AWAKENING
Awakening
Day 21 – Ada KUASA.
Setiap kita diciptakan unik
dan spesial
oleh Tuhan. Tuhan ingin agar setiap kita memiliki hal yang terbaik,
seperti yang dimiliki Maria, yaitu duduk dekat kaki Tuhan & hidup
mengandalkan DIA, bukan dengan kekuatan/fikiran kita sendiri. Tuhan
memilih kita yang mau hidup intim denganNya & melakukan kehendak
Bapa. Maria dan Martha sama-sama mengasihi Tuhan dan sama-sama
DIKASIHI oleh Tuhan, tetapi beda KUASANya (Yohanes 11:5). Maria
memiliki KUASA sedangkan Marta tidak. Seperti halnya kita semua bisa
saja sama-sama menyanyikan pujian, menyembah mendengarkan khotbah &
memberikan persembahan. Tapi ada yang punya KUASA, ada yang tidak.
Apa yang membuat perbedaannya?
- Keintiman/Intimacy
Maria
senang berada di dekat kaki Tuhan Yesus, tetapi Marta “sibuk
melayani”. Ketika Marta protes, ternyata Tuhan Yesus tidak
memujinya, malahan dikatakan: “Martha khawatir & menyusahkan
diri dengan banyak perkara.” Sementara Maria mendapat pujian, Maria
mendapat pujian karena intim/duduk dekat kaki Tuhan. Jadi ingatlah
pentingnya membangun hubungan intim dengan Tuhan, ada KUASA dalam
keintiman. Amin.
- Rendah Hati/Humbleness
Ada
KUASA dalam “kerendahhatian”. Maria menangis, tersungkur tetapi
tidak menyajarkan dirinya dengan Yesus. Yesus sangat terharu,hatiNya
masyagul. Ada KUASA di dalam “Kerendahan Hati”.
- Memberi yang TERBAIK (Yohanes 12:1-3)
Karena
intim dengan Tuhan, enam hari sebelum Paskah, Maria tahu Tuhan Yesus
akan mati. Maka dia memberi yang terbaik kepada Yesus dengan minyak
narwastu murni yang mahal untuk memiyaki kaki Yesus dan menyekanya
dengan rambutnya. DIA merendahkan dirinya. Ada KUASA dalam memberi
yang terbaik. Amin.
Bp.
Anto – Citraland
13
KATA “JANGAN MENUNGGU”. Yang perlu dihindari:
- Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
- Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
- Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
- Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan…
- Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
- Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan datang dalam tulisanmu.
- Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
- Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
- Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
- Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
- Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
- Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
- Jangan mencari waktu luang untuk beribadah. Tapi luangkan waktu untuk beribadah...
Taswin
Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Akulah
roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari
roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu
ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia - Yohanes
6:51. Pada awal mula Allah berkehendak agar manusia makan buah dr
Pohon Kehidupan/ Pohon Hayat yang adalah lambang dari Diri Tuhan
sendiri. Setelah manusia diciptakan, Allah tidak menyuruhnya berbuat
apa-apa; Allah malahan menyatakan diri-Nya di hadapan manusia dalam
corak makanan agar diterima oleh manusia masuk ke dalam mereka. Allah
boleh kita makan, Dia ingin masuk ke dalam manusia; bukan hanya
menjadi hayat manusia, juga menjadi jaminan hayat bagi manusia. Satu
garis “makan” ini jelas menyusuri seluruh Alkitab. Mulai kitab
Kejadian pasal 2 sampai dengan kitab Wahyu pasal terakhir, perkara
ini selalu dikemukakan. Bani Israel makan daging domba Paskah di
Mesir, makan manna di padang belantara. Sampai di tanah Kanaan,
mereka memakan hasil kekayaan tanah Kanaan. Sewaktu mereka beribadah
dan mempersembahkan korban, mereka memakan beraneka jenis korban.
Ketika Tuhan Yesus datang, Ia berkata, “Akulah roti hidup, makanlah
Aku.” Ketika kita memperingati Tuhan, itupun bukan ditujukan kepada
renungan atau penyembahan. Tuhan berkata, “Inilah TubuhKu,
ambillah, makanlah. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”
Peringatan yang sejati ialah demi roh sekali lagi menerima Tuhan ke
dalam kita. Semakin makan dan minum Tuhan, semakin sejati ibadah
kita. Ibadah yang sejati adalah membuka diri kita dan membiarkan
Tuhan semakin banyak meresapi dan memenuhi kita. Unsur Allah/ Roh
Kudus semakin bertambah dalam diri kita, sehingga seluruh diri kita
(roh, jiwa dan tubuh) kita dipenuhi/dijenuhi oleh Roh Kudus. Tuhan
Yesus, pagi ini aku mau makan dan menikmati Roti Hidup yaitu DiriMu
sendiri.. karena yang kami perlukan bukanlah sekedar pengajaran dan
hukum hukum yang tertulis.. kami membutuhkan asupan yang hidup,
asupan untuk roh kami... Asupan yang ilahi dari Pencipta kami...
