Saturday, 21 January 2017

21 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 21 – Ada KUASA. Setiap kita diciptakan unik dan spesial oleh Tuhan. Tuhan ingin agar setiap kita memiliki hal yang terbaik, seperti yang dimiliki Maria, yaitu duduk dekat kaki Tuhan & hidup mengandalkan DIA, bukan dengan kekuatan/fikiran kita sendiri. Tuhan memilih kita yang mau hidup intim denganNya & melakukan kehendak Bapa. Maria dan Martha sama-sama mengasihi Tuhan dan sama-sama DIKASIHI oleh Tuhan, tetapi beda KUASANya (Yohanes 11:5). Maria memiliki KUASA sedangkan Marta tidak. Seperti halnya kita semua bisa saja sama-sama menyanyikan pujian, menyembah mendengarkan khotbah & memberikan persembahan. Tapi ada yang punya KUASA, ada yang tidak. Apa yang membuat perbedaannya?
  1. Keintiman/Intimacy
Maria senang berada di dekat kaki Tuhan Yesus, tetapi Marta “sibuk melayani”. Ketika Marta protes, ternyata Tuhan Yesus tidak memujinya, malahan dikatakan: “Martha khawatir & menyusahkan diri dengan banyak perkara.” Sementara Maria mendapat pujian, Maria mendapat pujian karena intim/duduk dekat kaki Tuhan. Jadi ingatlah pentingnya membangun hubungan intim dengan Tuhan, ada KUASA dalam keintiman. Amin.
  1. Rendah Hati/Humbleness
Ada KUASA dalam “kerendahhatian”. Maria menangis, tersungkur tetapi tidak menyajarkan dirinya dengan Yesus. Yesus sangat terharu,hatiNya masyagul. Ada KUASA di dalam “Kerendahan Hati”.
  1. Memberi yang TERBAIK (Yohanes 12:1-3)
Karena intim dengan Tuhan, enam hari sebelum Paskah, Maria tahu Tuhan Yesus akan mati. Maka dia memberi yang terbaik kepada Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal untuk memiyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. DIA merendahkan dirinya. Ada KUASA dalam memberi yang terbaik. Amin.

Bp. Anto – Citraland
13 KATA “JANGAN MENUNGGU”. Yang perlu dihindari:
  1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
  2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
  3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
  4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan…
  5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
  6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan datang dalam tulisanmu.
  7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
  8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
  9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
  10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
  11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
  12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
  13. Jangan mencari waktu luang untuk beribadah. Tapi luangkan waktu untuk beribadah...

Taswin Taruna – PT. Sayap Mas Utama, Jakarta
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia - Yohanes 6:51. Pada awal mula Allah berkehendak agar manusia makan buah dr Pohon Kehidupan/ Pohon Hayat yang adalah lambang dari Diri Tuhan sendiri. Setelah manusia diciptakan, Allah tidak menyuruhnya berbuat apa-apa; Allah malahan menyatakan diri-Nya di hadapan manusia dalam corak makanan agar diterima oleh manusia masuk ke dalam mereka. Allah boleh kita makan, Dia ingin masuk ke dalam manusia; bukan hanya menjadi hayat manusia, juga menjadi jaminan hayat bagi manusia. Satu garis “makan” ini jelas menyusuri seluruh Alkitab. Mulai kitab Kejadian pasal 2 sampai dengan kitab Wahyu pasal terakhir, perkara ini selalu dikemukakan. Bani Israel makan daging domba Paskah di Mesir, makan manna di padang belantara. Sampai di tanah Kanaan, mereka memakan hasil kekayaan tanah Kanaan. Sewaktu mereka beribadah dan mempersembahkan korban, mereka memakan beraneka jenis korban. Ketika Tuhan Yesus datang, Ia berkata, “Akulah roti hidup, makanlah Aku.” Ketika kita memperingati Tuhan, itupun bukan ditujukan kepada renungan atau penyembahan. Tuhan berkata, “Inilah TubuhKu, ambillah, makanlah. Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Peringatan yang sejati ialah demi roh sekali lagi menerima Tuhan ke dalam kita. Semakin makan dan minum Tuhan, semakin sejati ibadah kita. Ibadah yang sejati adalah membuka diri kita dan membiarkan Tuhan semakin banyak meresapi dan memenuhi kita. Unsur Allah/ Roh Kudus semakin bertambah dalam diri kita, sehingga seluruh diri kita (roh, jiwa dan tubuh) kita dipenuhi/dijenuhi oleh Roh Kudus. Tuhan Yesus, pagi ini aku mau makan dan menikmati Roti Hidup yaitu DiriMu sendiri.. karena yang kami perlukan bukanlah sekedar pengajaran dan hukum hukum yang tertulis.. kami membutuhkan asupan yang hidup, asupan untuk roh kami... Asupan yang ilahi dari Pencipta kami... Engkau yang adalah Roti Hidup kami... Kami mau mengalamiMu, menikmatiMu.. makan DiriMu.. sebagai asupan kami.. kenyangkan diri kami dan bertambah-tambahlah unsur DiriMu yaitu Roh Kudus dalam kami... Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
BUAH PERKATAAN. Lidah menghasilkan Perkataan, & di dalam Perkataan, ada Kekuatan yang tersimpan, yang menghasilkan “buah” & akan kita nikmati dalam kehidupan. Setiap Perkataan, entah yang positif atau negatif berdampak bagi hidup. Firman TUHAN mengatakan bahwa Perkataan memberi buah kepada kita. “Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya” (Amsal 12:14). Apakah kita lebih banyak mengatakan hal-hal yang membangun, memberkati, & menguatkan? Bila kita menyadari besarnya pengaruh Perkataan dalam turut membentuk kondisi kehidupan kita, ikut mempengaruhi Kesuksesan & Kegagalan kita, tentu kita akan lebih berhati-hati dalam berkata-kata. Sebab itu penting bagi kita, untuk berkata-kata seperti apa yang Firman TUHAN katakan mengenai kita.
Bila kita lelah, katakanlah, “Aku kuat di dalam KRISTUS”,
Saat tertekan, katakanlah, “Dalam KRISTUS, aku mampu tanggung segala perkara.”,
Jika kita berkekurangan, katakanlah, “ALLAHku akan mencukupkan segala keperluan & kebutuhanku menurut kekayaan & kemuliaan-NYA.”,
Saat kita sakit, katakanlah, “Oleh bilur-bilur-NYA Aku sembuh.”
Memperkatakan Firman TUHAN akan membentuk kehidupan kita,
dari yang tidak ada, menjadi ada, yang tidak tahu menjadi berhikmat, yang lemah menjadi kuat, yang sakit menjadi sehat, & yang tidak mampu menjadi bisa. Selalu ada buah dalam perkataan kita. Oleh sebab itu, jika kita menginginkan yang baik, maka kita harus juga memperkatakan hal-hal yang baik. Biarlah hati kita dipenuhi dengan Kebenaran & Keindahan Firman TUHAN, sehingga Perkataan Lidah kita yang memancar dari sana mendatangkan Kebaikan & Kesejahteraan bagi sesama. BIARLAH PERKATAAN KITA MENGGEMAKAN KEBAIKAN!!! “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya” (Amsal 18:21). God bless you all.

Xavier Quentin Pranata
Benih yang terpilih sekalipun jika jatuh ke tanah yang salah tidak akan menghasilkan buah yang baik.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Penting sekali kita punya keintiman untuk Tuhan. Dalam Yesaya 26:3, firmanNya mengatakan yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Satu lagi perkataan Tuhan, dalam kitab Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 10:29, “Jalan Tuhan adalah perlindungan bagi orang-orang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.” Amsal 11:20, “Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang tak bercela, jalannya di kenan-Nya.” Dan Amsal 14:26-27, “dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.” Morning, JBU.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 21 Januari 2017. MENJADI SAKSI KRISTUS. “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” (Yohanes 4:29). Lina adalah salah satu jemaat di gereja kami. Meski tidak lulus SMP dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, Lina suka bersaksi tentang Yesus Kristus kepada orang-orang yang dia temui. Dimanapun dia berada, bila ada kesempatan, Lina tak malu bersaksi. Lina berani bersaksi karena merasakan betapa besar kasih Kristus terjadi dalam hidupnya. Ada sebagian dari kita takut untuk bersaksi, padahal kita mengaku Kristen. Kita merasa bukan siapa-siapa, biarlah pendeta saja yang bersaksi tentang Yesus. Sebenarnya, bukan kita yang memilih Tuhan, namun Tuhan yang memilih kita. Apa pun latar belakang kita, sebagai orang Kristen kita harus menjadi saksi Kristus. Siapakah saksi Kristus pertama? Dia bukan Petrus, Filipus, atau Paulus yang telah berkeliling memberitakan Injil. Alkitab mencatat ada dua saksi Kristus pertama. Mereka adalah seorang Gerasa yang disembuhkan Yesus (Mar 5:19), dan seorang wanita Samaria yang sudah punya lima suami, yang bercakap-cakap dengan Yesus di tepi sumur. Perhatikan kedua orang ini. Di mata dunia kedua orang ini sama sekali tak dipandang karena latar belakangnya yang buruk. Namun mengapa mereka bisa bersaksi tentang Yesus? Karena mereka berterima kasih atas kasih Tuhan. Bersaksi tentang Yesus Kristus bukan hal sulit, dan mudah kita kerjakan setiap saat, ketika kita memandang berharga kasih setia Tuhan. Pada prakteknya, tidak setiap orang suka saat kita bersaksi tentang Kristus, namun pasti ada orang yang mendengarkan dan akhirnya menerima Kristus. Mari kita berani menjadi saksi Kristus. TUHAN MEMANGGIL DAN MEMAKAI KITA UNTUK MENJADI SAKSI-SAKSI-NYA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible - Bacaan Setahun: Keluaran 1,2,3 & Matius 14:1-21.

