Friday, 6 January 2017

6 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 6 (Ulangan 30:11-20). Ulangan 30:14, “Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, UNTUK DILAKUKAN.” Amin. Musa yang meneruskan hukum Allah kepada Israel, juga menggunakan pengulangan (repeat) dalam menyampaikan motivasi/dorongan kepada bangsanya untuk tetap berpegang pada perintah dan peraturan yang diberikan Allah, yaitu: bahwa ketaatan akan membawa mereka kepada kehidupan dan berkat tetapi ketidaktaatan akan membawa mereka kepada kebinasaan (Ulangan 30:15-18). Mari kita melakukan firmanNya bukan karena takut kepada konsekuensinya, tetapi kita melakukannya karena kita mau menyenangkan Dia yang kita kasihi. Terima kasih Tuhan untuk firmanMu pagi hari ini, ketika kami membaca firmanMu, biarlah Roh Kudus sendiri yang akan mengajar kami, tidak hanya kami membaca dan mendengar tetapi kami boleh MELANGKAH dengan KETAATAN yang penuh. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#KetikaFirmanNya
#BerbicaraKepadaKita
#BukaHati
#Melangkah
#DenganKeTAATan
#Penuh
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JbuAll:)

Note:
Jangan lewatkan pembacaan Alkitab hari ini:
PL: Kejadian 16-17
PB: Matius 5:17-48

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBible
#IMLoved

Madam Ossy
Baca: Mazmur 1:1-6. “...tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Mazmur 1:2-3). Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-18. Saat berbincang-bincang dengan dua mahasiswa di kampus, kami mengamati dua batang pohon cendana. Ukurannya berbeda, padahal bersumber dari bibit yang sama dan ditanam pada waktu yang sama pula. “Menurut kalian, apa penyebab perbedaan itu?” tanya saya. “Mungkin pohon yang kerdil, tanahnya kurang subur, Mas, sehingga kurang mendapatkan suplai air dan makanan,” kata yang satu. “Mungkin juga karena kurang mendapatkan sinar matahari,” jawab yang lain. Keadaan itu mirip dengan kehidupan rohani kita. Kehidupan rohani kita akan bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat jika mendapatkan nutrisi yang baik dan memadai. Menurut pemazmur, kunci pertumbuhan orang percaya adalah menyukai Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam. Merenungkan Taurat Tuhan artinya menjadikan Taurat Tuhan sebagai dasar dan standar untuk menentukan pilihan dan bertindak. Menyukai dan selalu merenungkan Taurat Tuhan adalah rahasia kesegaran dan kesuksesan hidup. Dalam Perjanjian Baru, kita pun perlu menyukai dan merenungkan kebenaran firman Tuhan, agar memperoleh nutrisi kerohanian yang cukup. Salah satu caranya dengan menjalankan waktu teduh secara teratur. Selanjutnya, hendaklah firman-Nya menjadi dasar dan standar untuk menentukan pilihan dan bertindak. Hal ini akan menolong kita untuk bertumbuh, berbuah lebat, selalu segar dan sukses dalam hidup ini. Bukankah itu yang kita rindukan? —PRB. KEHIDUPAN ROHANI KITA BERTUMBUH MELALUI PERENUNGAN DAN PENERAPAN FIRMAN TUHAN. Saat teduh yaitu berdoa, memuji Tuhan dan membaca Firman Tuhan. Itu yang membuat anak Tuhan tetap kuat dalam menghadapi hidup. Karena dengan DOA kita ketemu langsung dengan Tuhan, dengan MEMUJI TUHAN kita selalu diingatkan betapa besar KuasaNya dan tidak ada yang mustahil bagi Dia, dan dengan MEMBACA FIRMAN kita dituntun untuk selalu hidup dalam kebenaranNYA bahkan ketika kita lemah Firman Tuhan memberi kita penghiburan yang menguatkan kita. Kalau mau hidup kita selalu bertumbuh, lakukan saat teduh setiap hari dengan hati yang rindu pada Tuhan bukan rutinitas yang membosankan. Karena kalau kita membuat itu menjadi rutinitas maka itu tidak akan bertahan lama. Tapi dengan hati yang rindu maka kita akan menikmati saat teduh kita dan itu akan membuat hidup kita “bertumbuh” subur, penuh “gizi”, dan hidup sukses. Selamat bersaat teduh... Selamat menikmati kebersamaan yang indah dengan Tuhan. Pembacaan Firman hari ini: Matius 5:17-48, Kejadian 16-17. #LoveTheBible2017

Xavier Quentin Pranata
Ketika kita sibuk dan pekerjaan menumpuk, kita justru harus memupuk hubungan dengan Sang Pemberi Hidup.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment