Saturday, 4 October 2014

4 Oktober 2014 - Menantikan Tuhan



Mazmur 31:25, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!” Adakah hari-hari ini kita sudah mengandalkan Tuhan sepenuhnya? Sudahkah kita mengalami kebaikan-kebaikan-Nya secara pribadi? Ditengah pergumulan & pencobaan, kita harus Menantikan Tuhan (Maz 27:14, “Nantikanlah TUHAN! Kuatkan-lah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!”), menghampiri DIA (berbicaralah & buka hatimu untuk DIISI dengan keberanian, semangat yang dari DIA) & tetap teguh melalui RohNya. Niscaya kita yakin bahwa bila tiba waktuNya, Tuhan akan menyatakan kebaikanNya kepada kita. Amin!


Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu, 4 Oktober 2014. Utamakan Tuhan. Mendengar perkataan itu mukanya muram, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Markus 10:22) Anne Avantie, seorang desainer terkenal di Indonesia bertutur, kesadarannya akan keberadaan Tuhan membuat ia berkomitmen untuk menjadi jembatan kasih bagi sesama dan memohon pada Tuhan untuk memakai-nya. Menurutnya, tidak semua hal dapat dibeli dengan uang dan popularitas. Ia mewujudkan-nya dengan mendirikan yayasan Wisma Kasih Bunda untuk membantu para balita penderita hydrochepalus dan yang membutuhkan pelayanan khusus lainnya. Sekitar 800 anak telah ia bantu sejak 2002. Selain itu, Anne pun menyelenggarakan pelatihan bagi para penjahit, mahasiswa, dan ibu rumah tangga. Berbeda dengan orang kaya dalam bacaan kita hari ini yang menginginkan hidup kekal. Ketika ia diminta Yesus menjual apa yang ia miliki dan memberikan kepada orang miskin kemudian mengikut Yesus, mukanya menjadi muram. Ia mengira ketaatannya pada hukum Taurat sejak masa mudanya dapat menjadi modal untuk memperoleh hidup kekal. Keengganannya melakukan perintah Tuhan menunjukkan keterikatannya pada kekayaan. Dan akhirnya, ia juga kehilangan harta sejati: Yesus Kristus. Yesus tidak mengajarkan kita untuk menjadi miskin demi kehidupan kekal. Dia sedang mengajarkan prioritas kita, kekayaan ataukah Yesus. Kita hanyalah pengelola atas setiap harta kekayaan yang ber-sumber dari Tuhan, bukan pemilik sehingga kita erat menggenggamnya. Kiranya kita dapat bijaksana menggunakan harta yang dimiliki sehingga tidak mengalangi kita untuk fokus dan terus mengikut Tuhan. TEMPAT-KAN TUHAN DI ATAS SEGALANYA HINGGA MELALUI HARTA KITA NAMA TUHAN KIAN DIPERMULIAKAN. Selamat pagi Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
Syalom. Amin... “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11). Terima kasih ibu Siu, selamat berakhir pekan, TUHAN memberkati.
 

JESUS BLESS

 

No comments:

Post a Comment