2 Petrus 1:3, “Karena kuasa ilahi-Nya telah
menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh
kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Ayat 4: “Dengan jalan itu Ia telah
menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar,
supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari
hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Amin! sebagai anak-anak Tuhan
sadarkah kita bahwa potensi yang sudah Tuhan berikan dalam hidup kita sangat
memadai untuk memenuhi segala sesuatu yang beguna untuk kebutuhan hidup
kita & yakinkah bahwa kita serupa dengan Gambar Allah?? (Bertindak /
berpikir seperti DIA?) Mari kita mau lebih dekat dengan Sumber Kehidupan &
menemukan potensi yang Tuhan telah berikan kepada kita! Amin.
Respon 1
Apakah saudara sedang menanti janji Tuhan? Yusuf menanti selama 13
tahun, Abraham menanti selama 25 tahun, Musa menanti selama 40 tahun, Yesus
menanti selama 30 tahun. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk TETAP
PERCAYA.
Respon 2
Maz 106:9, Dihardik-NYA Laut Teberau, sehingga kering,
dibawa-NYA mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun!
Tidak ada jalan... YESUS pasti bisa buat jalan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Malang.
Respon 3
SAAT TEDUH RABU. 08 Oktober
2014. Markus 11-13. Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang
sangat berguna baik bagimu maupun bagiku (Filemon 11). JANGAN DIUNGKIT LAGI.
Bacaan: Filemon 8-19. Suami istri itu hampir bercerai karena cekcok terus.
Kepada pendeta, sang suami menyatakan kekesalannya. “Saya jengkel sekali! Setiap kali bertengkar, istri saya selalu
mengungkit lagi kesalahan saya di masa lalu. Satu per satu. Akibatnya
pertengkaran menjadi semakin seru. Kami meributkan kembali masalah yang sudah
diselesaikan.” Mengungkit kesalahan masa lalu adalah kebiasaan buruk. Itu
tandanya kita tidak mau memandang orang lain secara baru. Kita memberi stempel:
“sekali begitu, tetap begitu.” Ini membuat orang frustrasi. Bacaan kita hari
ini mengisahkan ada seorang tuan bernama Filemon. Ia mempunyai budak bernama
Onesimus. Budak ini pernah mencuri barang tuannya lalu lari dari rumah. Tentu
saja Filemon sangat marah. Di tengah pelariannya, Onesimus berjumpa dengan
Paulus. Tuhan bekerja. Budak ini bertobat dan menerima Kristus. Hidupnya
diubahkan. Paulus lantas meminta Onesimus balik kepada tuannya. Karena Paulus
kenal dekat dengan Filemon, ia mengirim sepucuk surat. Isinya meminta agar Filemon bisa memandang Onesimus secara baru, menerimanya bukan lagi sebagai hamba,
melainkan sebagai sau-dara seiman. Jangan ungkit lagi kesalahannya, sebab
Onesimus sudah berubah. Tampaknya, kita harus belajar mengampuni seperti
Kristus. Dia mengampuni secara tuntas. Dia tak pernah mengungkit lagi dosa kita
di masa lalu. Ketika mengampuni, Yesus membuang atau mengubur dosa kita. Di
hadapan-Nya kita menjadi manusia baru. Bukankah kita harus mengampuni orang
lain, sama seperti Kristus mengampuni kita. ORANG yang TERUS MENGUNGKIT
KESALAHAN MASA LALU MEMPERSULIT TERJADINYA PEMBARUAN DI MASA DEPAN. Tuhan Yesus
memberkati.
No comments:
Post a Comment