WM – STARS
MENELPON TUHAN
Kring.. Kring.. Kring...
Ketika kamu memanggil, TUHAN pasti menjawab... “Ini AKU...” (Yesaya 58:9)
Ketika kamu ingin memanggilNYA, silahkan menggunakan “NOMOR TELPON DARURAT” di bawah ini:
- Saat kamu berduka atas meninggalnya orang yang dikasihi, putar 2 Korintus 5:1.
- Ketika kamu takut, putar Mazmur 56:4-6.
- Ketika kamu ingin berbuah, putar Yohanes 15.
Ketika kamu berdosa, putar Mazmur 51; Yesaya 1:18.
Ketika kamu khawatir, putar Mazmur 55:23.
- Ketika kamu dalam bahaya, putar Mazmur 91.
- Ketika TUHAN terasa jauh, putar Mazmur 139.
- Ketika iman kamu perlu di kuatkan, putar Ibrani 11.
- Ketika kamu merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23.
- Ketika kamu mengalami kepahitan, putar Efesus 4:31-32.
- Ketika kamu sedang berbeban berat, putar Matius 11:28.
- Ketika kamu butuh penghiburan, putar Wahyu 21:4; Mazmur 119:50.
- Ketika kamu butuh perlindungan, putar Mazmur 9:10-11.
- Ketika kamu sulit tidur, putar Mazmur 4:9.
- Ketika kamu mengalami kemalangan, putar Mazmur 34:18-20.
- Ketika kamu perlu perlindungan dari kecelakaan atau dari keadaan bahaya, putar Mazmur 121:7-8.
- Ketika kamu butuh pertolongan, putar Mazmur 121.
- Ketika kamu membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1.
- Ketika kamu sedang marah, putar Mazmur 37:8.
Ketika kamu berpikir untuk bercerai, putar Markus 10:9
- Saat kamu merasa depresi, putar Mazmur 27.
Jika kamu kesulitan keuangan, putar Mazmur 37:25,26.
- Jika kamu membutuhkan keselamatan, putar Yohanes 1:12.
- Jika kamu merasa iri hati, putar Galatia 5:20-21.
- Jika kamu butuh kekuatan dalam kesesakan, putar Mazmur 9:10.
- Ketika kamu sakit, putar 1 Petrus 2:24.
Ketika kamu sulit mengampuni orang lain, putar Kolose 3:13
Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Bagikanlah nomor telepon di atas agar lebih banyak orang yang mengetahui jawaban Tuhan.

GNCC
*CONTEMPLATION* Mengapa banyak anak-anak Tuhan hidupnya naik turun dan jatuh bangun? Apakah Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang LABIL? Atau... Manusia yang hidupnya labil? Kita akan naik turun dan jatuh bangun karena hidup masih DIKUASAI oleh PERASAAN, SUASANA HATI dan KEADAAN. Ijinkan IMAN dan PERKATAAN ALLAH menguasai hidupmu maka engkau akan mendapat kekuatan baru dari Allah senantiasa. _... roh memang penurut, tetapi daging lemah (Matius 26:41b)_ #gncc #ariseshine 

No comments:

Post a Comment