH menuju KEDEWASAAN IMAN?? Selamat berlibur, selamat menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#BertumbuDewasa
#BertambahTeguh
#DalamIman
#Bertumbuh
#DalamPemahaman
#TentangKebenaranInjil
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall?

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 19,dan 20
PB: Matius 18:21-35

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 28 Januari 2017. ALICE HERZ-SOMMER. Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu (Lukas 11:34). Alice Herz-Sommer meninggal tanggal 23 Februari 2014 pada usia 110. Ia adalah seorang Yahudi dan adalah saksi hidup tertua atas kekejaman NAZI. Menurut pengakuannya, kunci kehidupannya adalah perspektif optimis, bahkan di tengah kekejaman penjara NAZI. Ia berkata, “Saya selalu melihat dari sisi baik. Ketika kita tenang, tubuh kita akan tenang. Ketika kita pesimis, tubuh kita akan bergerak dengan cara yang tidak natural. Terserah kepada kita apakah kita mau melihat dari sisi baik atau buruk.” Apa yang dikatakannya sungguh benar. Hidup kita sangat dipengaruhi oleh perspektif kita terhadap kehidupan ini. Inilah yang Yesus maksudkan ketika Dia mengajar tentang mata sebagai pelita tubuh. Dua orang yang melihat suatu hal yang sama dapat memiliki persepsi yang bertolak-belakang terhadap apa yang dilihatnya. Yesus mengajarkan bahwa kita harus memilih perspektif yang baik dan membangun, sebab persepsi tersebut akan membentuk kehidupan kita. Kalau kita terbiasa melihat hidup dari perspektif pengharapan dan optimisme berdasarkan iman kepada Allah, maka niscaya hidup kita akan terang dan ringan. Sebaliknya, kalau kita terbiasa melihat hidup dari perspektif negatif dan pesimis, seakan Allah tidak ada, maka akan gelaplah kehidupan kita. Perspektif mana yang lebih sering kita pakai dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari? Baik itu ketika di rumah, di jalan, di sekolah, di tempat kerja, di gereja, dan sebagainya. Pastikanlah bahwa perspektif tersebut adalah perspektif iman pengharapan supaya hidup kita menjadi terang dan indah. TERANG-GELAPNYA HIDUP KITA DIBENTUK OLEH PERSPEKTIF KITA TERHADAP KEHIDUPAN. Selamat pagi. Happy Chinese New Year. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan Setahun: Keluaran 19,20 & Matius 18:21-35.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin, ya suatu rangkaian yang indah untuk saya pribadi menemui Dia setiap pagi dan dengan berkomunikasi dengan firmanNya, saya belajar dan belajar lagi untuk komitmen di tahun 2017 ini pembacaan firman Tuhan selesai, bersyukur kalau diadakan untuk Love God, Love People, Love The Blble, I'm Love, Citraland 5 sangat-sangat diberkati satu sama lain saling sama mengingatkan dan bisa disharingkan di dalam komsel jika menemukan kata-kata yang tidak mengerti, puji Tuhan hari Kamis kita komsel kemari di rumah Pak Edy terberkati oleh pembacaan firman Tuhan tiap-tiap pagi dan bisa dijawab di dalam komsel mengenai terafim yang dibawa Rahel. Amin. Thanks. Tuhan memberkati semua.

Xavier Quentin Pranata
Merayakan Imlek terbaik adalah saat kita melek terhadap dosa dan berbalik dari jalan-jalan kita yang meledek sang Khalik.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment