AWAKENING
Awakening
Day 23 – Menjadi Pribadi yang TEKUN BERKARAKTER dan Setia (2).
Dibagian ke 2, mengapa karakter penting? Dalam pembentukan karakter
diperlukan harga yang mahal untuk memperolehnya, beda dengan
kharisma. Kharisma itu sebuah karunia, tak terlalu membutuhkan
proses, kharisma itu gratis dan karakter harus bayar harga .
Simson punya kharisma luar biasa, tapi akhirnya jatuh, padahal sejak
awal ia sudah dikhususkan bagi Tuhan. Ia dikuasai hawa
nafsu/keinginan daging (Hakim-Hakim 14:1-3). Ayat 1: “Simson
pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin.”
Ayat 2: “Ia
pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: ‘Di Timna aku
melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi
isteriku.‘”
Ayat 3: “Tetapi
ayahnya dan ibunya berkata kepadanya: ‘Tidak adakah di antara
anak-anak perempuan sanak saudaramu atau di antara seluruh bangsa
kita seorang perempuan, sehingga engkau pergi mengambil isteri dari
orang Filistin, orang- orang yang tidak bersunat itu?‘ Tetapi jawab
Simson kepada ayahnya: ‘Ambillah dia bagiku, sebab dia kusukai.‘”
Simson harus membayar mahal atas kebiasaannya hidup dalam hawa nafsu.
Tuhan ingin agar kita anak-anakNya berhasil, IA punya rencana yang
indah, tapi semua itu tergantung dari pilihan dan keputusan kita,
harus ada harga yang dibayar supaya sampai kepada rencanaNya (harus
mau dibentuk dan diproses) .
Banyak hamba Tuhan yang mungkin memiliki kharisma luar biasa, tetapi
banyak juga yang jatuh dalam pembentukan Karakter. Belajar
merendahkan hati menerima pembetukan dari Tuhan karena orang yang mau
dibentukNya, artinya ia berharga dimataNya. Amin
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#AdaHargayangHarusDibayar
#TerimaPembentukan
#ProsesyangDariTuhan
#DenganRendahHati
#KarAktermuIndah
#KaraktermuBerharga
#DimataNya
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall
Note:
Jangan
lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL:
Keluaran 7dan8
PB:
Matius 15:1-20
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu
Caroline – Bandung
[RENUNGAN
HARIAN]. Kamis, 19 Januari 2017. Bacaan: Keluaran 17:1-7. Setahun:
Keluaran 5-7. Nas: Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas
gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari
dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.
Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel (Keluaran
17:6). PL Digenapi di PB. Tuhan memakai Musa untuk menyelamatkan
bangsa Israel. Ia memimpin mereka keluar dari negeri perbudakan,
yaitu Mesir, menuju Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan kepada nenek
moyang mereka, agar Israel menjadi umat-Nya. Nyatanya, tidaklah mudah
bagi bangsa Israel mencapai tanah perjanjian itu. Mereka harus
melewati daerah yang sudah dihuni bangsa-bangsa lain yang memusuhi
mereka. Dan juga harus melintasi Padang gurun Sin dan Rafidim yang
tandus. Ketika mereka kehabisan air, marahlah Israel kepada Musa.
Mereka kehilangan kepercayaan bahwa Tuhan ada di tengah-tengah
perjalanan hidup mereka (ay. 7). Tuhan meminta Musa naik ke atas
gunung batu di Horeb, dan kemudian memerintahkan, “Haruslah
kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga
bangsa itu dapat minum” (ay. 6). Perjanjian Lama adalah
bayang-bayang yang digenapi dalam Perjanjian Baru (Kol 2:17). Gunung
batu ini disamakan dengan Yesus Kristus, sumber air kehidupan (1 Kor
10:4). Seperti batu karang itu dipukul, Kristus juga dipukul oleh
kematian di kayu salib bagi segenap umat manusia (Yes 53:5).
Sebagaimana gunung batu itu menjadi sumber berkat bagi bangsa Israel,
Kristus juga merupakan sumber berkat dan pemberi Roh Kudus bagi
gereja (Yes 53:4-5; Yoh 7:37-38, 20:22; Kis 2:1-4). Sudahkah air
hidup yang Kristus janjikan, yaitu Roh-Nya yang Kudus itu, memenuhi
hidup kita? Jika demikian, kita tidak akan haus lagi, tetapi
disegarkan oleh Dia yang selalu hadir di tengah kehidupan kita
--SST/Renungan Harian. KRISTUS GUNUNG BATU KITA, SUMBER AIR
KEHIDUPAN, MEMBERIKAN KEHIDUPAN KEKAL BAGI SETIAP ORANG YANG DATANG
KEPADA-NYA.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
MENGAMPUNI
ITU LUAR BIASA. Pada zaman perang Kemerdekaan di Amerika, ada seorang
penjahat yang bermaksud menghabisi nyawa seorang yang bernama
Merland. Sebelum maksud penjahat itu tercapai, ia lebih dulu
tertangkap aparat keamanan & diadili. Vonis yang dijatuhkan
adalah hukuman mati. Menjelang pelaksanaan hukuman mati, Merland
membaca Firman Tuhan sebagai wujud kasihnya & tidak membalas
kejahatan dengan kejahatan. Setelah lama bergumul, Merland dari
tempat yang jauh mendatangi Presiden George Washington untuk meminta
grasi terhadap terhukum. Sang Presiden menilai perbuatan terhukum tak
bisa dimaafkan, tapi Merland dengan nada memohon berkata, “Pak
Presiden, ia bukan teman saya, melainkan saya adalah calon korban
yang mau dibunuhnya.” Dengan mata terheran-heran Presiden
Washington menatap Merland & setelah diketahui maksudnya, maka ia
mengatakan, “Untuk menyelamatkan musuhmu, engkau datang dari jauh,
maka berdasarkan kasihmu ini, maka aku memberikan pengampunan.”
Setelah mendapat surat grasi dari sang Presiden, Merland mendatangi
penjara. Penjahat itu mengira Merland datang untuk menyaksikan
kematiannya, sehingga dengan muka garang ia menatap & memaki
Merland dengan kata-kata kotor. Setelah penjahat itu tahu maksud
kedatangan Merland yang sebenarnya, ia menjadi malu & memohon
maaf. Sungguh menakjubkan, penjahat itu berubah hidupnya, & ia
meninggalkan kehidupan lamanya. Mengasihi musuh dengan Kasih Agape
adalah hasil perjuangan & kemenangan untuk menolak keinginan
daging. Mengasihi musuh dengan Kasih Agape sambil mendoakannya
merupakan strategi untuk mengalahkan aneka bentuk konflik. “Tetapi
Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu” (Matius 5:44). KEBAIKAN yang KAU LAKUKAN HARI
INI, MUNGKIN BESOK DI LUPAKAN ORANG, TAPI TERUSLAH BERBUAT BAIK
(Mother Teresa). God bless you all.
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika
kita terus menunda untuk menghadapi rasa takut kita, perasaan takut
justru bertambah besar.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment