AWAKENING
Awakening
Day 31 – Doa Berbicara kepada Allah dengan FirmanNya.
Di tanggal terakhir dibulan pertama ditahun ini (31 Januari 2017),
kita mau minta tuntunan
Tuhan semakin nyata bagi hidup kita masing-masing ya .
Supaya kita bisa melewati hari-hari didepan kita di sepanjang tahun
ini, bahkan di sepanjang hidup kita .
Amin. “Tunjukkanlah KehendakMu” kepadaku, ya Tuhan, nyatakanlah
apa yang harus kulakukan, ajarilah dan bimbinglah aku untuk hidup
menurut kehendakMu, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, aku
selalu berharap kepadaMu (Mazmur 25:1,3 dan 5 BIS). Tuntunan Allah
merupakan buah dari hubungan intim kita dengan Allah. Doa yang
didasari hubungan intim tersebut bukan hanya bermaksud untuk mencari
kehendak Allah, tetapi juga mencari wajahNya. Allah juga mengingatkan
umatNya (kita semua) melalui nabi Yesaya: Yesaya 30:15, “Sebab
beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: ‘Dengan
bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal
tenang dan percaya terletak kekuatanmu.‘ Tetapi kamu enggan.”
Kekuatan baru mengalir saat kita berdoa, berpuasa serta menantikan
DIA dalam firmanNya (dalam pembacaan #LoveTheBible) tentunya .
Gembala Agung kita menginginkan kita mendekat kepadaNya, terutama
ketika kita tidak tahu harus kemana. DOA itulah yang akan menolong
kita untuk lebih dekat kepadaNya.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#TeguhkanlahLangkahku
#SesuaiDenganJanjiMu
#JanganBiarkan
#kamiDikuasaiKejahatan
#BebaskanKami
#DAriOrang"yangMenidas
#SupayaKamiDapat
#MentaatiPeraturanMu
#BerkatilahKami
#DenganKehadiranMu
#AjarilahKamiKetetapanMu
#.....Maz119:129-130
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Keluaran 25,dan 26
PB:
Matius 20:17-34
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Xavier
Quentin Pranata
“Salah
prioritas membuat kita kandas sebelum mencapai ke atas.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 31 Januari 2017. PERTOBATAN RAJA NINIWE. “Setelah
sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari
singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain
kabung, lalu duduklah ia di abu” (Yunus 3:6). Sebuah pepatah
mengatakan: “Ikan busuk mulai dari kepalanya”. Bila para pemimpin
suatu bangsa berbuat dosa, dampaknya akan sangat dahsyat. Betapa
tidak? Sekali pemimpin berulah, rakyat segera menirunya. Saat
pemimpin korup, rakyat pun korup. Saat pemimpin berlaku
sewenang-wenang, rakyat pun bermain hakim sendiri. Lebih parah,
segala tindakan itu mudah menular ke banyak orang, di seluruh pelosok
tanah air. Sangat jarang terjadi bahwa para diktaktor bengis atau
pemimpin bangsa yang korup mau menghentikan kejahatannya. Sebab,
menggunakan kekuasaan dengan sewenang-wenang memang menimbulkan
kenikmatan. Walau sejarah mencatat bahwa akhirnya para pemimpin
seperti itu akan mengalami kehancuran diri dan keluarga, juga memakan
banyak korban yakni rakyatnya sendiri. Istimewanya, hari ini kita
membaca sesuatu yang berbeda. Ketika Niniwe ditegur Tuhan, raja kota
Niniwe merespons berita hukuman dari TUHAN secara positif. Ia
menyerukan pertobatan! Dan, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi
dengan perbuatan nyata. Ia turun dari singgasana, mencopot jubahnya,
duduk di abu, menyerukan perkabungan, dan berpuasa. Ini adalah
tindakan simbolik dari pertobatan yang sejati (ay. 6-8). Dan, ketika
sang raja melakukan hal ini, seluruh rakyatnya pun mengikuti. Bahkan,
ternak mereka pun ikut berpuasa. Mereka sepakat untuk tidak
mempedulikan harta benda, dan hanya memohon belas kasihan Allah agar
terhindar dari hukuman (ay. 9). Saudaraku, Anda juga adalah seorang
pemimpin di rumah, di kantor, di gereja, atau di masyarakat. Maka,
waspadalah! DOSA PEMIMPIN MENGHANCURKAN RAKYATNYA, PERTOBATANNYA
MENYELAMATKAN BANGSANYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan Setahun: Keluaran 25,26 & Matius
20:17-34.

No comments:
Post a Comment