AWAKENING
Awakening
Day 26 – Merespon FirmanNya (2).
Alkitab adalah “surat cinta” dari Bapa Surgawi kita. Namun
seringkali komunikasi kita dengan Allah hanya berjalan 1 arah. Kita
membaca pesanNya bagi kita & merespons dengan medoakan
masalah-masalah kita saja (hanya berfokus pada kebutuhan kita saja).
Ambil waktu untuk merespon apa yang baru kita baca:
- Bersyukur atas janji-janjiNya,
- Bersukacitalah atas pengajaran yang telah diterima,
- Akuilah dosa-dosa yang telah disadarkan oleh Roh Kudus,
- Minta hikmatNya agar kita dapat lebih jelas memahami bagian Alkitab yang kita baca & menerapkannya dalam hidup untuk menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus.
Dan
yang terakhir adlh mencatat/menuliskan tentang apa yang kita terima
dari saat teduh kita .
Kebiasaan mencatat akan menolong kita untuk mengingat pengajaran yang
kita terima dihari itu, menjaganya agar tetap segar dalam pikiran
kita sehingga kita dapat terus menerus dipengaruhi oleh pengajaran
itu sepanjang hari .
Tuhan Yesus menjalani hidupNya dibumi sama seperti semua manusia
harus hidup, yakni dengan bergantung total kepada Allah Bapa.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#MeresponFirmanNya
#BersyukurAtasJanji"Nya
#DisadarkanOlehRohKudus
#MencatatRhemaFirmanNya
#AgarMenjadiPengaruh
#diSepanjangHariKita
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Keluaran 14 dan 15
PB:
Matius 17
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ps.
Elisheba Soetopo
Rhema
#LovetheBible 26 Januari 2017: KELUARAN 14. Kadang dalam hidup, kita
bisa merasa seperti semuanya sedang menimpa kita. Seperti semua yang
bisa bermasalah, terjadi semua, dan kita sangat terpojok. Padahal
kita merasa apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang Tuhan
suruhkan. Seperti bangsa Israel berkemah tepat di tempat yang Tuhan
suruhkan, tapi didatangi musuh di tempat itu juga. Lah, gimana Tuhan?
Tidak jarang, semua kelihatannya mendatangi kita di waktu yang
bersamaan. Kel 14:7 - SEMUA kereta yang ada di Mesir dibawa menyerang
bangsa Israel. Kadang kita merasa SEMUA menimpa kita. Tapi itu
terjadi supaya Tuhan bisa menunjukkan kekuatan kuasaNya yang besar.
Mujizat masih ada! Semua menimpa bersamaan, supaya semuanya bisa
ditenggelamkan & dilenyapkan oleh Tuhan di Laut Teberau! Victory
is ours! Kemenangan milik kita! Tetap percaya Tuhan. “Tuhan
menyertai aku, Dia bergerak buat aku.” KELUARAN 15, diingatkan
seperti pelajaran Victorious Life - air sebagai tanda A New Beginning
- awal yang baru. Lautnya sudah ditutup oleh Tuhan. Israel nggak bisa
lagi kembali ke hidup yang lama. Kita juga setelah ditebus Yesus (dan
dibaptis air), tidak bisa lagi kembali ke hidup yang lama. Sekarang
hanya ada hidup yang baru bersama Yesus, dicintai Yesus. We are
loved!
Madam
Ossy
Kamis,
26 Januari 2017. Bacaan: Amsal 26:14-16. Setahun: Keluaran 26-28.
Nas: Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan
bekerja (Amsal 21:25). Tak Mau Berkeringat. Meski berkeringat itu
normal dan sehat, kini tersedia deodoran antiperspirant khusus untuk
mengurangi, mencegah atau menghilangkan keringat. Deodoran yang
dikemas dalam botol semprot itu banyak diburu oleh perempuan dan
lelaki yang tak mau berkeringat terlalu banyak, karena mengganggu
penampilan. “Tak mau berkeringat”, secara kiasan biasanya
dikenakan pada orang yang tak mau bekerja. Orang yang meninabobokan
dirinya dalam kemalasan. “Seperti pintu berputar pada engselnya,
demikianlah si pemalas di tempat tidurnya” (ay. 14). Si pemalas
kemudian menjadi parasit, hanya berpangku tangan dan mengandalkan
jerih payah orang lain. Otot-otot tubuhnya pun dilemaskan oleh
kemalasannya. Ia masih bisa mengangkat sendok dan garpu, tetapi
terlalu lemah menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. Hati dan
pikiran si pemalas pun semakin tumpul, tetapi anehnya, kata Salomo,
“Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak daripada tujuh orang
yang menjawab dengan bijaksana” (ay. 16). Adalah masalah besar
kalau sampai kita menjadi pemalas seekstrem yang digambarkan Salomo.
Namun kenyataannya, banyak orang yang merebahkan diri dalam
kemalasan. Tidak seharusnya kita “tak mau berkeringat”. Kerja
membuat kita sehat rohani dan jasmani. Bekerja itu terhormat, memupuk
harga diri. Kita bukan saja produktif tetapi juga menjadi bahagia,
seperti kata sang pemazmur, “Apabila engkau memakan hasil jerih
payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!”
(Mazmur 128:2). --ASA. KETIKA KEMALASAN MENGEKANG TANGAN KITA, TUHAN
TAKKAN MENGULURKAN TANGAN-NYA.

No comments:
Post a Comment