Engkau yang adalah Roti Hidup kami... Kami mau mengalamiMu,
menikmatiMu.. makan DiriMu.. sebagai asupan kami.. kenyangkan diri
kami dan bertambah-tambahlah unsur DiriMu yaitu Roh Kudus dalam
kami... Amin.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
BUAH
PERKATAAN. Lidah menghasilkan Perkataan, & di dalam Perkataan,
ada Kekuatan yang tersimpan, yang menghasilkan “buah” & akan
kita nikmati dalam kehidupan. Setiap Perkataan, entah yang positif
atau negatif berdampak bagi hidup. Firman TUHAN mengatakan bahwa
Perkataan memberi buah kepada kita. “Setiap orang dikenyangkan
dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat
balasan dari pada yang dikerjakan tangannya” (Amsal 12:14). Apakah
kita lebih banyak mengatakan hal-hal yang membangun, memberkati, &
menguatkan? Bila kita menyadari besarnya pengaruh Perkataan dalam
turut membentuk kondisi kehidupan kita, ikut mempengaruhi Kesuksesan
& Kegagalan kita, tentu kita akan lebih berhati-hati dalam
berkata-kata. Sebab itu penting bagi kita, untuk berkata-kata seperti
apa yang Firman TUHAN katakan mengenai kita.
• Bila
kita lelah, katakanlah, “Aku kuat di dalam KRISTUS”,
• Saat
tertekan, katakanlah, “Dalam KRISTUS, aku mampu tanggung segala
perkara.”,
• Jika
kita berkekurangan, katakanlah, “ALLAHku akan mencukupkan segala
keperluan & kebutuhanku menurut kekayaan & kemuliaan-NYA.”,
• Saat
kita sakit, katakanlah, “Oleh bilur-bilur-NYA Aku sembuh.”
• Memperkatakan
Firman TUHAN akan membentuk kehidupan kita,
dari
yang tidak ada, menjadi ada, yang tidak tahu menjadi berhikmat, yang
lemah menjadi kuat, yang sakit menjadi sehat, & yang tidak mampu
menjadi bisa. Selalu ada buah dalam perkataan kita. Oleh sebab itu,
jika kita menginginkan yang baik, maka kita harus juga memperkatakan
hal-hal yang baik. Biarlah hati kita dipenuhi dengan Kebenaran &
Keindahan Firman TUHAN, sehingga Perkataan Lidah kita yang memancar
dari sana mendatangkan Kebaikan & Kesejahteraan bagi sesama.
BIARLAH PERKATAAN KITA MENGGEMAKAN KEBAIKAN!!! “Hidup dan mati
dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya”
(Amsal 18:21). God bless you all.
Xavier
Quentin Pranata
“Benih
yang terpilih sekalipun jika jatuh ke tanah yang salah tidak akan
menghasilkan buah yang baik.” Xavier Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin! Penting sekali kita punya keintiman untuk Tuhan. Dalam Yesaya
26:3, firmanNya mengatakan yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai
sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Satu lagi perkataan Tuhan,
dalam kitab Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 10:29, “Jalan
Tuhan adalah perlindungan bagi orang-orang tulus, tetapi kebinasaan
bagi orang yang berbuat jahat.” Amsal 11:20, “Orang yang serong
hatinya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang tak bercela,
jalannya di kenan-Nya.” Dan Amsal 14:26-27, “dalam takut akan
Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi
anak-anak-Nya.” Morning, JBU.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 21 Januari 2017. MENJADI SAKSI KRISTUS. “Mari, lihat!
Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang
telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” (Yohanes 4:29). Lina
adalah salah satu jemaat di gereja kami. Meski tidak lulus SMP dan
bekerja sebagai pembantu rumah tangga, Lina suka bersaksi tentang
Yesus Kristus kepada orang-orang yang dia temui. Dimanapun dia
berada, bila ada kesempatan, Lina tak malu bersaksi. Lina berani
bersaksi karena merasakan betapa besar kasih Kristus terjadi dalam
hidupnya. Ada sebagian dari kita takut untuk bersaksi, padahal kita
mengaku Kristen. Kita merasa bukan siapa-siapa, biarlah pendeta saja
yang bersaksi tentang Yesus. Sebenarnya, bukan kita yang memilih
Tuhan, namun Tuhan yang memilih kita. Apa pun latar belakang kita,
sebagai orang Kristen kita harus menjadi saksi Kristus. Siapakah
saksi Kristus pertama? Dia bukan Petrus, Filipus, atau Paulus yang
telah berkeliling memberitakan Injil. Alkitab mencatat ada dua saksi
Kristus pertama. Mereka adalah seorang Gerasa yang disembuhkan Yesus
(Mar 5:19), dan seorang wanita Samaria yang sudah punya lima suami,
yang bercakap-cakap dengan Yesus di tepi sumur. Perhatikan kedua
orang ini. Di mata dunia kedua orang ini sama sekali tak dipandang
karena latar belakangnya yang buruk. Namun mengapa mereka bisa
bersaksi tentang Yesus? Karena mereka berterima kasih atas kasih
Tuhan. Bersaksi tentang Yesus Kristus bukan hal sulit, dan mudah kita
kerjakan setiap saat, ketika kita memandang berharga kasih setia
Tuhan. Pada prakteknya, tidak setiap orang suka saat kita bersaksi
tentang Kristus, namun pasti ada orang yang mendengarkan dan akhirnya
menerima Kristus. Mari kita berani menjadi saksi Kristus. TUHAN
MEMANGGIL DAN MEMAKAI KITA UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI-NYA. Selamat
pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible -
Bacaan Setahun: Keluaran 1,2,3 & Matius 14:1-21.
WM
– STARS
MENELPON
TUHAN
Kring..
Kring.. Kring...
Ketika
kamu memanggil, TUHAN pasti menjawab... “Ini AKU...” (Yesaya
58:9)
Ketika
kamu ingin memanggilNYA, silahkan menggunakan “NOMOR TELPON
DARURAT” di bawah ini:
- Saat
kamu berduka atas meninggalnya orang yang dikasihi, putar 2 Korintus
5:1.
- Ketika
kamu takut, putar Mazmur 56:4-6.
- Ketika
kamu ingin berbuah, putar Yohanes 15.
- Ketika
kamu berdosa, putar Mazmur 51; Yesaya 1:18.
- Ketika
kamu khawatir, putar Mazmur 55:23.
- Ketika
kamu dalam bahaya, putar Mazmur 91.
- Ketika
TUHAN terasa jauh, putar Mazmur 139.
- Ketika
iman kamu perlu di kuatkan, putar Ibrani 11.
- Ketika
kamu merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23.
- Ketika
kamu mengalami kepahitan, putar Efesus 4:31-32.
- Ketika
kamu sedang berbeban berat, putar Matius 11:28.
- Ketika
kamu butuh penghiburan, putar Wahyu 21:4; Mazmur 119:50.
- Ketika
kamu butuh perlindungan, putar Mazmur 9:10-11.
- Ketika
kamu sulit tidur, putar Mazmur 4:9.
- Ketika
kamu mengalami kemalangan, putar Mazmur 34:18-20.
- Ketika
kamu perlu perlindungan dari kecelakaan atau dari keadaan bahaya,
putar Mazmur 121:7-8.
- Ketika
kamu butuh pertolongan, putar Mazmur 121.
- Ketika
kamu membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1.
- Ketika
kamu sedang marah, putar Mazmur 37:8.
- Ketika
kamu berpikir untuk bercerai, putar Markus 10:9
- Saat
kamu merasa depresi, putar Mazmur 27.
- Jika
kamu kesulitan keuangan, putar Mazmur 37:25,26.
- Jika
kamu membutuhkan keselamatan, putar Yohanes 1:12.
- Jika
kamu merasa iri hati, putar Galatia 5:20-21.
- Jika
kamu butuh kekuatan dalam kesesakan, putar Mazmur 9:10.
- Ketika
kamu sakit, putar 1 Petrus 2:24.
- Ketika
kamu sulit mengampuni orang lain, putar Kolose 3:13
Nomor-nomor
tersebut dapat langsung dihubungi. Bagikanlah nomor telepon di atas
agar lebih banyak orang yang mengetahui jawaban Tuhan.
GNCC
*CONTEMPLATION*
Mengapa banyak anak-anak Tuhan hidupnya naik turun dan jatuh bangun?
Apakah Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang LABIL? Atau...
Manusia yang hidupnya labil? Kita akan naik turun dan jatuh bangun
karena hidup masih DIKUASAI oleh PERASAAN, SUASANA HATI dan KEADAAN.
Ijinkan IMAN dan PERKATAAN ALLAH menguasai hidupmu maka engkau akan
mendapat kekuatan baru dari Allah senantiasa. _... roh memang
penurut, tetapi daging lemah (Matius 26:41b)_ #gncc #ariseshine

No comments:
Post a Comment