AWAKENING
Awakening
Day 6 (Ulangan 30:11-20).
Ulangan 30:14, “Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di
dalam mulutmu dan di dalam hatimu, UNTUK DILAKUKAN.” Amin. Musa
yang meneruskan hukum Allah kepada Israel, juga menggunakan
pengulangan (repeat) dalam menyampaikan motivasi/dorongan kepada
bangsanya untuk tetap berpegang pada perintah dan peraturan yang
diberikan Allah, yaitu: bahwa ketaatan akan membawa mereka kepada
kehidupan dan berkat tetapi ketidaktaatan akan membawa mereka kepada
kebinasaan (Ulangan 30:15-18). Mari kita melakukan firmanNya bukan
karena takut kepada konsekuensinya, tetapi kita melakukannya karena
kita mau menyenangkan Dia yang kita kasihi. Terima kasih Tuhan untuk
firmanMu pagi hari ini, ketika kami membaca firmanMu, biarlah Roh
Kudus sendiri yang akan mengajar kami, tidak hanya kami membaca dan
mendengar tetapi kami boleh MELANGKAH dengan KETAATAN yang penuh.
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#KetikaFirmanNya
#BerbicaraKepadaKita
#BerbicaraKepadaKita
#BukaHati
#Melangkah
#DenganKeTAATan
#Penuh
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JbuAll:)
Note:
Jangan
lewatkan pembacaan Alkitab hari ini:
PL:
Kejadian 16-17
PB:
Matius 5:17-48
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBible
#IMLoved
Madam
Ossy
Baca:
Mazmur 1:1-6. “...tetapi
yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu
siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil”
(Mazmur 1:2-3). Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-18. Saat
berbincang-bincang dengan dua mahasiswa di kampus, kami mengamati dua
batang pohon cendana. Ukurannya berbeda, padahal bersumber dari bibit
yang sama dan ditanam pada waktu yang sama pula. “Menurut kalian,
apa penyebab perbedaan itu?” tanya saya. “Mungkin pohon yang
kerdil, tanahnya kurang subur, Mas, sehingga kurang mendapatkan
suplai air dan makanan,” kata yang satu. “Mungkin juga karena
kurang mendapatkan sinar matahari,” jawab yang lain. Keadaan itu
mirip dengan kehidupan rohani kita. Kehidupan rohani kita akan
bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat jika
mendapatkan nutrisi yang baik dan memadai. Menurut pemazmur, kunci
pertumbuhan orang percaya adalah menyukai Taurat Tuhan dan
merenungkannya siang dan malam. Merenungkan Taurat Tuhan artinya
menjadikan Taurat Tuhan sebagai dasar dan standar untuk menentukan
pilihan dan bertindak. Menyukai dan selalu merenungkan Taurat Tuhan
adalah rahasia kesegaran dan kesuksesan hidup. Dalam Perjanjian Baru,
kita pun perlu menyukai dan merenungkan kebenaran firman Tuhan, agar
memperoleh nutrisi kerohanian yang cukup. Salah satu caranya dengan
menjalankan waktu teduh secara teratur. Selanjutnya, hendaklah
firman-Nya menjadi dasar dan standar untuk menentukan pilihan dan
bertindak. Hal ini akan menolong kita untuk bertumbuh, berbuah lebat,
selalu segar dan sukses dalam hidup ini. Bukankah itu yang kita
rindukan? —PRB. KEHIDUPAN ROHANI KITA BERTUMBUH MELALUI PERENUNGAN
DAN PENERAPAN FIRMAN TUHAN. Saat teduh yaitu berdoa, memuji Tuhan dan
membaca Firman Tuhan. Itu yang membuat anak Tuhan tetap kuat dalam
menghadapi hidup. Karena dengan DOA kita ketemu langsung dengan
Tuhan, dengan MEMUJI TUHAN kita selalu diingatkan betapa besar
KuasaNya dan tidak ada yang mustahil bagi Dia, dan dengan MEMBACA
FIRMAN kita dituntun untuk selalu hidup dalam kebenaranNYA bahkan
ketika kita lemah Firman Tuhan memberi kita penghiburan yang
menguatkan kita. Kalau mau hidup kita selalu bertumbuh, lakukan saat
teduh setiap hari dengan hati yang rindu pada Tuhan bukan rutinitas
yang membosankan. Karena kalau kita membuat itu menjadi rutinitas
maka itu tidak akan bertahan lama. Tapi dengan hati yang rindu maka
kita akan menikmati saat teduh kita dan itu akan membuat hidup kita
“bertumbuh” subur, penuh “gizi”, dan hidup sukses. Selamat
bersaat teduh... Selamat menikmati kebersamaan yang indah dengan
Tuhan. Pembacaan Firman hari ini: Matius 5:17-48, Kejadian 16-17.
#LoveTheBible2017
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika
kita sibuk dan pekerjaan menumpuk, kita justru harus memupuk hubungan
dengan Sang Pemberi Hidup.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment