Thursday, 26 January 2017

26 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 26 – Merespon FirmanNya (2). Alkitab adalah “surat cinta” dari Bapa Surgawi kita. Namun seringkali komunikasi kita dengan Allah hanya berjalan 1 arah. Kita membaca pesanNya bagi kita & merespons dengan medoakan masalah-masalah kita saja (hanya berfokus pada kebutuhan kita saja). Ambil waktu untuk merespon apa yang baru kita baca:
  1. Bersyukur atas janji-janjiNya,
  2. Bersukacitalah atas pengajaran yang telah diterima,
  3. Akuilah dosa-dosa yang telah disadarkan oleh Roh Kudus,
  4. Minta hikmatNya agar kita dapat lebih jelas memahami bagian Alkitab yang kita baca & menerapkannya dalam hidup untuk menjadikan kita semakin serupa dengan Kristus.
Dan yang terakhir adlh mencatat/menuliskan tentang apa yang kita terima dari saat teduh kita . Kebiasaan mencatat akan menolong kita untuk mengingat pengajaran yang kita terima dihari itu, menjaganya agar tetap segar dalam pikiran kita sehingga kita dapat terus menerus dipengaruhi oleh pengajaran itu sepanjang hari . Tuhan Yesus menjalani hidupNya dibumi sama seperti semua manusia harus hidup, yakni dengan bergantung total kepada Allah Bapa.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#MeresponFirmanNya
#BersyukurAtasJanji"Nya
#DisadarkanOlehRohKudus
#MencatatRhemaFirmanNya
#AgarMenjadiPengaruh
#diSepanjangHariKita
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Keluaran 14 dan 15
PB: Matius 17

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ps. Elisheba Soetopo
Rhema #LovetheBible 26 Januari 2017: KELUARAN 14. Kadang dalam hidup, kita bisa merasa seperti semuanya sedang menimpa kita. Seperti semua yang bisa bermasalah, terjadi semua, dan kita sangat terpojok. Padahal kita merasa apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang Tuhan suruhkan. Seperti bangsa Israel berkemah tepat di tempat yang Tuhan suruhkan, tapi didatangi musuh di tempat itu juga. Lah, gimana Tuhan? Tidak jarang, semua kelihatannya mendatangi kita di waktu yang bersamaan. Kel 14:7 - SEMUA kereta yang ada di Mesir dibawa menyerang bangsa Israel. Kadang kita merasa SEMUA menimpa kita. Tapi itu terjadi supaya Tuhan bisa menunjukkan kekuatan kuasaNya yang besar. Mujizat masih ada! Semua menimpa bersamaan, supaya semuanya bisa ditenggelamkan & dilenyapkan oleh Tuhan di Laut Teberau! Victory is ours! Kemenangan milik kita! Tetap percaya Tuhan. “Tuhan menyertai aku, Dia bergerak buat aku.” KELUARAN 15, diingatkan seperti pelajaran Victorious Life - air sebagai tanda A New Beginning - awal yang baru. Lautnya sudah ditutup oleh Tuhan. Israel nggak bisa lagi kembali ke hidup yang lama. Kita juga setelah ditebus Yesus (dan dibaptis air), tidak bisa lagi kembali ke hidup yang lama. Sekarang hanya ada hidup yang baru bersama Yesus, dicintai Yesus. We are loved!

Madam Ossy
Kamis, 26 Januari 2017. Bacaan: Amsal 26:14-16. Setahun: Keluaran 26-28. Nas: Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja (Amsal 21:25). Tak Mau Berkeringat. Meski berkeringat itu normal dan sehat, kini tersedia deodoran antiperspirant khusus untuk mengurangi, mencegah atau menghilangkan keringat. Deodoran yang dikemas dalam botol semprot itu banyak diburu oleh perempuan dan lelaki yang tak mau berkeringat terlalu banyak, karena mengganggu penampilan. “Tak mau berkeringat”, secara kiasan biasanya dikenakan pada orang yang tak mau bekerja. Orang yang meninabobokan dirinya dalam kemalasan. “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya” (ay. 14). Si pemalas kemudian menjadi parasit, hanya berpangku tangan dan mengandalkan jerih payah orang lain. Otot-otot tubuhnya pun dilemaskan oleh kemalasannya. Ia masih bisa mengangkat sendok dan garpu, tetapi terlalu lemah menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. Hati dan pikiran si pemalas pun semakin tumpul, tetapi anehnya, kata Salomo, “Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak daripada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana” (ay. 16). Adalah masalah besar kalau sampai kita menjadi pemalas seekstrem yang digambarkan Salomo. Namun kenyataannya, banyak orang yang merebahkan diri dalam kemalasan. Tidak seharusnya kita “tak mau berkeringat”. Kerja membuat kita sehat rohani dan jasmani. Bekerja itu terhormat, memupuk harga diri. Kita bukan saja produktif tetapi juga menjadi bahagia, seperti kata sang pemazmur, “Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (Mazmur 128:2). --ASA. KETIKA KEMALASAN MENGEKANG TANGAN KITA, TUHAN TAKKAN MENGULURKAN TANGAN-NYA.

No comments:

Post a Comment