Friday, 13 January 2017

13 Januari 2017

AWAKENING




Awakening Day 13 – Rela Berkorban. Memilih untuk percaya dan memahami situasi orang lain itu tidak mudah, pasti harus ada yang dikorbankan. Pengorbanan itu bisa berupa waktu, tenaga, materi bahkan harga diri kita. Adalah lebih mudah untuk memutuskan hubungan & tidak lagi berurusan dengan orang yang sudah menyusahkan kita. Namun sebagai anak-anak Tuhan, kalau kita melihat pengobanan Tuhan (memberikan nyawaNya bagi kita), maka pengorbanan kita belum ada apa-apanya. Kristus mati supaya kita bisa hidup bagi DIA. 2 Kor 5:15, “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang HIDUP, tidak lagi HIDUP untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” Amin. Apa yang sering membuat kita sulit berkorban buat orang lain? Apakah kita sudah menaati perintahNya untuk saling mengasihi bahkan rela berkoban untuk sesama?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#AwakeningSeries
#KasihItuSabar
#KasihItuMurahHati
#Iatidakcemburu......
#KasihItuRelaBerkorban
#1Korintus13:4-7
#BacaAlkitab
#Keren
#IniAsupanImanku
#ManaAsupanImanmu
#JBUall

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kejadian 31 & 32
PB: Matius 9:18-38

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 13 Januari 2017. DITIMPUK TEPUNG. Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau (Yohanes 21:7). Hendry Ramaly ikut menyiapkan perjamuan makan pada Academy Awards 2001 di bawah arahan Wolfgang Puck. Mereka mesti menyediakan menu sebanyak 8.000 paket. Saat menyiapkan salad, Puck bertanya, “Bisa jadi dalam waktu berapa lama?” Ia menjawab, “Satu menit.” Ternyata, ia ditimpuk dengan sekotak tepung. “Harus 40 detik, enggak mau tahu bagaimana caranya!” Hendry pun memikirkan sistem kerja estafet sehingga salad siap dalam waktu 36 detik. “Tanpa lemparan tepung, saya tidak akan bisa memecahkan rekor waktu itu,” kenangnya. Setiap orang, ketika kinerjanya mulai menurun, tampaknya memerlukan dorongan untuk melecut semangatnya. Tak terkecuali Petrus. Setelah bertahun-tahun mengikuti Yesus, ia justru memilih kembali pada hidup lamanya, menjadi nelayan (ay. 5). Terlihat bahwa Petrus meragukan pilihannya untuk mengikuti Yesus dan memutuskan untuk undur. Tuhan Yesus memberinya dorongan untuk mengembalikan murid-Nya itu ke panggilannya yang sejati: seorang pemberita kabar baik. Dorongan yang tepat dapat memotivasi kita untuk berubah. Setelah mendapatkan dorongan dari Yesus, Petrus kemudian menjadi pemimpin gereja yang luar biasa. Hendry saat ini memiliki sekolah kuliner sendiri dan berkarier cemerlang sebagai konsultan restoran di Indonesia. Tuhan bisa menyatakan diri-Nya atau bisa pula memakai orang di sekitar untuk mendorong kita kembali ke jalur yang benar. Apakah kita cukup peka untuk menerima pesan-Nya? TUHAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN KITA UNDUR DAN PATAH SEMANGAT; DIA AKAN MEMBANGKITKAN SEMANGAT KITA UNTUK MENYELESAIKAN PERJUANGAN. Selamat Pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible - Bacaan Setahun: Kejadian 31,32 & Matius 9:18-38.

GNCC
GoodNews CityChurch. Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang” (1 Samuel 14:6). Jumlah orang, kekuatan, kemampuan, semua yang dapat dilihat sangat penting bagi manusia. “TETAPI BUKAN BAGI TUHAN”. Tuhan hanya butuh satu Musa untuk menyelamatkan paling sedikit dua juta orang Israel dari perbudakan Mesir. Yesus hanya butuh 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan minimal 5.000 orang belum termasuk wanita dan anak-anak bahkan sisa 12 bakul. Tuhan hanya butuh Satu Elia untuk berdoa dan membuat hujan berhenti maupun turun. Banyak hal sudah kami lewati dengan segala suka dan duka. Sebagian hujan, badai... banyak sudah kami lalui. Berbekal satu kekuatan yaitu PERCAYA penuh kepada Yesus Kristus dan Anugerah NYA yang besar. Kami akan hadapi dan sambut hari-hari di depan dengan senyum dan tawa pengharapan. “WE ARE UNITED BY GRACE” #gncc #ariseshine

No comments:

Post a Comment