Wednesday, 8 October 2014

8 Oktober 2014 - Lebih Dekat dengan Tuhan



2 Petrus 1:3, “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang  berguna  untuk  hidup  yang  saleh  oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Ayat 4: “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Amin! sebagai anak-anak Tuhan sadarkah kita bahwa potensi yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita sangat memadai untuk memenuhi segala sesuatu yang beguna untuk kebutuhan hidup kita & yakinkah bahwa kita serupa dengan Gambar Allah?? (Bertindak / berpikir seperti DIA?) Mari kita mau lebih dekat dengan Sumber Kehidupan & menemukan potensi yang Tuhan telah berikan kepada kita! Amin.


Respon 1
Apakah saudara sedang menanti janji Tuhan? Yusuf  menanti  selama  13  tahun,  Abraham menanti selama 25 tahun, Musa menanti selama 40 tahun, Yesus menanti selama 30 tahun. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk TETAP PERCAYA.

Respon 2
Maz 106:9, Dihardik-NYA Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-NYA mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun! Tidak ada jalan... YESUS pasti bisa buat jalan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
SAAT TEDUH RABU. 08 Oktober 2014. Markus 11-13. Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku (Filemon 11). JANGAN DIUNGKIT LAGI. Bacaan: Filemon 8-19. Suami istri itu hampir bercerai karena cekcok terus. Kepada pendeta, sang suami menyatakan kekesalannya. “Saya jengkel sekali! Setiap kali bertengkar, istri saya selalu mengungkit lagi kesalahan saya di masa lalu. Satu per satu. Akibatnya pertengkaran menjadi semakin seru. Kami meributkan kembali masalah yang sudah diselesaikan.” Mengungkit kesalahan masa lalu adalah kebiasaan buruk. Itu tandanya kita tidak mau memandang orang lain secara baru. Kita memberi stempel: “sekali begitu, tetap begitu.” Ini membuat orang frustrasi. Bacaan kita hari ini mengisahkan ada seorang tuan bernama Filemon. Ia mempunyai budak bernama Onesimus. Budak ini pernah mencuri barang tuannya lalu lari dari rumah. Tentu saja Filemon sangat marah. Di tengah pelariannya, Onesimus berjumpa dengan Paulus. Tuhan bekerja. Budak ini bertobat dan menerima Kristus. Hidupnya diubahkan. Paulus lantas meminta Onesimus balik kepada tuannya. Karena Paulus kenal dekat dengan Filemon, ia mengirim sepucuk surat. Isinya meminta    agar   Filemon   bisa   memandang Onesimus secara baru, menerimanya bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai sau-dara seiman. Jangan ungkit lagi kesalahannya, sebab Onesimus sudah berubah. Tampaknya, kita harus belajar mengampuni seperti Kristus. Dia mengampuni secara tuntas. Dia tak pernah mengungkit lagi dosa kita di masa lalu. Ketika mengampuni, Yesus membuang atau mengubur dosa kita. Di hadapan-Nya kita menjadi manusia baru. Bukankah kita harus mengampuni orang lain, sama seperti Kristus mengampuni kita. ORANG yang TERUS MENGUNGKIT KESALAHAN MASA LALU MEMPERSULIT TERJADINYA PEMBARUAN DI MASA DEPAN. Tuhan Yesus memberkati.

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment